Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Hukum dan Kriminal

KPK & Pemprov Banten Petakan Titik Kerawanan Korupsi & Gratifikasi

Kamis, 15 September 2016 19:59:27 wib - Komentar

SERANG,(Banten88.com): Upaya memberantas korupsi dan gratifikasi di pemerintahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemprov Banten beserta delapan kabupaten/kota saat ini sedang melakukan pemetaan titik rawan korupsi dam gratifikasi. Sedangkan untuk titik kerawanan lebih difokuskan pada sektor perizinan.

Pejabat Fungsional Direktorat Pencegahan KPK Widiarta Wahyu Pasha mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemprov Banten dan delapan kabupaten/kota akan menetapkan titik mana saja yang dinilai rawan korupsi di masing-masing pemerintahan.

"Nanti akan ditetapkan titik mana saja yang rawan korupsi di masing-masing pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota," kata Widiarta saat menjadi narasumber pada acara Workshop Pemetaan Titik Rawan Korupsi dan Gratifikasi, di Ruang Rapat Kantor Inspektorat, KP3B, Kota Serang, Kamis (15/9).

Dijelaskan Wahyu, pada Oktober mendatang Direktorat Litbang KPK akan melakukan survei ke daerah untuk mengetahui titik rawan korupsi dan gratifikasi. "Jadi diharapkan ketika Litbang ke sini, data-data terkait itu sudah ada," ujarnya.

Dalam workshop tersebut dibentuk tiga kelompok per kabupaten/kota dan masing-masing melakukan simulasi perumusan titik-titik rawan korupsi dan gratifikasi untuk kemudian dipresentasikan.

"Silahkan menentukan di mana saja titik rawan korupsi yang selama ini terjadi. Nanti pemaparan masing-masing kelompok," katanya memberikan instruksi.

Dalam paparannya, Wahyu mengatakan, titik-titik rawan korupsi yang disertakan dalam simulasi tersebut antara lain izin usaha, jasa konstruksi, industri, pariwisata, perdagangan, izin tanda daftar perusahaan, izin reklame, perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing, izin perparkiran, izin pembuangan air limbah, izin rumah sakit, klinik, izin trayek, izin mendirikan bangunan, izin apotek dan toko obat, dan lainnya. "Ditulis pada tahapan mana saja yang berpotensi terjadi gratifikasi?," jelasnya.(ERN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top