Indonesia English
Kamis, 27 Juni 2019 |
Pendidikan

Melestarikan Bahasa Daerah, Banten Perlu Perda

Selasa, 09 Mei 2017 18:21:29 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Upaya melestarikan bahasa daerah di Banten, perlu didorong pembuatan peraturan daerah (Perda) yang mengatur hal tersebut. Demikian dikatakan  Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Lutfi Baihaqi  pada acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia yang digelar Kantor Bahasa Banten di aula kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (9/5).  

“Sebetulnya kita sudah berkoordinasi dengan MGMP (‎musyawarah guru mata pelajaran) Guru Bahasa daerah dan sepakat untuk menghadap Gubernur Banten membicarakan masalah perlunya perda bahasa daerah,” katanya.

Namun lanjutnya, karena momentum Pilkada maka pihaknya menunggu setelah selesai pilkada gubernur. 

Tb Ahmad Fauzi dari Komunitas Bahasa Jawa Serang mengatakan bahwa Banten memang perlu meniru langkah yang dilakukan Provinsi Jawa Barat yang sudah menelurkan perda bahasa daerah. Namun demikian penerapan pengajaran bahasa daerah di sekolah hendaknya tidak diseragamkan berdasarkan administrasi wilayah, melainkan harus berdasarkan bahasa penutur.  

“Seperti di Kabupaten Serang ada sebagain daerah yang warganya menggunakan bahasa Sunda bukan Jawa Serang,”katanya. 

Sementara, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hurip Danu Ismadi mengatakan, ‎warga Banten dapat menyumbangkan kosakata yang dimiliki ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang belum ada untuk memperkaya kata dalam KBBI. Caranya dengan mengusulkan kata yang diinginkan ke halaman kbbi.kemdikbud.go.id.

Ia mengatakan bahwa sejak kemunculan KBBI pertama jumlah kosakata dalam KBBI terus bertambah. Sampai saat ini jumlah kosakata dalam KBBI edisi kelima mencapai 6.000-an.

”Jumlahnya terus kita perbarui salah satunya dari bahasa daerah,” kata Ismadi.‎

Ismadi mengatakan bahwa penambahan kata dalam KBBI perlu terus ditingkatkan. Untuk itu saat ini setiap warga negara bisa mengusulkan kata baru yang belum ada dalam KBBI. Selain untuk mendokumentasikan kata yang pernah digunakan bangsa Indonesia juga sebagai upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Atau minimal bahasa yang digunakan masyarakat Asia.   “Upaya diplomasi kebahasaan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional juga terus kita lakukan,” katanya.

Salah satu upaya itu adalah tahun ini akan ada 220 guru bahasa Indonesia yang akan dikirim ke 35 negara untuk mengajar bahasa Indonesia. Bahkan Indonesia sudah dirikan lembaga bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo. (ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top