Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Peristiwa

Langkah Raksasa Benny Panjaitan di Blantika Musik Pop

Rabu, 25 Oktober 2017 17:55:49 wib - Komentar
Panbers

Jakarta, (Banten88.com): Jagat musik pop nasional kembali kehilangan putra terbaiknya. Ia adalah Porbenget Mimbar Mual Hamonangan Panjaitan atau populer disapa Benny Panjaitan leader band legendaris Panjaitan Bersaudara atau Panbers. Benny wafat di Jakarta pada Selasa (24/10/2017).

Dalam usia 69 tahun akibat sakit stroke, saat ini banyak anak-anak muda pecinta musik pop hanya mengenal 2 lagu karya panbers yakni Gereja Tua (1986) serta Cinta dan Permata (2001). Padahal sesungguhnya banyak nian mega karya Benny Panjaitan yang layak dikedepankan.

Panbers pada dekade 70-an adalah band yang sangat berpengaruh di blantika musik pop setelah band legendaris Koes Plus. Pada dekade 70-an itu juga, Indonesia memiliki 6 super group papan atas yakni Koes Plus, Panbers, Trio Bimbo dan Iin, The Mercys, Dlloyd dan Favourites Group.

Musisi Panbers beranggotakan 4 saudara kandung putra pasangan Drs. JMM Panjaitan, SH dan Bosani S.O Sitompul. Mereka adalah Hans Panjaitan (Keyboard/organ/piano), Benny Panjaitan (Leader group, Rhythem guitar, komposer, penulis lagu dan lead vocal), Doan Panjaitan (Bass guitar, aranger,  vocal untuk suara dua) dan Asido Panjaitan (Drumer).

 Musisi Panbers adalah kalangan kelas menengah di Jakarta. Ayahnya Drs. JMM Panjaitan, SH seorang bankir dari BRI. Markas band ini terletak dikawasan elite Jalan Hang Tuah Raya, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kala itu kawasan elite seperti Kelapa Gading, Simprug maupun Pondok Indah masih ditumbuhi padang ilalang. Apalagi Meikarta, belum ada. Sebagai pimpinan BRI JMM. Panjaitan selalu berpindah penugasan ke berbagai daerah. Tahun 1969 Panbers didirikan di Kota Surabaya. Tahun 1971, JMM Panjaitan alih tugas  ke Jakarta, Panbers ikut pula hijrah ke ibukota, 1971 merupakan tahun kebangkitan dan keemasan band  4 bersaudara ini.

Catatan penting  yang harus dikedepankan antara lain, band ini membeli cash peralatan musik milik band wanita Dara Puspita usai Dara Puspita menggelar tour show dari daratan Eropa seharga Rp10 juta.

Kala itu, harga sedan Toyota Corolla gres hanya Rp3.500.000,-. Tahun 1971 itu pula, nama Panbers mulai dikenal pasca mengikuti Jambore Band Nasional yang digelar di Jakarta.

Puncaknya keberhasilan Panbers setelah  merilis album perdana dengan Hits Akhir Cinta di pabrik piringan hitam (PH) Dimita Moulding milik pengusaha asal Karawang Jawa Barat Dick Tamimi atau Muhammad Sidik Tamimi. Lagu yang ditulis Benny Panjaitan ketika ia masih kuliah tingkat pertama di Sekolah Tinggi Teknik Nasional (STTN) Jakarta, meledak dahsyat di pasar.

Album ini bersaing ketat  dengan album Koes Plus Volume 3 dengan hits Hujan Angin. Namun dalam pertarungan yg sangat obyektif di kancah tangga lagu-lagu, Akhir Cinta mengalahkan Hujan Angin. Dan kedua group besar itu, Koes Plus dan Panbers sama-sama bernaung di label Dimita Moulding.

Namun antara Koes Plus dan Panbers terjadi persahabatan yang sangat baik. Ini terbukti ketika wartawan legendaris Bens Leo dari Majalah Aktuil, majalah musik paling berpengaruh terbitan Kota Bandung akan menulis laporan utama tentang Panbers setelah sebelumnya Aktuil menurunkan laporan lengkap dan cover foto musisi Koes Plus dengan head line berjudul MENGAPA KOES PLUS ?.

Justru Bens Leo memperoleh kemudahan mewawancarai Panbers karena  memperoleh rekomendasi dari leader Koes Plus Tonny Koeswoyo yang bersahabat dengan Benny Panjaitan. Panbers terus ber-evolusi dan musik pop dengan gegap gempita menyambut mereka. Bahkan majalah musik Varianada kala itu membuat judul tulisan yg amat bombastis “Bravo KOES PLUS Viva PANBERS”.

