Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

KPK Periksa 4 Anggota Fraksi Golkar Dalam Suap Bank Banten

Senin, 14 Desember 2015 20:08:38 wib - Komentar
Adde Rosi Khoerunnisa.

Jakarta, (Banten88.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan kasus suap pembangunan Bank Banten. Hari ini KPK memanggil empat anggota DPRD Banten untuk dimintai keterangan seputar kasus suap Dirut PT. Banten Global Develoment (BGD) Ricky Tapinongkol kepada wakil Ketua DPRD Banten SHM Hartono asal fraksi Golkar dan anggota DPRD Banten Tri Satriya fraksi PDI Perjuangan.

Keempat anggota dewan yang saat ini yang dimintai keterangan penyidik diantaranya, Adde Rosi Khoerunnisa, Muhammad Faisal, Hasan Maksudi dan Siti Erna Nurhayati

Anggota DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa yang juga menantu mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pagi tadi tampak mendatangi gedung KPK. Ia akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap pemberian modal PT Banten Global Development yang merupakan BUMD Banten. 

"Ya kita diminta datang untuk diperiksa sebagai saksi BDB (Bank Daerah Banten). Saksi buat Ricky," ujar Adde kepada wartawan, Senin (14/12).

Aci-panggilan dari Ade Rosi ketika memasuki gedung KPK enggan menjawab semua pertanyaan wartawan terkait peranannya dalam kasus tersebut. "Nanti saja ya," kata dia singkat sebelum bergegas masuk ke dalam gedung KPK.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Suparman saat ditemui siang tadi setelah rapat paripurna kepada wartawan membenarkan jika ada beberapa anggota fraksinya tengah dimintai keterangan oleh KPK. Menurutnya, pemanggilan keempat wakil rakyat dari partai beringin tersebut tidak ada kaitannya dengan partai. 

“Ya benar mereka sudah kesana, semuanya dipanggil bukan atas nama partai tapi personal. Kalau suratnya masuk lewat mana, saya tidak tahu. Yang jelas partai mengintruksikan kepada seluruh kader untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan, jadi kita minta untuk kooperatif,” katanya, Senin (14/12).

Saat ditanya detail maksud pemanggilan tersebut, Suparman mengaku tidak mengetahui, namun dia memastikan pemanggilan tersebut untuk memberikan keterangan terkait pembentukan Bank Banten. “Sepertinya terkait pembangunan Bank Banten, kalau detailnya saya tidak tahu untuk kepentingan apa, tapi dugaan saya terkait itu,” ujarnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, keempat anggota dewan tersebut dipanggil atas nama anggota Badan Musyawarah (Banmus). Keempatnya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proses pembentukan Bank Banten. “Saya juga dipanggil, agendanya besok giliran pimpinan dewan yang akan dimintai keterangan,” katanya.

Seperti diketahui, Pada Rabu (2/12) lalu, KPK menetapkan 3 orang tersangka dalam dugaan kasus suap pembangunan Bank daerah . Mereka adalah Ricky, Tri Satriya dan Ketua DPRD Banten SM Hartono. Mereka tertangkap tangan saat hendak bertransaksi di kawasan rumah makan Serpong, Tangerang. Saat itu mereka sedang melakukan serah terima uang 11.000 dolar AS dan Rp 60 juta terkait pembentukan Bank Banten.

Hartono dan Tri diduga sebagai penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, Ricky diduga sebagai pemberi suap dan disangka Pasal 5 ayat 1 a atau b atau 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top