Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Luhut, Proses Investasi Sesuai Prosedur Jangan Dipolitisasi

Senin, 29 Februari 2016 20:05:31 wib - Komentar
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan

SERANG,(Banten88.com):Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, meski sejauh ini pihaknya belum mengetahui terkait pembangunan pabrik air kemasan yang dibangun PT Tirta Fresindo Jaya anak perusahaan PT Mayora di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Namun demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat jika sepanjang proses investasi dilakukan secara prosedur dengan benar, tentunya jangan dipolitisasi. 

“Untuk kasus PT Mayora saya tidak tahu persis, namun sepanjang investasi dilakukan dengan benar tentunya harus didukung. Jangan dipolitisasi, karena itu nantinya akan menciptakan lapangan kerja,” katanya, ketika ditanya wartawan saat jumpa pers di pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin, (29/2). 

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengaku sejauh ini juga tidak paham betul mengenai pendirian pabrik perusahaan air minum kemasan tersebut.  “Tanya ke pak Kapolda kalau masalah tersebut,” katanya. 

Namun Rano mengatakan, awalnya izin pembangunan pabrik kemasan itu, sebelum ada aturan UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, izinya yang mengeluarkan ada di kabupaten/kota, begitu ada masalah sekarang wewenang dilimpahkan ke Provinsi.

“Tentunya kita melihat, ngapain orang usaha disini kalau tidak dimungkinkan untuk usaha, kalau awalnya mungkin tidak bisa, ngapain dia investasi disini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, para warga dan ulama di daerah tersebut menolak keras rencana pembangunan pabrik air kemasan tersebut. Hal ini dikarenakan air yang menjadi sumber kehidupan bagi warga di lima kecamatan baik Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang tidak lagi bisa dimanfaatkan. Apalagi, ada enam mata air yang tertimbun kurang lebih 2 meter oleh aktivitas pembangunan pabrik tersebut.  Selain itu, rencana pembangunan pabrik tersebut dilakukan di atas makam keramat yang sudah dijaga bertahun-tahun oleh para ulama Pandeglang.  (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top