Indonesia English
Senin, 20 Mei 2019 |
Advetorial

MELALUI LAGU MUSISI KOES PIAWAI MEMBACA TANDA TANDA ZAMAN

Jumat, 15 Februari 2019 15:55:25 wib - Komentar
MUSISI KOES PLUS Piawai Membaca Tanda - tanda Zaman.

Oleh : Seno Supono, Wartawan media cyber Banten88.com

KITA saat ini bertemu dengan era yang penuh dengan hoax dan tidak pernah kita prediksi kedatangannya. Namun sejatinya musisi Kus Bersaudara (Tonny, Nomo, Yon dan Yok Koeswoyo) dan musisi Koes Plus (Tonny, Yon, Yok Koeswoyo dan Murry) sudah membaca tanda tanda zaman tsb. Musisi Koes memang dianugerahi untuk mampu menerawang masa depan atau dalam mitologi Jawa disebut " Weruh Sakdurunge Winarah ". Atau dengan kata lain musisi Koes memiliki indra keenam.  Karena jauh tahun sebelum zaman hoax tiba, Yon Koeswoyo sudah melukiskan dengan cermat dan tepat lewat lagu berjudul ISUE dengan lyrik sbb :

BOSAN lama kelamaan bosan/

Dengan tulisan yang usang/

Selalu mengganggu orang/

Benci lama kelamaan benci/

Dengan tulisan yang keji/

Semua telah mengerti

Selalu kau buat isue/

Dengan tulisan itu/

Tulisan itu palsu/

Karena iri hatimu.

Masih terkait dengan persoalan iri hati, Tonny Koeswoyo dalam lagu berjudul Jangan Iri Hati dengan tepat pula menyampaikan :

Kalau kau tak mengerti/

Kau terus iri hati/

Habis waktumu/

Dan kau tetap begitu.

Lagu Isue yang dirilis Koes Plus pada 1976 itu terasa pas dengan kondisi saat ini. Itulah hebatnya musisi Koes meski lagu - lagu yang mereka tulis sudah berumur 4 dekade lebih, namun tetap aktual, up to date dan relevan dengan kekinian karena zaman tidak mampu menggerusnya.

Lagu Isue masuk dalam album Koes Plus in Hard Beat Volume 2. Genre musik ini adalah album special dengan sajian musik keras. Dalam album tsb, terdapat lagu berjudul Mobil Tua yang ditulis sang Kaisar Drum Republik Indonesia, Murry dan mendapat anugerah sebagai lagu terpopuler dari Radio Puspen Hankam dengan penyiar legendaris Frans Hasibuan. Soal kreatifitas, produktifitas dan ide - ide segar dalam blantika musik pop, musisi Koes belum mampu disaingi band dalam negeri manapun juga.

Ketika Koes Plus menangguk sukses dengan 2 album genre in Hard Beat langsung diikuti oleh band lain seperti D'LLOYD (Bartje Van Houten dkk) yang mengkedepankan hits Rock'n Roll Musik, Panbers (Benny Panjaitan) mengetengahkan hits Hujan Badai, Trio Bimbo & Iin Parlina menjagokan hits Hey Hujan dan group Genial and Gentleman atau disingkat G & G (Charles Hutagalung dkk) ngetop dengan hits Jejaka.

Menurut Presiden Direktur PT. Republic Manufacturing & Co (Remaco) Eugene Timothy atau akrab dipanggil Om Yujin kepada wartawan majalah musik legendaris Aktuil yang terbit di jalan Lengkong Kecil Bandung, Yujin mengatakan " Ide menulis lagu bisa diperoleh dari mana saja,  namun setelah ditangan Tonny Koeswoyo, lagu tsb berhasil ditundukan dan warna lagu itu menjadi sangat Koes Plus," tutur Yujin kepada "bocah" Aktuil. Demikian wartawan Aktuil mengakrabkan diri kepada para pembaca setianya.

NUSWANTORO

Perihal musisi Koes piawai membaca tanda - tanda zaman juga terkuak dari lagu Pop Jawa Koes Bersaudara 1977 berjudul Nuswantoro. Kedahsyatan lagu ini adalah penulisan lyrik yang bermakna mendalam. Sedangkan jika ditengok dari sisi aransemen terasa pas mengawinkan nada pentatonik dan diatonik dengan porsi yang proporsional serta diparkaya pula dengan Suluk dalang, sehingga  semakin menjadikan lagu tsb teramat istimewa. Berikut lyrik lagu NUSWANTORO :

SIMBOK biyung kepanasen/

Anak bolah podo mendem/

Ngombe banyu banyu adem/

Nganggo cangkir watu ireng

Simbok biyung mesam mesem/

Amersani kanthi tentrem/

Anyekseni titiwanci/

Setan alas digunduli/

Tur mantur soko nggunung nung/

Weteng gajah jah biso kembung.

