Indonesia English
Kamis, 21 Maret 2019 |
Hukum dan Kriminal

Mantan Sekda Banten, Jadi Saksi Dugaan Korupsi Puting Beliung

Senin, 04 Mei 2015 21:57:25 wib - Komentar
Ir. Muhadi

SERANG,(Banten88.com): Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang  yang dipimpin Bambang menggelar persidangan   kasus dugaan korupsi bantuan bencana puting beliung tahun 2012 senilai Rp117 juta di Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Senin (4/5/2015).  

 

Hadir sebagai saksi mantan Sekretaris Daerah (Sekda)  Provinsi Banten, Muhadi, dan mantan Sekda Kabupaten Pandeglang, Hardono Juanda, untuk terdakwa mantan Kades Pangkalan, Suhandi, dan mantan Camat Sobang, Ace Wawan.

 

Dalam kesaksianya Muhad dihadapan Majelis Hakim mengatakan, saat itu ada tiga wilayah yang mengajukan bantuan bencana kepada provinsi antara lain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. “Usulan diajukan oleh Bupati pandeglang Erwan Kurtubi kepada Badan Penanggulangan Bencana Pusat melalui Pemprov Banten,”ujarnya.

 

Selain itu  menurut Muhadi, Bantuan dari pusat pun turun melalui BPBD Provinsi. Bantuan turun saat itu Rp2,726 miliar. Khusus untuk Pandeglang mencapai Rp638 juta. Tidak ada potongan apa pun. Bantuan diserahkan sepenuhnya ke Kabupaten Pandeglang,"ungkapnya.

Sementara, Hardono menjelaskan,  saat itu Kabupaten Pandeglang mengajukan bantuan tersebut untuk 16 kecamatan, yakni untuk 116 rumah rusak ringan dan 169 rumah rusak berat. “Bantuan untuk rumah rusak ringan mendapat Rp1,5 juta dan untuk rumah rusak berat Rp2,75 juta,” ujarnya.

Khusus untuk Kecamatan Sobang, ujar Hardono, saat itu bantuan sebesar Rp117 juta diberikan saat HUT Kabupaten Pandeglang tahun 2012. "Saat itu para camat dikumpulkan. Bantuan diambil oleh para camat di Kantor BPBD Kabupaten Pandeglang. Kecamatan Sobang langsung diterima oleh camatnya (Ace Wawan)," jelasnya.

Ditanya majlis hakim mengenai evaluasi hasil penyaluran bantuan, Hardono mengaku telah menerima laporan pertanggungjawaban sesuai dengan nominal yang diberikan kepada Kecamatan Sobang. "Kalau di lapangan terjadi penyimpangan saya tidak tahu. Yang saya tahu penyimpangan terjadi saat sudah diproses oleh Polres Pandeglang," jelasnya.

Untuk diketahui, hasil penyidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang menetapkan Suhandi dan Ace Wawan sebagai tersangka pemotongan dana tanggap darurat di Desa Pangkalan. Keduanya dijerat Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), negara dirugikan Rp108 juta. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top