Indonesia English
Rabu, 19 Juni 2019 |
Nasional - Politik

Lawan Haji Lulung, Ahok Dihadang Pemakzulan

Jumat, 05 Juni 2015 20:03:03 wib - Komentar

Jakarta, (Banten88.com)- Serangan Gubrnur DKI Jakarta, Basuki T Purnama terhadap Wakil Ketua DPRD, Haji Lulung Lunggana berbuntut derasnya hampir semua anggota parlemen DKI sepakat untuk memakzulkan Ahok. Kemarin, Ahok menyarankan agar Lulung menyerahkan diri ke Bareskrim agar tidak perlu cape-cape lagi menjadi saksi.

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi ketika dikonfirmasi wartawan memastikan akan tetap mengakomodasi sidang paripurna Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Mengenai terpenuhi jumlah suara HMP, dia tidak akan mempersoalkan jumlah peserta sidang yang diprediksi tidak akan memenuhi kuorum.

"Intinya, saya laksanakan itu supaya tidak ada ganjalan di panitia angket, ada tindak lanjutnya, persoalan kuorum tidak kuorum itu masalah pribadi masing-masing anggota," ujar  Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jumat (5/6).

Dikatakan Prasetio, paripurna HMP tidak akan kuorum tanpa dukungan dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Hanura. Jika dihitung menurut jumlah perolehan kursi, Fraksi PDI Perjuangan memiliki jumlah anggota Dewan terbanyak di DPRD DKI, yaitu 28 anggota. Sementara, Fraksi Partai Hanura 10 anggota. Jika dijumlahkan, total anggota Dewan yang tidak mendukung HMP adalah 38 anggota.

Lebih lanjut Prasetyo mengatakan, dari estimasi yang ada, sisa anggota fraksi yang mendukung berjumlah 68 orang. Sedangkan menurut Pasal 336 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR DPR DPD dan DPRD (UU MD3), pengajuan HMP harus didukung minimal 3/4 atau sekurangnya 80 anggota yang hadir saat paripurna.

“Kita jalankan dulu kewenangan yang ada, mengenai kuorum dan tidaknya nanti kita lihat dinamika ke depan,” jelasnya

Menurut Prastyo, HMP membutuhkan 2/3 dukungan dari jumlah anggota yang hadir. Jika semua anggota Dewan hadir dalam paripurna, jumlah suara yang dibutuhkan untuk menggelar HMP tetap tidak cukup. Sebab, 2/3 dari jumlah anggota yang hadir yaitu 106, adalah sekitar 70 dukungan. “Dinamika pasti akan berubah pada saatnya,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama ketika dikofirmasi mengaku tidak akan melakukan perlawanan pada paripurna hak menyatakan pendapat. Menurutnya, biarkan dewan menggunakan kewenangnnya untuk melakukan HMP dan dia akan mengiukti proses yang sedang di gagas oleh DPRD DKI.

“Kita ikut saja lah, buat apa melakukan perlawanan segala, tidak perlu, saya akan mengikuti apa yang menjadi tujuan mereka,” pungkasnya. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top