Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Pendidikan

MUI Banten dan BNN, Adakan Sosialisasi di SMAN 1 Binuang

Kamis, 01 November 2018 12:24:14 wib - Komentar
pemberian cindera mata usai kegiatan sosialisasi narkoba

Serang,(Banten88.com):Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Anar), MUI Provinsi Banten bekerjasama dengan BNN Provinsi Banten mengadakan sosialisasi anti narkoba di SMA Negeri 1 Binuang.

Peserta sosialisasi seluruh peserta didik kelas XII jurusan IPA dan IPS berjumlah 60 orang. Kegiatan dengan tema bahasa narkoba di kalangan generasi milenial berlangsung di aula sekolah.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi, Sekretaris MUI Provinsi Banten sekaligus menjadi Ketua Ganas Anar Provinsi Banten, H. MAS Muis Muslich, SH, Perwakilan BNN Provinsi Banten Indra Mulyono, MUI kecamatan Binuang, H. Muslim (Ketua Ganas Anar Binuang), Kepala SMA Negeri 1 Binuang, H. Wawan Sachruhujayani, M.Pd, para guru dan seluruh peserta.

Narasumber dari BNN Provinsi Banten, Indra Mulyono memberikan materi tentang pemahaman terkait perkembangan narkoba dan dampak negatifnya yang kini menyasar semua kalangan tidak terkecuali pelajar. Indra mengingatkan kalangan anak muda untuk tidak menggunakan dan mencoba narkoba. Dalam kesempatan ini juga mengajak agar pelajar waspada terhadap godaan tawaran obat narkoba sehingga peredaran narkoba dapat ditekan.

“Adik-adik adalah generasi muda sebagi penerus bangsa tentu kalau generasi mudanya banyak terkena narkoba tentunya bahaya bagi negara. Untuk itu, saya ingatkan jangan mencoba dan jauhi narkoba,”tegasnya.

Sedangkan Ketua Ganas Anar Provinsi Banten, H. MAS Muis Muslich, SH mengungkapkan guna pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar agar mengintensifkan kegiatan dalam rangka pencegahan penggunaan narkoba di dunia pendidikan terus dilakukan.

Sementara itu, Kepala UPT SMAN 1 Binuang,  H. Wawan Sachruhujayani, M.Pd, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/11) menyampaikan, waspada dengan narkoba dimulai dengan menjadikan pendidikan agama sebagai perisai dalam menangkal berbagai pengaruh negatif dari penggunaan Handpone, pertemanan dan bujuk rayu untuk mencoba narkoba dalam bentuk apapun.

“Dalam kegiatan sosialisasi ini peserta didik diharapkan mampu mengambil pelajaran dan pengalaman yang disampaikan oleh narasumber baik dari BNN Provinsi Banten maupun dari Ganas Anar Provinsi Banten,”harapnya.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Binuang, Bahijudin, S.Pd.Imengatakan sementara ini, budaya literasi yang tengah dilaksanakan di sekolah adalah memperbaiki sistem dengan melaksanakan apel pagi. Jam 07.00 Wib seluruh peserta didik sudah di lingkungan sekolah kemudian melakukan apel pagi sampai jam 07.15 Wib, setiap hari dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar. Aturan tata tertib menggunakan sistem point tetapi vanismen terukur dari siswa ke sekolah dan dari sekolah ke siswa. Misalnya, siswa terlambat, pasti diawali dengan vanismen 50 kali istigfar atau membaca sholawat baru kemudian disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

“Ini bertujuan untuk menertibkan dan mendisiplinkan siswa dalam membangun etos budaya disiplin. Kalau Sabtu programnya kerohanian dan kejasmanian. Pembina masing-masing wali kelas. Kerohanian oleh pembina rohani. Kejasmanian oleh pembina jasmani dengan pembina setiap ekskul,”pungkasnya. (Iman).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top