Indonesia English
Kamis, 07 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Menelantarkan Anak, Pasangan Suami-Istri Pecandu Narkoba

Senin, 18 Mei 2015 17:02:17 wib - Komentar

JAKARTA, (Banten88.com) – Karena menjadi pecanudu  narkoba, pasangan suami istri Utomo Permono dan Nurindria Sari memberi contoh buruk dalam urusan pengasuhan anak. Warga perumahan Citra Gran Cluster Nusa Dua Blok E8 No 37 Cibubur ini, kerap menelantarkan anak-anaknya hanya karena kecanduan untuk mengkonsumsi sabu bersama teman-temannya. Ironisnya, mereka berdua nyabu di depan anak-anak yang masih lugu.

“Kalau lagi make di rumah anak-anaknya ada dbersama mereka, tapi menurut pengakuannya anaknya tidak sampai dicekoki begitu,”kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Eko Daniyanto,

Pasangan suami istri ini, dalam kasus menelantarkan anak-anaknya belum diketahui pasti. Namun polisi menduga, dampak narkotika yang dikonsumsi keduanya ‎berpengaruh kuat terhadap kehidupan rumah tangganya.“Narkoba itu dampaknya banyak dan besar sekali, bisa saja karena pengaruh narkoba,” tukas Eko.

Dikatakan Eko, berdasarkan pengakuan, keduanya sudah lama mengkonsumsi narkotika jenis sabu sejak 6 bulan lalu.Temuan sabu berawal dari penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (15/5) lalu. Jumlahnya mencapai 0,5 gram dan dipastikan berjenis sabu.

Eko menyebutkan ada banyak dampak bagi seseorang yang candu akan narkotika. Misalnya saja, paranoid dan kehilangan kepercayaan diri. “Dampaknya itu orang yang makenya itu bisa sensitif kemudian paranoid, hilang kepercayaan diri bahkan bisa menjadikan human error, seperti kok bisa sih‎ dia hidup di rumah yang berantakan seperti itu,” jelas Eko.

Kasus penelantaran anak mencuat saat warga melaporkan pasangan suami istri ini sering meninggalkan anak-anaknya. Ke-lima anak Utomo dan Nurindria, DI (4), A (5), CK (10), LA (10), dan D (8). Mereka ditelantarkan kedua orangtuanya karena asik mengkonsumsi sabu, sementara abak-anaknya dibiarkan tak terurus.

Dari pemeriksaan petugas, pasangan ini sesungguhnya keluarga berkecukupan. Mereka tinggal di komplek elit, Utomo Perbowo bekerja sebagai dosen STT Muhammadiyah di Cileungsi, Bogor, sedangkan istrinya Nurindria Sari ibu rumah tangga dan mengelola kontrakan dengan penghasilan 30 juta setahun. Digarasi rumahnya, tampak terparkir dua mobil BMW dan Honda Odyssey. Saat diperiksa, kedua orangtua diketahui positif narkoba.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan, di safe house KPAI, Cibubur, memberi pesan di balik kasus penelantaran anak, resiko bahaya dari penggunaan narkoba. "Kasus ini salah satu  potret kecil bahaya narkoba,yang pakai satu-dua orang tapi yang jadi korban 5 anak, sangat memilukan," ujar Anton sambil menangis terharu usai menemui 5 anak.

Utomo dan istrinya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya dikenakan pasal berlapis dan diduga melanggar pasal pada undang-undang perlindungan anak dan UU kekerasan dalam rumah tangga. Mereka dikenakan pasal 44 dan 45 UU No 23/2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Selain itu juga dikenakan pasal 76,77, dan 80 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Sementara untuk narkotika, kasusnya berdiri sendiri dan akan diserahkan kepada Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top