Indonesia English
Senin, 23 Juli 2018 |
Advetorial

Menjadi Saksi Kebangkitan Koes Plus Kedua Kalinya

Minggu, 01 April 2018 18:42:13 wib - Komentar
Musisi Koes Plus Yok Koeswoyo bersama penulis dalam acara Hiburan Rakyat yang diprakarsai Keluarga Koeswoyo di TMII menampilkan band aliran Koes Plus.

Jakarta, (Banten88.com): Lagu Biarlah Ini Terjadi yang ditulis  Yon Koeswoyo dalam album New Koes Plus 1994, judul aslinya adalah Bahagianya. Lagu tersebut terdapat di album Tak Usah Kau Sesali dengan formasi Yon Koeswoyo (Rhythem Guitar/vocal), Yok Koeswoyo (Bas vocal), Murry (Drum/vocal) dan Damon Tonny Koeswoyo (Lead guitar).

Damon adalah putra ketiga leader Koes Plus almarhum Tonny Koeswoyo. Sekitar tahun 1993 Ketika Koes Plus show di Ratu Plaza Jaksel dengan formasi Yon, Yok, Murry dan Abadi Soesman,  saya jumpa promotor Koes Plus Ais Suhana. Kepada penulis  dia berkisah, bahwa dirinya telah dibuatkan lagu berjudul Bahagianya oleh  Yon.

Lagu itu merupakan cetusan sanubari  Yon yang sangat bahagia karena ada sosok yang begitu perduli dengan Koes Plus. Karena sejak wafatnya Tonny Koeswoyo,  Koes Plus memang masih rekaman. Namun band ini sempat kehilangan gairah dalam bermusik. Hingga datanglah Ais Suhana ke markas Koes di jalan H.Nawi membujuk agar Koes Plus kembali bangkit. Awalnya upaya mulia  Ais ini kurang mendapat respons  dari Yok. Malah ia dianggap hanya mau memanfaatkan nama Besar Koes Plus.

Sikap Yok  bukan tanpa alasan, karena saat itu ditengarai ada pihak yang berniat kurang baik yakni berusaha meraih sesuatu dengan  mengatas namakan nama besar Koes Plus. Namun  Ais tidak putus asa, lama-lama memperhatikan kesungguhan Ais akhirnya Yok luluh juga dan band besar ini siap bangkit dan mengawali show perdana di News Cafe. Ternyata sambutan penonton bukan main dahsyatnya. Intuisi bisnis Ais memang luar biasa. Esoknya media menggeber habis berita kebangkitan Koes Plus nan gegap gempita. Dalam show di News Cafe MC nya pelawak Dul Kamdi.

Dalam show tersebut, saking semangatnya menggebuk drum, cincin emas milik Murry besarnya hampir segede jengkol sempat terlempar namun berhasil ditemukan kembali oleh Dul Kamdi. Yon kala itu staminanya luar biasa. Puluhan lagu ditumpahkan dan mengalir deras tanpa jeda. Namun  Murry mulai mengeluh kaki pegal. Show tidak dihentikan, namun diganti acara akustikan dengan menyanyikan lagu2 Koes Plus bergenre akustik.

Dengan demikian ada jeda istirahat untuk Mury. Sebelum show, semua musisi Koes Plus dan wartawan santap malam  bersama.  Yok kala itu  memuji lezatnya masakan sop buntut News Cafe. Usai show di News Cafe, Koes Plus road show antara lain di Ratu Plaza, Hotel Said, Hotel Horizon Bekasi dan beberapa hotel besar lainnya di Jakarta dan ditutup show di Taman Impian Jaya Ancol.

Ditangan Ais Soehana, popularitas Koes Plus ditahun 1993 dan tahun-tahun selanjutnya  terkerek kembali dan meledak dahsyat. Seiring dengan itu, Koes Plus menerima honor ratusan juta rupiah sekali show di panggung  Jakarta. Ditangan Abadi Soesman, musik Koes Plus menjadi gagah dan kaya nada.

Namun bagi yang menyukai rasa orisionil, organist Bambang Tondo terasa lebih nge Koes dibanding adonan musik versi Abadi. Dengan Bambang Tondo, Koes Plus tampil dalam 2 album laser disc untuk karaoke. Kembali ke Abadi, kemampuan  vocalnya sebenarnya pas-pasan tapi ia nekad nyanyi.

Hasilnya lagu hard rock rata-rata yang dinyanyikan Abadi  terasa kurang full power hilang greget. Meski bisa main musik seperti Tonny Koeswoyo, namun ia mengakui kesulitan masuk ke jiwa sang maestro Tonny Koeswoyo. Timbul pertanyaan kenapa lagu Bahagianya yang dipersembahkan  Yon untuk  Ais berubah judulnya menjadi Biarlah Ini Terjadi setelah naik kaset, menurut analisa penulis pertimbangannya dari aspek nilai sastra. Memang judul Biarlah Ini Terjadi lebih puitis dibanding Bahagianya.

Selain menulis buku tentang persahabatannya dengan Koes Plus berjudul Kisah Dari Hati, Ais yang putra  Sumedang Jabar ini juga mensponsori  album Koes Plus Burung Dara yang dirilis pada 1999 menghadirkan Ian Antono sebagai guitaris tamu. Namun dalam album  bertajuk Past Masters 1 formasi Koes Plus sudah berubah. Posisi Abadi Soesman diganti Andolin Sibuea dan Jack Kashbie menggantikan Yok Koeswoyo yang pamit karena ingin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Tentu kepergian Yok dari Koes Plus ditangisi fans setianya.

Karena Koes tanpa Yok identik kehilangan 3 point amat strategis yakni pemain bas handal, penulis lagu hebat dan kehilangan dubing suara 2 yang amat melegenda. Album yang mengkedepankan hits Burung Garuda dan hits lama Koes Plus berjudul Penyesalan yang diambil dari album ke 5 Koes Plus dicetak dalam bentuk kaset dan VCD. Duet Yon dengan Ian Antono dalam lagu Penyesalan hasilnya kurang indah, terasa asing ditelinga dan tidak menyatu, tidak "pecah". Dalam album tersebut, lagu Biarlah Ini Terjadi yang pernah direkam Koes Plus pada 1994, direkam ulang dengan judul asli BAHAGIANYA dibawah bendera Ais Musik pimpinan Ais Suhana.

Terkait dengan lagu Bahagianya atau Biarlah Ini Terjadi menurut pendapat Ketua Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara (Jinus) Surabaya, Okie T Rahardjo bahwa lagu tersebut didedikasikan Yon untuk isterinya Bonita Angela.

Selain sebagai producer album Koes Plus Burung Dara, Ais Suhana juga menulis buku tentang kisah persahabatannya dengan musisi Koes Plus berjudul Kisah Dari Hati. Buku ini cukup informatif  berisi kisah yang belum terungkap tentang Koes Plus. Namun sayang kurang berhasil menguak lebih dalam tentang kisah perjalanan hidup dan langkah raksasa yang telah dicapai Koes Plus dengan gegap gempita di blantika musik pop Indonesia. Musisi Koes Plus kini tinggal Yok Koeswoyo. Sedangkan Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Murry telah wafat. (SS)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top