Indonesia English
Selasa, 20 Oktober 2020 |
Advetorial

LAGU LAGU KOES PLUS MERASUK DALAM JIWA KARENA SARAT NILAI NILAI FILSAFAT HIDUP

Kamis, 24 September 2020 20:16:40 wib - Komentar
SAMPUL album Koes Plus Volume 5 yang dirilis pada Desember 1971.

Oleh : Seno Supono

INDAH  nian pagi itu/Indah dihatiku/Angin bertiup disisiku/Semua datang yang kurindu.Itulah petikan lyrik lagu berjudul Hari yang Indah dari album Koes Plus Volume 5 dirilis pada Desember 1971.

Penulis yang kala itu meski baru kelas 5 SD di SDN Negeri Kalitjatjing 1 Salatiga (Jateng), namun sudah "sakaw" lagu-lagu Koes Plus.

Setiap jam istirahat kami selalu menyanyikan lagu-lagu Koes Plus. Sahabatku Kustiono seolah-olah berperan sebagai Murry karena dia piawai menabuh bangku.

Sedang saya dinobatkan seolah-olah Yon Koeswoyo. Anehnya saya juga merasa seperti Yon Koeswoyo, padahal muka saya buruk tak seperti mas Yon yang ganteng dan banyak gadis-gadis mimpi jatuh cinta kepadanya.

Yon Koeswoyo ditahun 1970 itu adalah sang idola dan super star yang amat dikagumi gadis-gadis remaja.

Foto-fotonya bersama Koes Plus bertengger gagah di jutaan buku tulis anak-anak sekolah.

NILAI KEHIDUPAN

Lagu Hari yang Indah diciptakan mas Tonny Koeswoyo itu penuh dengan nilai-nilai kehidupan.

Ada rasa sukaria yang luar biasa ketika menatap indahnya hidup ini.

Namun ada perasaan sedih menyelinap dan juga rasa haru mendalam karena hudup ini hanya sementara.

Mas Ton membawakan lagu Hari yang Indah  penuh penghayatan.

Sound efect burung berkicau yang diperdengarkan dalam lagu tersebut, semakin memperkuat suasana hari yang indah dan penuh pengharapan.

Pagi ini lagu tersebut kudengar kembali. Ingatanku lalu serasa terbang melayang-layang seperti kembali ke kota Salatiga tahun 1971.

Dikota inilah saya menamatkan sekolah sejak TK hingga SMA lalu saya migrasi ke Bandung untuk kuliah.

Kala itu RKPD (Radio Khusus Pemerintah Daerah) Kodya Salatiga dalam siarannya pukul 06.00 selalu mengawali dengan memutar lagu Hari yang Indah.

Album Koes Plus Volume 5 memang menjadikan Koes Plus sebagai group band semakin disegani.

Karena di album tersebut banyak nian lagu hebat seperti Nusantara 1, Hanya Temanku, Sonya, Nyanyian Malam, Perasaan Cintaku dan Relax.

Kehidupan di Salatiga meski kala itu amat sederhana namun tak mengurangi keindahan dan rasa damai.

Sungguh lagu - lagu Koes Plus seperti memiliki magnet sakral yang merasuk dalam ke Jiwa.

Lagu Koes Plus telah menjadi saksi kehidupan detik per detik dan memberikan semangat dan hakekat  hidup lewat lyrik yang sarat dengan nilai2 filsafat.

PENYERAHAN DIRI

Lagu-lagu Koes Plus memiliki spectrum yang sangat luas.

Koes Plus mengajari kita menjadi remaja menuju dewasa dengan penuh rasa tanggung jawab.

Simak lagu berjudul Relax yang diciptakan mas Tonny Masih di album ke 5 dengan petikan lyrik sbb :

PERSOALAN dalam hidup ini/Yang datang tiap hari/Kau harus menjawabnya sendiri/Walau didalam hati.

Berkali-kali mas Tonny menulis lyrik tentang penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa antara lain melalui lagu Jadikan Aku Dombamu dari Album Kus Bersaudara 1967.

KURASAKAN kasih Mu/Kumelihat sinar Mu/Namun Aku terlalu picik/Mendengarkan Perintah Mu.

Kuserahkan hidupku/Semuanya untuk Mu/Hanya satu pintaku/Jadikan aku Domba Mu.

Sementara mas Yon Koeswoyo lewat lagu Cobaan di album Koes Plus in Concert dengan rasa ihlas menerima cobaan hidup.

COBAAN didalam hidupku/Kurela-kurela menerima/Mengapa terjadi padaku/Hanyalah Tuhan yang tahu.

Semua telah lama kulalui/Derita yang pedih dihatiku/Seakan didalam impian/Disiang dan malam hari.

Bila kurenungkan diriku/Lebih terasa beban hidupku/Bila kurela menerima/Sampai kujelang hari yang bahagia.

Lagu-lagu Koes Plus telah merasuk kedalam jiwa dan tertancap dalam-dalam.

Koes Plus adalah sang guru kehidupan.

Mereka  mengajarkan untuk senantiasa bersyukur atas pemberian rejeki dari Tuhan Yang Maha Esa, berbakti kepada orang tua, berpola

hidup sederhana, tidak berkhianat kepada sahabat serta setia kepada pasangan hidup.

Ketika penulis kuliah di Bandung, Koes Plus dengan sisa kedigdayaannya menggebrak dengan album Asmara (1981), Da Da Da (1983), Palapa (1984), Geladak Hitam (1985), Reuni Koes Bersaudara (1986) dan Cinta Dibalik Kota (1986).

MAS TONNY WAFAT

Pada 27 Maret 1987 dunia musik Indonesia diguncang kabar duka meninggalnya mas Tonny Koeswoyo akibat sakit kanker usus.

Sangat disayangkan berita wafatnya komposer besar ini hanya dimuat dalam berita kecil satu kolom di koran Kompas dan ini tidak sesuai dengan jasa-jasa besar mas Tonny  diblantika musik pop yang sudah ia ditorehkan dengan tinta emas.

Sementara TVRI memberitakan wafatnya mas Tonny dengan narasi yang disertai video saat mas Tonny mengenakan sarung sambil main organ menyanyikan lagu Kerontjong Pertemuan.

Yang membuat penulis terharu adalah ketika fans Koes Plus seorang pengemudi truk menuliskan kalimat "Selamat Jalan Tonny Koeswoyo" di pintu belakang bak truk.

Truk itu penulis lihat melintas dikawasan Kebon Jati, Bandung.

Sementara seorang wartawan senior rekan penulis menyampaikan penyesalannya ketika mas Tonny wafat karena ia belum pernah mewawancarai leader Koes Plus ini.

Penulis sendiri sudah tiga kali menemui mas Ton dikediamannya di Jl.Haji Nawi 72 Jaksel.

Terakhir jumpa mas Ton saat Koes Plus merilis album Cinta Dibalik Kota.

Album tersebut penulis resensi dan dimuat di koran Sentana karena penulis adalah wartawan media tersebut yang ditugaskan di Bandung.

Memang wartawan angkatan 80 an jika belum berani wawancara dengan benggolan atau dedengkot Koes Plus dianggap nyalinya kurang besar. Karena wartawan selain cerdik harus bernyali besar.*

KOMENTAR DISQUS :

Top