Pada kalimat Setan alas digunduli, menurut sang pencipta lagu Tonny Koeswoyo kepada penulis memiliki arti mendalam, bahwa suatu saat nanti yang namanya kejahatan akan terbongkar meski disembunyikan dengan berbagai cara. Penegasan sang maestro dan sang pahlawan musik nasional itu relevan dengan situasi saat ini. Satu persatu para pencuri uang negara digunduli KPK dan dijebloskan ke Penjara Sukamiskin Bandung. Lagu Nuswantoro telah menunjukan kepiawaian Tonny Koeswoyo dalam membaca tanda - tanda zaman.

TEMA LAGU VARIATIF

Tema lagu Koes sangat beragam ini menunjukan tingginya kadar intelektual personelnya. Tema itu membentang mulai dari cinta tanah air, bhakti kepada orang tua, cinta sesama, penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun hidup bermasyarakat, terampil dalam membangun desa hingga anti pengkhianatan seperti lagu berjudul KU TAK MAU :

OH TEMANKU jangan jangan jangan kau marah padaku/

Kau mengira dekat - dekat dia mengambil hatinya/

Oh temanku tidak tidak aku merebut kasihmu/

Ku tak mau coba - coba itu lukai hatimu/

Kau terlalu kau cemburu/Ku tak mau ku tak mau.

PENCAPAIAN MEGA DAHSYAT

Seperti dikemukakan Ketua Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara  Surabaya, Okie T Rahardjo, selama

berkarier Koes Plus di era Tonny Koeswoyo (1969 - 1987) band legendaris ini telah merilis 107 album yang berisi 989 lagu dari berbagai genre musik meliputi : Pop Indonesia, Pop Jawa, Pop Melayu, Pop Jawa Melayu, Pop Kerontjong, album musik keras Koes Plus in Hard Beat, album special lagu berbahasa Inggris dengan tajuk " Another Song For You ", album tentang perjalanan musik Koes Plus History of Koes Brothers, album akustik Koes Plus in Folk Song, album dengan iringan full orkestra Koes Plus in Concert, album pilihan lagu - lagu terbaik semasa Kus Bersaudara 1962 dan Koes Plus yakni The Best of Koes, album instrumentalia dan album religi berupa album Qasidah dan Natal.

ANUGERAH 22 PIRINGAN EMAS

Sedangkan  Ketua Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara periode pertama, Ir.Wasis Susilo, MM pada

penulis  menuturkan, Koes Plus telah dianugerahi 22 golden record (piringan emas). Karena setiap album Koes Plus terjual minimal 500.000 copy kaset sampai 1 juta, Koes Plus berhak memperoleh sebuah piringan emas, tambah Wasis Susilo yang kini bermukim di Malang, Jatim.

TIADA BANDING & TIADA SAING

Pencapaian Koes Plus yang mega dahsyat seperti penulis paparkan diatas, hingga saat ini belum ada band di Indonesia yang mampu menyaingi kedigdayaan Koes Plus baik dari sisi produktifitas, kreatifitas dan pemasaran kaset.

Pada 1974 Koes Plus telah merilis 24 album, ini artinya dalam satu bulan terbit 2 album baru. Sungguh suatu pencapaian mega dahsyat dan luar biasa. Koes Plus memang tiada banding, tiada saing dan tiada tara.

Tuhan telah Berkenan atas kehadiran Koes Plus dan Tangan Tuhan telah bekerja untuk Koes Plus.

GROUP W.A ANGKRINGAN KB - KP

Di Jakarta, terdapat group whats app bernama " Angkringan Kus Bersaudara - Koes Plus  (KB - KP)". Meski nama group w.a tsb terkesan sederhana, namun di group ini diisi orang - orang yang punya dedikasi tinggi demi kelangsungan nama besar dan penjaga sejarah KB dan KP. Mereka sangat konsekuen dan konsisten menganalisa perjalanan musik Kus Bersaudara dan Koes Plus. Di group w.a tsb antara lain ada nama Agus Giri, penulis buku " Yok Koeswoyo, Pesan Dalam Lagu  dan sahabat musisi legendaris Yok Koeswoyo", Wasis Susilo, penulis buku " Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik sekaligus Ketua Jiwa Nusantara (JN) pertama. Agusta Marzhall (leader T.Koes Band dan Ketua JN kedua) pak Dipo (sahabat musisi Koes Plus), Seno (drumer group Koes Pembaruan yang dipimpin Yon Koeswoyo (kini sudah wafat), Tjetjep Rosadi  (Ketua JN ketiga) Wowo Sastro (Ketua Komunitas Koes Plus DIY), Agus Tjimahi (Scudeto band), Wiwit Pudyaningrum ( Dita Band Pacitan) mbak Emil, Seno Supono (Wartawan) serta masih banyak sekali teman - teman pecinta Koes Plus tanpa reserve termasuk sahabat anggota band pelestari karya Koes Bersaudara dan Koes Plus yang tergabung disini. Group w.a ini " on the track " berdiskusi secara massive dan intensif tentang group Koes dan tidak pernah melenceng ke sisi lain yang tidak ada kaitannya dengan kebesaran dan keberadaan Kus Bersaudara dan Koes Plus.

 

KOMENTAR DISQUS :

Top