Indonesia English
Jumat, 23 Oktober 2020 |
Ekonomi dan Bisnis

LURAH SUKAMULYA PUAS DENGAN HASIL KERJA PROSES LATASIR JALAN DI BLOK MANIS

Rabu, 14 Oktober 2020 20:12:04 wib - Komentar
PROSES pekerjaan Latasir jalan kelurahan yang berlokasi di Blok Manis.

Kuningan (Banten88.com) : YAYAT HIDAYAT, SE, pimpinan Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat merasa puas dengan hasil kerja proses Latasir di jalan kelurahan yang berlokasi di Blok Manis.

" Alhamdulillah saya puas dengan hasil kerja pembuatan Latasir . Karena dalam pelaksanaannya dibilas 2 kali, ditabur untuk dasar lalu dibilas lagi dan ditabur lagi. Kualitas bahannya juga istimewa. Saya puas," tegas Yayat Hidayat.

Lebih lanjut Yayat mengatakan, pihaknya sempat emosi ketika ada wartawan menginfokan bahwa yang dilatasir pendek hanya sekitar 15 meter.
" Saya khawatir apa yang diinfokan wartawan itu benar. Padahal saya sudah anggarkan untuk latasir 50 meter," ujar Yayat lagi.

" Akhirnya saya panggil pak Kasie dan dijelaskan panjang jalan yang sudah dilatasir 50 meter.
Selanjutnya saya perintahkan ukur ulang dengan seksama, ternyata panjang Latasir mencapai 68 meter.
Saya benar-benar puas dengan hasil kerja Latasir jalan di Blok Manis karena menggunakan bahan yang berkualitas pula," tegas Yayat Hidayat.

Sebelum konfirmasi ke Yayat Hidayat, Banten88.com mengirim daftar pertanyaan terlebih dahulu ke Lurah Sukamulya terkait proses pekerjaan Latasir di Blok Manis.

Saat jumpa Yayat Hidayat, Banten88.com sampaikan bahwa tugas wartawan adalah bertanya dan mematuhi prinsip-prinsip Jurnalistik yang akurat, obyektif, berimbang dan tanpa prasangka.
Kepada Lurah Sukamulya Banten88 sampaikan " Bagaimana mungkin wartawan bisa menulis berita yang akurat dan berimbang jika dia tidak rajin bertanya dan melakukan chek and rechek.

BANTUAN UMKM
Guna mengantisipasi dampak penyebaran virus Covid 19, warga Sukamulya, masih ungkap Yayat Hidayat, sudah menerima bantuan secara " Walatra " (merata). Ada yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial, ada juga bantuan dari Gubernur Jawa Barat, serta bantuan dari Bupati Kuningan bentuknya Sembako.

Sedangkan yang dari Dana Peralihan dana pembangunan kelurahan ke Bansos. Bantuan ini berbentuk uang Rp.300.000,- selama 9 bulan dan Rp.600.000,- untuk 3 bulan. Ini merupakan bantuan dari Pusat, urai Yayat lagi.
Tapi belum tentu 600 pedagang yang kami ajukan akan memperoleh seluruhnya.
Adapun bantuan yang akan turun, adalah bantuan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bantuan ini, papar Yayat dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
Kami sudah mengajukan bantuan untuk pedagang kecil seperti pedagang Cilok, pedagang Surabi (serabi) serta pedagang kecil lainnya yang usahanya terdampak sejak adanya virus Covid 19.
Untuk mendata pedagang agar akurat, pihak kelurahan koordinasi dengan para Ketua RT, karena Ketua RT yang mengetahui persis keberadaan warganya.

Jika bantuan turun, tiap pedagang kecil akan menerima Bantuan langsung berupa uang tunai ke yang bersangkutan sebesar Rp.2.400.000,-.
Bantuan diambil langsung oleh pedagang dan pihak kelurahan hanya memberi pengantar dan surat keterangan usaha saja, tambah Yayat.
" Namun kami sempat kaget ketika ada yang harus dicairkan di BRI Banjar. Akhirnya setelah kami koordinasi dengan BRI Cigugur, masalah tersebut bisa diatasi di BRI Cigugur dengan pengambilan secara kolektif," masih tutut Yayat.

Dalam himbauannya pimpinan Kelurahan Sukamulya ini meminta agar para pedagang kecil yang menerima bantuan UMKM agar betul-betul dimanfaatkan untuk modal dan pengembangan usaha. Jangan malah buat membeli barang-barang yang sifatnya konsumtif. Demikin Yayat Hidayat, SE..(seno).

KOMENTAR DISQUS :

Top