Indonesia English
Minggu, 22 Juli 2018 |
Politik

KPU Banten Sosialisasikan Lomba Apps Challange

Senin, 14 November 2016 19:54:11 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com):Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten terus mensosialisasikan perlombaan yang bertajuk Election Applications Challenge (Apps Challenge) atau perlombaan membuat aplikasi yang berbasis data informasi mengenai Pilkada Banten 2017 mendatang.

Lomba yang baru saja di launching pada pekan kemarin itu, memperebutkan hadiah total Rp32 juta, bisa diikuti oleh masyarakat Banten ataupun pelaran dan mahasiswa yang sedang menempuh jenjang pendidikan di wilayah Banten yang dibuktikan melalui kartu identitas. Perlombaan ini juga, bisa diikuti secara individu ataupun kelompok yang maksimal jumlahnya sebanyak lima orang.

Adapun tahapan dari lomba tersebut, pada tanggal 7 hingga 17 November 2016, peserta harus melakukan registrasi pendaftaran perlombaan Apps Challenge yang informasinya bisa diakses melalui laman resmi milik KPU Banten. Kemudian, pada tanggal 7 November hingga 5 Desember 2016, peserta wajib mengumpulkan aplikasi yang telah mereka bentuk.

Lalu, pada tanggal 12 Desember 2016, KPU akan mengumumkan secara resmi peserta finalis yang berhak mengiku perlombaan Apps Challenge. Disusul kemudian, pada tanggal 17 Desember 2016, pelaksanaan lomba akan digelar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang.

Ketua KPU Banten Agus Supriyatna menjelaskan, perlombaan pembuataan aplikasi ini dibagi kedalam dua kategoti yaitu aplikasi yang berbentuk laman dan game. Kedua kategori tersebut kata Agus, harus tetap memuat informasi yang berisikan tentang Pilkada Banten 2017.

“Jadi intinya, kami bekerja sama dengan Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) agar masyarakat bisa mendapatkan akses informasi tentang Pilkada secara mudah melalui pemanfaatan teknologi berbasis internet,” kata Agus kepada wartawan di kantor KPU Banten, Senin (14/11).

Sementara Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menegaskan, syarat pembuatan aplikasi tersebut harus mencakup tiga azas yang melingkungi penyelenggaraan Pilkada Banten 2017 mendatang. “Tiga azas itu terdiri dari azas Pilkada yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber-Jurdil), lalu tidak boleh bertentangan dengan azas penyelenggara pemilu dan yang terakhir aplikasi internet positif,” kata Titi.

Ia pun mengharapkan aplikasi ini nantinya bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam mengakses informasi tentang Pilkada 2017. “Jadi prinsipnya, aplikasi ini harus netral dan tidak boleh mengarahkan pilihan pemilih terhadap salah satu calon kepala daerah,” ucap Titi.

Titi juga menegaskan, pemilihan pemenang atas lomba tersebut dilakukan secara transpran karena pihaknya bersama KPU akan menggunakan dewan juri yang sudah berkompeten di bidangnya masing-masing. “Ada empat dewan juri yang akan kami gunakan yaitu yang berlatar belakang ahli IT, penyelanggara pemilu, penyandang disabilitas dan pegiat ataupun aktivis pemilu,” tegas Titi.(ERN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top