Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Pendidikan

Muhri : Mendorong Guru Kreativitas Dalam Mengajar

Senin, 12 November 2018 14:35:36 wib - Komentar
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cikande, Muhri, M.Pd

Serang,(Banten88.com): Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cikande, Kabupaten Serang terus memotivasi para guru untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. Kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu hasil belajar siswanya. Kemampuan guru untuk menciptakan modifikasi dari berbagai strategi yang ada sehingga menghasilkan bentuk baru. Disamping kreativitas guru dalam proses pembelajaran, faktor ekternal yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah fasilitas belajar. Hal Tersebut dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cikande, Muhri, M.Pd kepada wartawan, di sekolah, Senin (12/11).

Menurut Muhri, pembelajaran hendaknya direncanakan dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa. Proses pembelajaran harus berjalan dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan apa yang direncanakan yakni mampu membawa siswa mencapai tujuan belajar.

Proses belajar mengajar harus menarik baik bagi siswa maupun guru. Utamanya bagi siswa, siswa ada baiknya dapat secara aktif mengikuti proses belajar atau bahkan memiliki inisiatif dan kreativitas sendiri untuk mendalami apa yang dipelajari. Dengan mengerti kondisi siswa serta penerapan model dan strategi pembelajaran yang tepat, siswa dapat kreatif dan memiliki inisiatif dalam pembelajaran.

Muhri menambahkan, faktor yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam pembelajaran antara lain keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran seperti membuat senang dan semangat dalam belajar. Rasa ingin tahu siswa dapat memicu semangat belajar untuk mengetahui segala sesuatu yang diajarkan gurunya.Jika kegiatan ini terus dikembangkan dengan baik, maka proses pembelajaran lebih bergairah dan hasilnya pun akan lebih memuaskan. Masalah kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan siswa tentang cara menyelesaian permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pemecahan masalahnya dapat disosialisasikan kepada orang lain Kebebasan dalam bereksperimen dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan mendapatkan kesempatan bebas dalam bereksperimen, kreativitas siswa dapat dibangun dan ditingkatkan, sehingga mereka dapat menemukan permasalahannya dan memecahkan masalah itu sendiri. Dalam mengevaluasi hasil belajar, guru hendaknya mengembangkan standar yang didasarkan pada tugas, tujuan, dan kemampuan siswa.

Muhri berharap dengan mempertimbangkan faktor tersebut maka guru dapat menentukan langkah yang harus diambil agar dapat menarik siswa untuk bisa kreatif dalam belajar. Guru dapat memberikan rangsangan agar siswa secara aktif dan mandiri ingn belajar dan mendalami materi.

“Peserta didik yang kreatif akan membuat pembelajran lebih efektif dan cepat dilaksanakan sehingga kualitas dan tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal,”tuturnya.

Sementara itu, Wakasek bidang kurikulum SMP Negeri 2 Cikande, Sri Suwasti, S.Pd menyampaikan, Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Adapun yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Sedangkan hasil belajar adalah hasil dari usaha belajar yang dilaksanakan siswa. Dalam pendidikan formal selalu diikuti pengukuran dan penilaian, demikian juga dalam proses kegiatan belajar mengajar, dengan mengetahui hasil belajar dapat diketahui kedudukan siswa yang pandai, sedang atau lambat. “Laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil ulangan dan diserahkan dalam periode tertentu yaitu dalam bentuk raport,”ujarnya.

Sri Suwasti mengungkapkan, dalam usaha untuk mencapai suatu hasil belajar yang optimal dari proses belajar mengajar seorang siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri diantaranya keadaan fisik, intelegensi, bakat, minat dan perhatian, keadaan emosi serta disiplin. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang timbul dari luar diri siswa diantaranya guru, teman, orang tua, fasilitas belajar dan lain-lain. Salah satu yang mempengaruhi dalam proses belajar mengajar adalah guru yang merupakan faktor eksternal sebagai penunjang pencapaian hasil belajar yang optimal. “Guru dalam mengajar menggunakan metode yang tepat, memakai alat peraga yang dibuat sendiri untuk menjelaskan materi pembelajaran secara singkat padat dan jelas dalam suasana lingkungan kelas yang nyaman maka dapat dipastikan siswa siswi betah di kelas. Pembelajaran menyenangkan dengan metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan materinya berbobot,”pungkasnya. (Iman).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top