Indonesia English
Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Politik

KPUD Lebak Harus Sosialisasikan Bumbung Kosong

Selasa, 20 Maret 2018 12:53:16 wib - Komentar
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak

Lebak, (Banten88.com): Kehadiran relawan Barisan Pejuang Kolom Kosong arau Baju KoKo yang makin gencar untuk memilih dan memenangkan kolom kosong pada Pilkada Lebak 2018, tampaknya sedikit membuat gusar calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Hal ini, tersirat dari pernyataan Iti yang menyebut jika gerakan masyarakat di Kabupaten Lebak untuk pemenangan Kolom Kosong (Baju KoKo) merupakan sebuah gerakan demokrasi yang tidak sehat.

Dilansir dari berita online poros.id, calon petahan Iti mengatakan orang yang mengkampanyekan kolom kosong sama halnya dengan tidak menghargai pemerintah.

“Ya itu gerakan demokrasi tidak sehat, menurut saya kan, karena setiap orang itu untuk memilih,” kata Iti kepada awak media ditemui usai menghadiri launching pendaftaran Bacaleg Partai Demokrat Provinsi Banten di Hotel Ledian, Kota Serang, Sabtu 17/03/2018, malam.

Bahkan menurut Ketua Partai Demokrat Banten itu para pendukung kolom kosong harus siap menanggung risikonya, yakni tidak boleh menikmati program-program pemerintah.

“Berarti ketika dia mengkampanyekan kotak kosong dia tidak menghargai keberadaan pemerintah. Dan dia tidak boleh menikmati hasil dari kebijakan pemerintah. Jadi nanti kalau minta bantuan, minta bantuannya ke kotak kosong. Itu bagian dari politik, ya ketika kita sudah memilih, itu kita siap mengambil resiko itu,” tegasnya.

Dengan banyaknya dukungan dari partai politik dan ditambah dengan tim yang solid, Iti optimis, bersama Ade Sumardi dirinya akan kembali menjadi pemenang di Pilkada Lebak 27 Juni 2018 mendatang. “Saya punya tim yang solid. Semoga partisipasinya hasil masyarakat bisa melampaui, minimal sama dengan pemilihan bupati tahun lalu. Kalau dulu saya 73 persen kan yah, semoga bisa di posisi itu lah.” pungkasnya.

APBD MILIK RAKYAT

Ketua relawan Barisan Pejuang Barisan Kolom Kosong atau Baju KoKo menyayangkan pernyataan calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang menyatakan, bahwa gerakan masyarakat di Kabupaten Lebak untuk pemenangan Kolom Kosong (Baju KoKo) merupakan sebuah gerakan demokrasi yang tidak sehat.

Bahkan, Iti menyatakan para pendukung kolom kosong harus siap menanggung risikonya, yakni tidak boleh menikmati program-program dan kebijakan pemerintah.

“APBD (program pemerintah) itu milik rakyat Lebak, kami pendukung kolom kosong juga rakyat Lebak. Siapapun berhak dan berpartisipasi dalam pembangunan Lebak,” kata Ketua Relawan Baju KoKo Akhmad Hakiki Hakim kepada awak media, Minggu (18/3/2018).

Menurut Hakiki, pernyataan Iti seolah-olah membuktikan bahwa selama ini terang benderang bahwa mata rantai dinasti menguasai projek-projek APBD. Ia menuding, selama ini rakyat dibiarkan menjadi penonton.

“Indikasinya, organ pengusaha dikuasai keluarga, banyak projek-projek besar APBD dilaksanakan oleh dinasti,” tuding Hakiki.

Terkait dengan gerakan memilih kolom kosong pada Pilkada Lebak, terang Hakiki, itu merupakan pilihan dan hak kedaulatan rakyat.

“Kami ini bukan penghianat pemerintah atau pembangkang, kalaupun ketidaksetujuan terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati yang menjadi pasangan calon tunggal dan kita lebih memilih kolom kosong bukan berarti kita tidak setuju dg pemerintahan itu sendiri. Karena, kolom kosong itu juga merupakan pilihan dan hak kedaulatan rakyat. Jadi rakyat boleh menentukan hak nya sendiri,” bebernya.

Masih kata Hakiki, masyarakat juga harus tahu bahwa kolom kosong juga adalah produk dari pemerintah. Jadi, yang memilih kolom kosong adalah merupakan hak bagi warga negara untuk memilih.

“Nah, KPU juga harus menyosialisasikan keberadaan kolom kosong ini kepada masyarakat di Pilkada, bukan hanya calon bergambar saja,” tegasnya. (Eli)

KOMENTAR DISQUS :

Top