Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Peristiwa

Mahasiswa & Warga Berujuk Rasa Tolak Penambangan Pasir Laut

Rabu, 13 April 2016 20:07:41 wib - Komentar
Puluhan warga dan mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Banten (PRB) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Banten Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Banten. Rabu (13/4).

SERANG,(Banten88.com): Puluhan warga dan mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Banten (PRB) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Banten Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Banten. Rabu (13/4). Dalam orasinya mereka meminta kepada wakil rakyat memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mencabut dan menghentikan aktifitas penambangan pasir laut di Pantai Utara Banten.

“Kami ke sini untuk meminta kepada anggota dewan supaya meberikan rekomendasi kepada pemda dalam hal ini Pemprov Banten untuk menutup aktifitas penambangan pasir laut di daerah Lontar, Domas, tengkurak, Alang-alang, Susukan, Linduk, Pontang dan Sujung,” kata Fachrurozi, koordinator massa aksi saat ditemui wartawan.

Fachrurozi mengaku, desa-desa yang disebutkannya tadi terdampak kerusakan yang diakibatkan aktifitas penambangan pasir.  “Hasil tangkapan menjadi berkurang, bahkan daerah Lontar yang sebelumnya merupakan daerah penghasil rumput laut, kini hasilnya sudah jauh berkurang. Bahkan dampak parahnya garis pantai di kawasan utara pantai Banten kini mulai berkurang,” jelasnya. 

Fachrurozi berharap, supaya dewan dan pemerintah dapat secepatnya menutup aktifitas penambangan laut yang telah berjalan selama 12 tahun dapat segera dihentikan.

Sementara itu, Septian selaku  Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Mahasiswa DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten, penambangan pasir laut di Serang Utara sudah berjalan sejak tahun 2004 hingga saat ini. “Sejak awal berjalannya penambangan pasir laut di Serang Utara,  masyarakat sudah melakukan perlawanan. Karena menurut saya penambangan pasir laut hanya akan merusak lingkungan alam yang otomatis akan meghancurkan aset generasi mendatang di Serang Utara," jelasnya.

Septian menerangkan, beberapa Perusahaan seperti PT. Jet Star, Banten Global Development (BGD), Banten Global Property (BGP), Koperasi Tirta Niaga Pantura telah bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan penambangan pasir tersebut.

"Kami akan terus melakukan perlawanan karena hal ini sangat berdampak buruk bagi nelayan yang sulit mencari ikan sebagai sumber ekonomi bahkan terjadi abrasi di kawasan Seràng Utara," lanjutnya. (YAN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top