Indonesia English
Selasa, 06 Desember 2022 |
Politik

Menkopolhukam Luhut Binsar Akan Mengecek Dana Desa

Senin, 29 Februari 2016 19:20:54 wib - Komentar
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.

SERANG,(Banten88.com):Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengunjungi provinsi Banten Senin (29/02). Dalam kunjungan kerjanya Luhut menyoroti pentingnya  keamanan,  peningkatan ekonomi dan menjauhkan narkoba, agar negara kita menjadi negara yang harmonis dan sejahtera. Selain itu juga akan mengecek dana desa, karena terorisme tidak lepas dari kemiskinan.

Menutunya,  aksi teror yang selam ini terjadi tidak terlepas dari keadaan ekonomi dan keamanan dunia yang sedang tidak baik. Indonesia sendiri, menurunya merupakan negara yang aman, tidak mempersoalkan perbedaan-perbedaan seperti yang terjadi di negara konflik. Tapi jika aksi teror tetap dibiarkan bisa membuat kondisi kacau.

“Kita ingin membuat Indonesia menjadi negara harmonis dan tidak masuk kelompok-kelompok tertentu. Di Banten saya minta harus bersinergi dengan semua elemen agar daerahnya tetap aman. Kita perlu bekerja sama agar tidak ada anak yang tidak bisa sekolah, tidak ada pembunuhan,” ungkapnya

Menurutnya, Provinsi Banten yang memiliki garis pantai mencapai 517 KM memberikan peluang untuk adanya penyelundupan narkoba, senjata dan lain-lain. Bahkan perbatasan Banten dengan pulau Christmes  Australia hanya 3 jam dengan menggunakan kapal.

“Banten juga lintasan dari sumatera ke Jawa. Letak strategis ini membuat tidak stabil dan harus kita waspadai. Intinya Dibanten juga perlu dicermati dengan baik,” ucapnya.

“Selain itu saya juga ingin mengecek dana desa, karena terorisme tidak lepas dari kemiskinan, dari dana desa ini kita ingin memutar ekonomi pedesaan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga memberikan kesempatan perekonomian dibawah berjalan, jika pembangunan dari bawah ke atas ini bisa berjalan maka akan mengurangi kesenjangan,” tambah luhut.

Terkait peredaran narkoba, Menko luhut menyebutkan sebanyak 50 orang meninggal setiap harinya di Indonesia karena narkoba, oleh karena itu luhut mengharapkan peran serta masyarakat banten terutama para ulama, tokoh masyarakat serta keluarga dalam memerangi peredaran narkoba.

“Narkoba lebih penting dari radikalisme. 30 sampai 50 orang meninggal setiap harinya, ini bahaya harus ada gerakan rehabilitas narkoba,” katanya.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top