Indonesia English
Rabu, 22 Januari 2020 |
Politik

Mahasiswa Diminta Berperan Aktif Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Kamis, 09 Februari 2017 09:22:33 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Mahasiswa sebagai pemilih pemula diminta untuk kritis dan juga berpartisipasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubenur (Pilgub) Banten 15 Februari 2017 mendatang. Hal itu terungkap pada acara diskusi dan sosialisasi pilgub Banten 2017 di sebuah rumah makan di Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (8/2).

Pada kegiatan yang diselenggarakan KPU Banten bekerjasama dengan Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Pilkada Banten dihadiri oleh tiga narasumber yakni, Komisioner KPU Banten Pokja Pencalonan dan Kampanye Syaiful Bahri, akdemisi Ail Muldi yang merupakan dosen Fisip Untirta, dan Ketua IJTI Banten Aimarani. Hadir sebagai keynote speaker Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah.

Menurut Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah dirinya pesimistis partisipasi pemilih dapat sesuai target yaitu 70 persen. Ia pun mengaku terjun langsung ke lapangan untuk menayakan kepada masyarakat.

 

“Pas saya tanya banyak yang belum tahu kalau di Banten ada Pilkada. Makanya saya meminta dalam sisa waktu ini peran KPU Banten dalam sosiliasasi harus lebih ditingkatkan,” kata Asep.

Dikatakan Asep, peran mahasiswa sebagai pemilih pemula sangat penting, khususnya dalam mensosialisasikan pilkada ini. Ia pun menyoroti PKPU yang membatasi jumlah alat peraga.

“Relawan a, b, c yang di lapangan juga bagian dari sosialisasi. Kalau alat peraga dibatasi yah akan berakibat juga pada tingkat partisipasi, dan ini perlu dikaji dari sisi itu,” ujarnya.

Lain lagi dengan akademisi Untirta Ail Muldi. Ia menganggap KPU berkepentingan dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

“Tapi ada aspek lain dari KPU membutuhkan masyarakat dan mahasiswa. Selain untuk membangun masyarakat yang kritis dalam memilih sosok pemimpin yang bukan berdasarkan ketokohan, kekayaan, tapi memilih pemimpin yang dapat memberikan perubahan,” kata Ail.

Menurut Ail, pada prinsipnya masyarakat cenderung menokohkan orang.  Dalam kaitannya dengan pemilih pemula, dirinya semula yakin 100 persen bahwa mereka mempunyai kesadaran dalam mensuksekan pilkada.

“Salah satu indikatornya, itu saya melihat dari dulu mereka telah diajarkan untuk memilih, seperti pada pemilihan Ketua OSIS misalnya. Mereka punya modal tapi saat ini dikotori dengan budaya yang tidak benar,” ujarnya.

“Kita harusnya bisa menawarkan chanel informasi yang bersifat bagus tanpa adanya intervensi politik yang tidak memihak pada salah satu calon. Kalu itu klik saja website KPU semua informasi ada di situ,” lanjutnya.

Dijelaskan Ail, dalam konteks Pilgub Banten, harus ada keterpaduan antara KPU dan masyarakat. “Pemilih pemula itu adalah generasi kita yang akan datang, yang akan jadi pemimpin,” katanya.

Sementara, Komisioner KPU Syaiful Bahri lebih mengajak kepada para pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Banten nanti. “Sosialisai terus kita lakukan. Dan saya mengimbau kepada pemilih untuk mencoblos sesuai dengan pilihan anda,” ujarnya.

Terpisah, Ketua IJTI Banten Aimarani menilai, pemilih pemula menjadi pemilih yang cerdas. Menurutnya, dari aspek media, seluruh konten yang berkaitan dengan pilkada mengandung ajakan.

“Media juga mengajak pemilih pemula untuk berperan aktif dalam pilkada. Sangat naif jika pemilih pemula tidak punya hasrat, dan harus diakui peran media itu sangat penting,” ujarnya.

Dijelaskan Aimar, sebagai Ketua IJTI Banten, dirinya melihat terdapat 120 ribu lebih pemilih pemula di Banten. Ia berpendapat jika jumlah itu berkurang pada pilgub dari jumlah pada pilpres akan sangat disayangkan. pada sela acara itu juga dilakukan deklarasi jurnalis untuk mengawal proses pencoblosan dan penghitungan suara dengan profesional.(Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top