Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Ekonomi dan Bisnis

MAMAN SUHERMAN : PELANGGAN DIMINTA BIJAK GUNAKAN AIR DIMUSIM KEMARAU

Minggu, 30 September 2018 19:18:07 wib - Komentar
MAMAN SUHERMAN Kadiv Transmisi dan Distribusi PDAM Kuningan

KUNINGAN (Banten88.com) : SELURUH pelanggan PDAM Tirta Kamuning yang jumlahnya mencapai 48.000 satuan sambungan air, pada saat musim kemarau diminta bijak dalam menggunakan air. Demikian diungkapkan Kadiv Transmisi dan Distribusi PDAM Kuningan Maman Suherman pada media cyber Banten88.com beberapa waktu lalu.

" Para pelanggan harus bijak dalam menggunakan air saat musim kemarau. Gunakan air secukupnya saja karena masih banyak pelanggan lainnya yang sama - sama membutuhkan air ", papar Maman.

Menjawab pertanyaan media cyber Banten88.com. Bagaimana mengatasi pasokan air dikala musim kemarau ?. Maman menuturkan, di Kuningan ini sumber air cukup banyak mencapai 16 sumber. Hanya saja persoalannya adalah debit airnya kecil - kecil ada yang 5 liter per detik ada pula yang hanya 2 liter per detik. Mata air yang besar hanya ada 3 yakni yang berlokasi di Darma Loka, Linggajati dan Cibulan. Namun jika kemarau tiba, sumber air tersebut juga otomatis surut.

Guna mengatasi pasokan air ke pelanggan dimusim kemarau,  PDAM Kuningan melakukan buka tutup valve atau dalam bahasa keseharian, mengalirkan pasokan air ke pelanggan secara bergantian.

Terkait dengan pengamanan pipa sumber air dari pencurian oknum, Maman menjamin aman. Karena pihaknya memiliki  " pasukan" yang tergabung dalam tim monitor yang terus bergerak mengurut jaringan pipa PDAM. Seandainya ada masalah dilapangan, pastinya akan cepat ketahuan dan akan cepat pula ditangani. Demikian Kadiv Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Kamuning, Maman Suherman.

PENAMBAHAN JALUR DISTRIBUSI DI CIGUGUR

Musim kemarau mengakibatkan pasokan air disebagian wilayah Desa Cileuleuy dan sebagian warga Kelurahan Sukamulya tidak lancar. Bahkan dampak kemarau mengakibatkan ikan peliharaan warga di Blok Manis Kelurahan Sukamulya pada mabok lalu mati seperti dialami seorang warga bernama Ojo. Kepada media cyber Banten88 com ia mengeluhkan " Kumaha ieu lauk urang  marabok kabeh. Solusina kumaha ?. Urang bingung  kudu ngadu ka saha kang " , ujar Ojo dengan nada risau kepada Banten88.com. Media ini lalu bertanya " Apa sudah melapor ke Dinas Perikanan kah. Trus apa selama ini ada pembinaan dari Dinas Perikanan ", tanya Benten88.com. Ojo hanya menggelengkan kepala saja. Perihal ikan warga mabok sudah media ini infokan ke Lurah Sukamulya Yayat Hidayat agar diambil langkah lebih kongkrit.

Sementara itu Kepala PDAM Kecamatan Cigugur, Nunu kepada media ini mengatakan, dalam rangka memperlancar pasokan air ke beberapa wilayah pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada PDAM Kuningan untuk memperbesar pipa dari 3 inchi menjadi 4 inchi agar pasokan air ke Sukamulya lebih lancar lagi.Disamping itu pihaknya juga sudah mengusulkan perlunya penambahan jalur distribusi. Pipa 3 inchi itu dibagi 5 wilayah yakni Citamba, Cigugur, Cipager, Sukamulya dan Cileuleuy. Agar pasokan air lebih lancar seharusnya zona Cipager, Sukamulya dipisah. Dan itu sudah kami usulkan kepada pak Dirut PDAM Kuningan, jelas Nunu. Usulan untuk penggantian besaran pipa dari 3 inchi ke 4 inchi dan penambahan jalur distribusi adalah upaya dari PDAM kantor pemasaran Cigugur untuk memperlancar pasokan air ke 2600 pelanggan diwilayah Kecamatan Cigigur. Pasokan air 2600 pelanggan dicover dari mata air Citamba.

Media ini juga menanyakan apakah program biaya pasang baru dari PDAM untuk calon pelanggan dengan harga relatif murah Rp.250.000,-

masih berlaku ?. Nunu menjawab "Program tsb sudah berakhir. Dan biaya pasang baru saat ini Rp.1 juta ". Demikian Nunu, Kepala pemasaran PDAM Cigugur. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top