Indonesia English
Kamis, 27 Juni 2019 |
Nasional - Politik

MA Menangkan PPP Kubu Djan, Romi Minta Muktamar Luar Biasa

Jumat, 06 November 2015 19:14:59 wib - Komentar
Fernita Darwis.

Jakarta, (Banten88.com) – Pasca putusan MA, kembali dua kubu partai berlambang Ka’bah ini berseteru lagi. Pengurus PPP kubu Romahurmuziy mengusulkan muktamar luar biasa setelah putusan MA diketok. Usulan kubu seberang itu, tentu saja ditolak oleh kubu Djan Faridz yang merasa sudah berada diatas angin karena putusan incraht sudah ditangan. 

"Kita sudah baik-baik, ketika keputusan PTUN menang, kita sudah ajak Mas Romi bergabung, bentuk tim islah. Tapi kelompok Romi tidak pernah puas, terus lakukan perlawanan hukum," kata Waketum PPP kubu Djan, Fernita Darwis saat dihubungi, Jumat (6/11).

Kini, kubu Djan meminta Romi cs menjalankan keputusan hukum yang sudah ada yaitu putusan MA yang membatalkan SK kepengurusan Romi. Di sisi lain, Romi punya pendapat lain dan dia sudah mengklaim jika kepengurusan PPP yang berlaku adalah hasil Muktamar Bandung.  "Kalau keputusan hukum sudah jelas inkrah, cooling down dong," ujar Fernita kesal.

Dikatakan Fernita, dia mengaku tidak paham dengan tujuan Romi mengusulkan muktamar luar biasa. Romi diminta mengikuti saja putusan hukum yang ada da bergabung dengan kubu Djan.  "Jujur saja kita bingung ikuti maunya Mas Romi. Sudah lah, tidak usah lagi. Tidak usah ada lagi upaya mencerai berikan partai. Itu bikin kader bingung. Sudahlah, Mas Romi stop," ujar Fernita.

Sebelumnya diberitakan, Kubu Romi menyebut muktamar luar biasa adalah salah satu solusi. Suryadharma Ali yang merupakan Ketum PPP hasil Muktamar Bandung diminta menunjuk plt ketum untuk selanjutnya mempersiapkan muktamar. 

"Muktamar luar biasa di bawah kepemimpinan DPP PPP Hasil Muktamar Bandung 2011 merupakan alternatif penyelesaian konflik internal PPP," kata Wasekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani melalui pesan singkat, Jumat (6/11). 

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII Jakarta pimpinan Djan Faridz. Menang di MA, pihak Djan Faridz ingin merangkul kubu PPP pimpinan Romahurmuziy .

Wakil Ketua Umum PPP Djan Faridz, Fernita Darwis, mengatakan pihaknya sangat terbuka bila Romi cs bergabung. "Alhamdulillah, kami sangat terbuka. Silakan (bergabung). Bersatu itu kan bagus dalam Islam," ujar Fernita.

Namun, Fernita menegaskan, bila ingin bergabung, maka tak boleh ada permintaan rekonsiliasi kepengurusan dan meminta posisi di DPP PPP. Menurut dia, putusan MA sudah jelas, yaitu mengembalikan seperti putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. "Putusan di PTUN jelas diperkuat MA. Artinya kepengurusan yang sah itu kami di bawah pimpinan Pak Djan Faridz," ujarnya.

Dengan putusan MA itu, dia berharap konflik kepengurusan PPP tak perlu diperpanjang, yang nantinya makin rumit. Menurutnya, kubu Romi harus legowo, bisa menerima demi kepentingan bersama. "Terserah mereka tanggapi seperti apa? Kalau saya inginnya mereka legowo. Kan ini juga buat kebaikan partai," tuturnya.

Surat keputusan Menkum HAM yang mengesahkan kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII Surabaya dibatalkan MA. Putusan MA ini membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta dan menguatkan putusan PTUN Jakarta. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top