Tahun 1971 itu juga Panbers tampil di Istora Senayan Jakarta sebagai band pembuka ketika  super group kelas dunia The Bee Gees menggelar konser di Asia. Pada 1972, Panbers menyabet penghargaan sangat bergengsi sebagai Band Favourite pada acara Kamera Ria di TVRI pusat Jakarta. Tahun 1975, 76 dan 77 memperoleh predikat sebagai band paling digemari. Masih di tahun 1975 memenangkan angket musik pada lagu Terlambat Sudah. Gelar terhormat tersebut kembali direbut pada 1977 untuk album  pop melayu dengan hits Perantau.

GOLDEN RECORD YANG DIANUGERAHKAN UNTUK PANBERS.

Jika dalam satu album bisa terjual minimal 500.000 copy kaset, maka group band tersebut berhak mendapat piringan emas atau Golden Record. Panbers memperoleh piringan emas sejak 1971 untuk  lagu Akhir Cinta. 1974  hits Bebaskan. 1976  album Pop Melayu Volume 1 Nasib Cintaku dan album pop Indonesia Maafkan Daku. 1978 kembali memperoleh golden record untuk album Pop Melayu Volume 2 dengan lagu andalan Musafir. 1979 golden record lagi pada lagu Kasihku. Ketika tahun 1986 masa keemasan super group sudah makin surut, Panbers dengan mengejutkan memperoleh lagi golden record untuk mega hits Gereja Tua. Sedangkan lagu Cinta dan Permata memperoleh piringan perak pada 2001. DISCOGRAFI PANBERS DARI MASA KE MASA.

Benny Panjaitan memang dikenal mahir dalam menulis lyrik serta merangkai melody dan harmoni. Ini terbukti ketika dedengkot Panbers ini menulis lagu pop Batak berjudul Tao Toba Na Tio dan Tading Ma Ho Hutading. Bagi penulis yang asli wong Solotiga atau asli dari Salatiga, Jawa Tengah, tentu sulit untuk memaknai isi lagu tersebut. Namun karena harmoni dan melodynya indah, lagu pop Batak Panbers tetap enak dinikmati meski penikmatnya bukan berasal dari tanah Batak. Kecerdasan lainnya yang ditunjukan Benny, ketika ia menulis lagu Indonesia My Lovely Contry. Lagu berirama rock tersebut dikawinkan dengan musik tradisional Batak.

Hasilnya luar biasa dahsyatnya. Struktur lagu menjadi kuat. Nada pentatonik dan diatonik yg dikawinkan Benny ternyata mampu mencapai klimak dan membuat makin perkasa hits Indonesia My Lovely Country. Selama berkarier Panbers telah menghasilkan 700 lagu.

Sebagian besar  ditulis Benny Panjaitan. Lagu-lagu panbers tampil dengan berbagai irama musik membentang dari pop, rock and roll, irama melayu, bossa nova hingga blues. Lagu-lagu tersebut direkam diberbagai major label. Antara lain : I . Perusahaan rekaman Dimita Moulding 7 album lagu Pop Indonesia, 1 album Natal dan 1 album Pop Batak. II. PT Remaco 7 album Pop Indonesia, 7 album Pop Melayu, 2 album lagu Natal, 4 Album Lagu Batak, 2 album lagu Rock, 2 album Nostalgia dan 2 album Instrumentalia. III. PT Irama Tara, 4 album lagu Pop Indonesia, 4 album Pop Batak, 8 album Rohani. IV. DS Record, 3 album Pop Indonesia. V. Satria Kurnia, 6 album Pop Indonesia dan 3 album lagu Nostalgia. VI. Disc Tara, 1 album Pop Indonesia. VII. B Production Ltd Zwitzerland, 1 CD lagu berbahasa Inggris dan Jerman. VIII Harpa Record, 4 album Pop Indonesia. IX. Bravo Musik, 6 album Pop Indonesia dan 6 album lagu Nostalgia. Musisi Panbers pasca wafatnya Benny Panjaitan, kini hanya tinggal Asido Panjaitan (60). Hans Panjaitan wafat pada 12 Maret 1995 akibat sakit jantung dan Doan Panjaitan meninggal dunia 30 Oktober 2010 komplikasi penyakit ginjal. (SS)

KOMENTAR DISQUS :

Top