Indonesia English
Senin, 21 Januari 2019 |
Seputar Banten

Kumala Segel Gedung DPRD Lebak

Selasa, 12 September 2017 12:48:16 wib - Komentar
Aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan aksi segel Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Selasa (12/09/2017).

Lebak, (Banten88.com): Aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala)  melakukan aksi segel Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Selasa (12/09/2017). Penyegelan Gedung Wakil Rakyat tersebut salah satu bukti kekecewaan masyarakat terhadap kinerja para anggota Dewan yang dinilai tidak bisa melaksanakan tugas dan pungsinya sebagai mana yang telah di amanatkan oleh Undang-Undang terlebih ikhwal menyerap dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat.

Menurut Imam Ketua umum Kumala, ada beberapa aspirasi masyarakat  yang sampai hari ini belum bisa di ‎selesaikan, bahkan hingga siang ini ruangan anggota DPRD Lebak masih kosong tidak ada satupun anggota yang berada di kantor. Ironis DPRD Lebak tunjagan sudah di naikan namun kinerja semakin menurun dan mandul.

“Seharusnya dengan naiknya tunjanagn maka tingkat kinerja juga naik bukan malah malas dan menurun,” kata Imam dalam siaran pers-nya di depan kantor DPRD Kabupaten Lebak, Selasa (12/09/2017).

Masih menurut Imam, pihaknya meminta Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya segera mungkin mencopot Sekretaris DPRD Kabupaten Lebak yang dinilai tidak becus kerja, ada beberapa agenda yang harusnya dilakukan oleh Sekwan namun tidak pernah dilakukan.

“Kumala meminta Bupati Hj Iti Octavia Jayabaya segera mencopot Sekwan Lebak karena dinilai tidak becus kerja,” tegas Imam.

Ditambahkan Imam, Kumala menuding pihak Sekwan tidak pernah memberikan informasi atau pemberitahuan bahkan undangan tidak pernah tersampaikan terkait pembahsan Raperda dan sejumlah agenda kegiatan lainya.

Uji publik dan pembasan yang di anggap penting namun tidak pernah ada undagan kepada mahasiswa atau OKP. Padahal pembahsan Raperda, anggaran dan uji publik idealnya harus di ketahui bersama.

“Kita tahu sudah jadi dan akhirnya hasilnya tidak jelas dan tidak maksimal. Jagan sampai pembahsan rencana anggaran atau pembahsan lain itu hanya copy dari tahun sebelumnya,” ujar Imam. (Eli)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top