Indonesia English
Minggu, 05 Juli 2020 |
Hukum dan Kriminal

Limbah Bau Di Dekat Gunung Pinang, Pembuangnya Harus Diproses Hukum

Selasa, 02 Juni 2020 22:02:26 wib - Komentar
Limbah Bau di dekat Gunung Pinang saat di Police Line.

 

Serang,(Banten88.com): Kepala Desa (Kades) Wanayasa H Komarudin mendukung aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum sampai tuntas, terhadap pelaku pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun B3 berupa sludge kertas di dekat Gunung Pinang Kampung Toyomerto, Desa Wanayasa, kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. 

"Kami sebagai aparat Desa Wanayasa sangat mendukung kepolisian dalam hal ini Polres Kota Serang untuk mengusut  tuntas kasus pembuangan limbah itu," kata Kades Wanayasa ketika di hubungi melalui telepon selulernya.

H Komarudin juga menjelaskan bahwa, hingga saat ini, aparat Desa Wanayasa tidak pernah memberikan ijin kepada siapapun dan atas nama siapapun untuk membuang limbah B3 di wilayahnya. 

"Apa lagi ini limbah masih tergolong limbah B3 yang dapat berdampak kepada lingkungan dan warga  sekitar, kami sangat keberatan sekali lah keberadaan limbah itu," ungkapnya.

Dikatakannya, sudah banyak warga kampung Toyomerto yang melapor dan mengeluhkan bau yang di duga bersumber dari limbah itu.   "Kami berharap agar limbah itu segera di buang dari kampung Toyomerto, informasinya sih limbah itu di buang di lapak pencucian dan penjualan pasir milik salah seorang oknum anggota dewan Provinsi Banten berinisial AS," tutur H Komarudin.

Sementara itu, AS, oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, yang di sebut-sebut sebagai pemilik lapak pencucian dan penjualan pasir dimana limbah itu di buang, ketika di konfirmasi di lobi hotel Mahadria, Kota Serang mengatakan bahwa limbah itu bukan miliknya.

"Limbah  sludge kertas itu bukan milik saya, hanya di buang di dekat tempat usaha lapak pencucian dan penjualan pasir milik saya," kata AS.

AS juga mengatakan,  pemilik limbah itu adalah Budi yang hingga saat ini sangat sulit untuk di hubungi.  "Sampai saat ini, saya kesulitan untuk menghubungi Budi,  handphone miliknya  juga tidak pernah aktif," ungkap AS yang saat itu di dampingi Syarifudin.

Informasi yang berhasil di himpun mengatakan, kasus pembuangan limbah di Kampung Toyomerto ini sudah berproses di Polres Kota Serang, bahkan satu unit mobil truk bernopol B 9106 SYT  yang di duga digunakan mengangkut limbah itu sudah di amankan. Lokasi pembuangan limbah itu  pun sudah di pasangi garis Polisi.

"Persoalan pembuangan limbah itu sudah di tangani oleh Polresta Kota Serang," kata Lili Amaliawati ST, Kepala Seksi penanganan kasus lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang   melalui WA pribadinya.

Namun sangat di sayangkan, ketika hal ini akan di konfirmasi kepada Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto S.IK M.Si tidak berhasil, begitupun ketika di hubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan tidak merespon.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top