Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Seputar Banten

Mengenal Lebih Dekat Jurnalis Senior Eli Sahroni Caleg Gerindra Kabupaten Lebak

Minggu, 08 April 2018 17:19:23 wib - Komentar
Eli Sahroni (Foto : Banten88.com)

Jakarta, (Banten88.com): "JIKA orang baik tidak mau terjun ke bidang politik. Maka para penjahat dalam tanda kutip, kelak yang akan mengisinya. Dengan demikian bisa kita gambarkan, betapa kacau balaunya kantor DPRD," demikian diungkapkan wartawan senior Eli Sahroni yang kini maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Lebak Provinsi Banten dari Partai Gerindra.

Kepada penulis. Eli yang tampil di Dapil VI meliputi Cikulur (desa kelahirannya), Gunung Kencana, Banjar Sari dan Cileles bahwa partai Gerindra Kabupaten Lebak menargetkan perolehan 9 kursi. Ia memilih partai Gerindra karena partai besutan Prabowo Subianto ini adalah partai yang berazas Nasionalisme dan konsisten memperjuangkan Keadilan serta  Kebenaran.

Dimatanya,  Prabowo Subianto adalah sosok negarawan yang diyakini mampu membawa kemakmuran bagi rakyat sekaligus mendudukan Indonesia sebagai negara bermartabat dan dihormati serta setara dengan bangsa-bangsa di negara maju lainnya.

"Kami akan all out bertarung dengan sportif untuk memenangkan pak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia," tegas Eli dengan semangat ber api-api.

BADAN KECIL NYALI BESAR

Penulis mengenal sosok putra Banten ini sejak 1998. Kala itu penulis adalah Redaktur Pelaksana Surat Kabar Mingguan Sentana yang terbit di Jakarta sedangkan Eli Sahroni adalah wartawan Sentana  yang bertugas di Kabupaten Lebak. Eli kala badannya kecil tapi nyalinya besar. Ia termasuk kategori "wartawan berani".Tulisan-tulisannya kerap menampilkan pemberitaan yang keras (hard news) alias full social control. Namun eloknya tidak ada satu berita pun yang dibantah oleh pihak-pihak yang ia control. Ini artinya sebagai jurnalis ia memahami benar azas akurat dan obyektif yang merupakan persyaratan utama dalam penulisan berita.

Memang sesuai dalam Pasal 5 Undang - undang No.40/1999 tentang Pers  ditegaskan  Bahwa Pers wajib melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi. Namun sebagai jurnalis Eli Sahroni kala itu tidak pernah bersentuhan dengan Hak Jawab. Jika wartawan beritanya dibantah sehingga muncul Hak Jawab, itu artinya berita yang ditulis tidak akurat dan tidak obyektif. Dan secara psikologi wartawan akan malu dan terpukul jika beritanya dibantah. Belum lagi dia harus menghadapi omelan Pemimpin Redaksi. Jika masalahnya dibawa ke Dewan Pers oleh pihak yang diberitakan, urusannya bakal panjang dan menyita pikiran, tenaga juga waktu utamanya reputasi sebagai wartawan. Jika ia terpilih nanti dalam Pileg, Insya Allah tidak akan sulit mengikuti irama kerja anggota dewan, tuturnya kepada penulis.

Sebagai wartawan tugas utamanya melakukan social control. Tugas ini juga melekat pada fungsi legislator. Disamping ada tugas pokok lainnya yakni  berkaitan dengan pembentukan Peraturan Daerah. Kemudian fungsi Pengawasan terkait kewenangan dalam hal anggaran derah (APBD) serta kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda  dan kebijakan Pemerintah Daerah.

Namun tugas berat lainnya juga menghadang. Ini terkait dengan Peraturan Presiden (Perpres) 131 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa Kabupaten Lebak masuk kategori Daerah Tertinggal. Penilaiannya adalah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibanding daerah lain dalam skala nasional  Dengan kriteria meliputi : Perekonomian masyarakat, SDM, Sarana dan Prasarana, kemampuan  Keuangan Daerah, Aksesibilitas serta Karakteristik Daerah.

Meski problematik ini oleh Bupati Lebak Iti Jayabaya sudah diluruskan karena menurut bupati persoalan Daerah Tertinggal diwilayahnya sudah selesaikan dan tinggal faktor sosial kesejahteraan. Namun untuk para caleg masalah sosial.kesejahteraan harus mendapat prioritas untuk dientaskan.

Eli Sahroni adalah jurnalis senior. Tukang becak hingga bupati adalah sumber berita baginya. Mendengar keluh kesah "jalma alit" atau wong cilik adalah santapannya. Kepada penulis mengisahkan, menjadi caleg adalah atas permintaan masyarakat yang didukung Ulama dan pemuda.

"Insya Allah saya akan mencurahkan seluruh pikiran & tenaga demi kemajuan Lebak dan lebih khusus lagi masyarakat Dapil VI," papar jurnalis senior ini.

Namun demikian jika ia terpilih, harus menyiapkan mental untuk keluar dari syndroma DCC  (Dongkap, Calik dan Cicing) atau Datang, Duduk, Diam. Ini syndroma yang sering menempel di sebagian anggota dewan dimasa Orba.

Oleh karena itu, sedari sekarang Eli sudah harus punya keinginan kuat untuk duduk di Komisi yang membidangi Sosial Kesejahteran karena ini titik rawan di Kabupaten Lebak.

Eli Sahroni adalah figur jurnalis pekerja keras dan cerdas. Meski  senior ia tetap bersikap  rendah hati dan selalu menghargai pimpinan.  Oleh karena itu dukungan warga mengalir deras kepadanya. Karena mereka yakin, akan mampu mengemban amanah.

Eli Sahroni menikah  dengan Badriah dan dikaruniai 4 anak yakni : Aden Ika Nurmaya, S.Pd kini guru di SMAN  Cikulur, Lebak. Okie Oktaviani, ST, Gilang Agustina Wisesa masih kuliah di FISIP Universitas Setiabudi Rangkas Bitung dan Dinar Maulana Wisesa. (SS)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top