Indonesia English
Kamis, 17 Januari 2019 |
Pendidikan

LULUSAN PRODI OBU STPI LANGSUNG DIANGKAT SEBAGAI ASN TANPA TEST.

Selasa, 08 Januari 2019 18:48:10 wib - Komentar
Ketua Jurusan (Kajur) Managemen Penerbangan STPI, Kardi, SH, MH .

JAKARTA (Banten88.com) :TARUNA lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) sekolah milik Departemen Perhubungan ini berkampus dikawasan Curug Tangerang, Provinsi Banten. Lulusan jurusan Manajemen Penerbangan pada Program Studi (Prodi) Operasi Bandar Udara (OBU) angkatan tahun 2018 dinyatakan sebagai angkatan " Pola Pembibitan ". Demikian diungkapkan Ketua Jurusan (Kajur) Managemen Penerbangan  STPI, Kardi, SH, MH pada media cyber Banten88.com (Jumat 4/1/2019).

Kardi menambahkan, setelah mereka lulus dari STPI,  pemerintah sudah menyiapkan lapangan pekerjaan  dan para lulusan tersebut  diangkat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) tanpa melalui test. Selanjutnya para lulusan prodi OBU STPI tahun 2018 akan ditempatkan di bandara  bandara dan instansi milik pemerintah untuk diangkat sebagai ASN Golongan II C. Taruna Prodi OBU menempuh pendidikan 3 tahun di STPI atau setara dengan 6 semester.

Kardi mengemukakan lagi, para lulusan prodi OBU disiapkan menjadi pegawai atau para pelaksana di bandar udara di dua tempat. Yakni di Sisi Darat (Land Side) dan Sisi Udara (Air Side). DIsisi Darat dibekali dengan kompetensi " Aviation Security " sampai " Junior Avsec ".

Para lulusan prodi Obu juga bisa bertindak sebagai petugas pelaksana " Aviation security ", petugas cargo atau bertugas di Terminal Inspeksi  " Informations ". Sedangkan di sisi Udara bertugas sebagai AMC atau kepanjangannya adalah " Apron Movement Control " atau sebagai Pengawas pergerakan orang, kendaraan, pesawat udara di Apron fungsinya untuk menghindari terjadinya " accident " atau kecelakaan yang ada di Apron agar orang yang berlalu lalang, kendaraan yang berlalulintas dan pesawat yang bergerak, itu semua bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada " accident ". Mereka juga bisa bertugas sebagai pemberi  pelayanan pemanduan parkir pesawat udara ( Ground Marshall) atau sebagai seorang Marshaller. (Sedangkan yang dimaksud dengan Apron adalah bagian dari Bandar Udara yang digunakan sebagai tempat untuk parkir pesawat).

Masih papar Kardi, calon taruna STPI yang memilih prodi OBU peminatnya tertinggi kedua setelah Pemanduan Lalulintas Udara (PLLU) karena prodi OBU penjaringan peminat tidak sebatas

lulusan SLA jurusan IPA saja namun  jurusan IPS pun bisa kuliah di prodi OBU, tambah Kardi lebih lanjut.

Saat ini di Prodi OBU tetdapat 195 taruna yang menimba ilmu. Mereka adalah angkatan XII, XIII dan XIV. Terkait dengan minat kuliah di STPI, Ketua Jurusan Managemen Penerbangan STPI ini

Kepada Banten88.com menegaskan, STPI memiliki keunggulan lebih dibanding sekolah - sekolah lain yang sejenis. Faktanya 99,9% lulusan STPI cepat diserap lapangan kerja, paparnya.

Menjawab pertanyaan Banten88.com. Apa keunggulan STPI dibanding perguruan tinggi lainnya yang sejenis ?. Kardi membeberkan :

1. STPI memiliki Simulator Airside Driving Training yakni simulasi yang dilakukan para taruna untuk pengawasan dilapangan sejak dari Apron serta bagaimana pesawat harus melewati runway dan hal apa saja yang harus dipersiapkan sampai  mereka mendapatkan clearance dari petugas ATC (Air Traffick Control) guna keselamatan dan kelancaran penerbangan. Simulator ini tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya, urai Kardi.

2. Aircraft Marshalling Training, Simulator ini juga tidak dipunyai perguruan tinggi lainnya, yakni simulasi untuk memandu parkir pesawat terbang. Para taruna bisa melakukan pelatihan pemanduan parkir pesawat udara didalam kampus STPI yang berlokasi di 2 tempat. Yakni di Lab.Simulator  Aircraft Marshalling Training atau langsung memperagakan  di Apron. 

3. CBT - Lab : Didalamnya terdapat 30 komputer yang dilengkapi dengan program pelatihan X - ray bagasi dan cargo.

4. X - ray Bagage merupakan simulator lab yang dilengkapi seperangkat peralatan simulasi modern untuk separator X - ray barang.

5. Observer room : Ruangan dimana Taruna dapat memantau kegiatan simulasi yang berlangsung diruangan lain.

6. X - ray Cargo merupakan Lab simulasi modern, Taruna peserta diklat dapat berlatih menjadi operator X - ray khusus cargo.

7. Passenger and Bagage Handling Lab, terdapat seperangkat pendataan penanganan dan pengamanan orang dan barang mulai dari " Walk through ", " Explosive Detector ", " Hand held explosive detector ", " Chek - inside" hingga seperangkat " Conveyor belt ". (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top