Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Peristiwa

“May Day” Ribuan Buruh Gelar Baksos di Tujuh Titik

Rabu, 27 April 2016 19:28:12 wib - Komentar
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Mashuri.

SERANG,(Banten88.com): Ribuan buruh Banten akan menggelar aksi bakti social (Baksos) pada peringatan hari buruh “May Day”  yang jatuh pada 1 Mei 2016 mendatang. Rencananya, kegiatan baksos tersebut berada pada tujuh titik di beberapa wilayah di Kabupaten/Kota di Banten.

“Sejumlah titik yang akan digunakan untuk perayaan May Day diantaranya adalah, Modern Land Tangerang, Alun-alun Kota Serang, GWS Tangerang, Alun-alun Multatuli Kabupaten Lebak, di wilayah Pandeglang akan diadakan di perkebunan. Kalau data lengkapnya saya kurang begitu hafal ,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Mashuri, saat ditemui , Rabu (27/4).

Mashuri menerangkan, kegiatan May Day pada  1 Mei nanti, akan diisi beberapa kegiatan. Contohnya di Kota Serang akan diadakan jalan santai dan panggung hiburan.

“Jadi jangan berfikir May Day itu dipenuhi kekerasan atau demonstrasi. Selama ini kita bayangkan May Day itu rame dan diwarnai aksi,” jelasnya.

Seperti dijelaskan Mashuri, selama beberapa hari lalu Disnakertrans Provinsi Banten telah melakukan pertemuan dengan korlap dari berbagai aliansi buruh. “Mereka sepakat kalau pada May Day nanti tidak akan melakkan aksi. Mereka sadar kalau hari libur itu tidak boleh ada unjukrasa,” tuturnya.

Dalam hal pengamanan May Day nanti Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri juga mengantisipasi adanya pengerahan massa. Hal tersebut berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu di mana ribuan buruh masuk ke jalan tol.

“Tadi pagi rapat sama Polda untuk 1 Mei nanti, dan mereka antisipasi supaya kejadian lalu, buruh masuk tol, tidak terulang lagi. Adapun isu yang berkembang akan adanya pengerahan ribuan buruh untuk datang ke Istana sudah saya laporkan ke Kapolda,” katanya.

Mashuri menambahkan, pihaknya juga membatasi jumlah buruh yang akan ke Istana. “Kita press misalkan jumlahnya seribu. Dan kalo masalah itu kita juga tidak bisa tutup keinginan mereka,” terangnya.

Terkait kegiatan nanti sejumlah pengusaha meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyisakan beberapa orang untuk bekerja. Hal itu dilakukan supaya mesin tidak mati.

“Semalam kami juga melakukan pertemuan dengan para pengusaha. Katanya mereka juga merayakan Hari Buruh, cuma saja para pengusaha juga meminta kepada aparat maupun pemerintah untuk menyisakan beberapa buruh yang harus bekerja untuk menjaga mesin tetap berjalan dan tidak mati,” tambahnya.

Permintaan pengusaha tersebut menurut Mashuri cukup berdasar karena perusahaan seperti PT KS, Chandra Asri dan lainnya sangat bergantung pada mesin.  “Ya mereka juga tidak mau terkena sanksi, kan kalau tanggal satu Mei nanti mereka harus meliburkan seluruh buruh jika tidak akan disanksi. Tapi mereka beralasan jika mesin pabrik dimatikan, maka perlu waktu lama untuk menghidupkan kembali minimalnya satu minggu,” katanya. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top