Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Politik

Minta Pabrik Tepung Ditutup, Warga Kalanganyar Demo Bupati

Senin, 21 September 2015 20:57:35 wib - Komentar
Ilustrasi unjuk rasa warga.

Pandeglang, (Banten88.com) – Jengkel terhadap limbah pabrik tepung yang mencemari sungai, puluhan warga asal Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang gerah juga. Ujungnya mereka turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa memprotes Bupati Erwan Kutubi yang tidak segera mengambil tindakan. Aksi mereka berlangsung di depan gedung DPRD Pandeglang, Senin (21/9).

Saat melakukan aksinya warga dengan lantang mendesak kepada dewan untuk menutup pabrik aci yang berlokasi di Jalan Raya Kadubanen, KM 2, Pandeglang. Permintaan tutup paksa warga itu karena pabrik tersebut dianggap telah mencemari lingkungan, karena limbah yang dibuang melalui sungai kadu banen berdampak kepada wilayah mereka yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pabrik dan hanya berjarak ratusan meter saja dari kampung sebelah.

Salah satu tokoh masyarakat Kalanganyar, Epi mengatakan, dia bersama warga lainnya terpaksa mendatangi dewan karena sebagai wakil rakyat mereka diminta peka terhadap persoalan yang terjadi terhadap masyarakatnya. ”Kedatangan kami kesini untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi, kami minta agar Pemda segera menutup secara permanen pabrik aci kaung itu. Akibat limbah pabrik itu, 11 kampung tercemari sungainya,” katanya.

Hal serupa disampaiakan Gugun warga lainnya, menurutnya sebelumnya dia bersama warga sudah mengingatkan kepada pemilik agar tidak membuat limbah ke sungai, namun apa yang diminta warga tidak di indahkan oleh pemiliknya. Untuk itu dia meminta agar Bupati turun tangan untuk menutup secara permanen aktivitas sejumlah perusahaan yang terindikasi telah mencemari sungai karena tidak memiliki izin lingkungan.

”Kita berharap Pak Erwan segera memberikan intruksi untuk menutup pabrik itu sebelum kami berbuat anarkis dan menempuh cara sendiri untuk menutupnya,” tukasnya.

Aksi mereka berlangsung damai, meski mendapat pengawalan ketat dari sejumlah petugas Polres Pandeglang, tidak ada satupun mereka berbuat anarkis. Setelah perwakilan mereka diterima anggota dewan, dengan tertib akhirnya mereka membubarkan diri.

Seperti diketahui, sebelumnya warga melakukan protes terhadap keberadaan pabrik tepung yang dituding telah mencemari sungai. Dari keluhan warga itu, akhirnya pabrik tersebut ditutup sementara oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Basat Pol PP) Kabupaten Pandeglang. Penutupan tersebut menyusul adanya keluhan dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi pabrik mengalami gatal-gatal akibat limbah yang dibuang ke sungai.

Penutupan pabrik tepung yang dilakukan sementara itu, rupanya tidak membuat warga puas, karena mereka mendengar informasi bahwa pemilik pabrik tepung sedang mengurus perpanjangan izinnya. Untuk itu, mereka mendatangai gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan meminta agar pabrik tersebut ditutup secara permanen. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top