Indonesia English
Senin, 25 Maret 2019 |
Advetorial

MURRY BERI SARAN KE TONNY UNTUK TERBENTUKNYA KOES BERSAUDARA 1977

Senin, 11 Februari 2019 18:18:46 wib - Komentar
MURRY dalam formasi Koes Plus 78 dengan mega hits " Melati Biru ".

JAKARTA (Banten88.com) :PADA 1977, blantika musik pop diguncang dengan kembalinya 4 saudara kandung jawara musik pop yakni Tonny, Nomo, Yon dan Yok Koeswoyo dalam satu band yakni Koes Bersaudara 1977 atau bisa disebut sebagai Koes Bersaudara part 2. Ini merupakan kelanjutan dari band Kus Bersaudara part 1 yang didirikan Tonny Koeswoyo pada 1962. Setelah menggetarkan jagat musik pop dengan lagu karya sendiri yang orisionil dan tenar habis seperti Pagi Yang Indah, Bus Sekolah, Senja, Kuduslah Cintamu dll nya, pada 1965 keempat musisi

Koes Bersaudara dijebloskan ke penjara oleh Kejati DKI Jakarta karena dinilai oleh Presiden Bung Karno memainkan musik  ngak ngik ngok atau musik seperti The Beatles yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa yang sedang mengganyang semua yang berbau nekolim. Usai dipenjara selama 3 bulan tanpa proses peradilan, keempat musisi Koes Bersaudara dibebaskan dari penjara Glodog Jakarta Kota sehari sebelum meletusnya peristiwa G.30 S/PKI.

Sebelum band tenar ini bubar, sempat merilis 2 album yakni Mengapa Hari Telah Gelap dan To The So Called The Guilties. Selanjutnya Koes Bersaudara vacum dan pada 1969 band berubah nama menjadi Koes Plus dengan masuknya Murry menggantikan Nomo Koeswoyo pada posisi drum. Nomo sendiri terlanjur asyik menekuni bisnis bisnis jual beli mobil.

Kurun 1969 hingga 1976, Koes Plus menjadi band paling tenar dan digemari. Ini dibuktikan pada 1974 Koes Plus meraih anugerah Group Musik yang Paling Digemari Masyarakat dari Radio Puspen Hankam.

Murry sesama seniman dengan tepat membaca isi hati Nomo Koeswoyo yang sebenarnya rindu ingin kembali bermusik bersama saudara kandungnya setelah sukses bisnis sebagai Direktur Operasional perusahaan rekaman terbesar kedua setelah Remaco yakni Yukawi Indo Music. Nomo juga sukses mengorbitkan band nya No Koes dan sukses pula mengorbitkan penyanyi Enny Haryono, Yakob dan Alex Kembar Group, duo folk country Franky and Jane dan Rhoma Irama dengan Soneta Group dan group imitator Koes Plus, Topan Group.

Suatu saat Murry menyarankan pada Tonny agar Koes Bersaudara dihidupkan lagi, usul Murry pada Tonny. Diakui Tonny cukup kaget dengan ide kontraversial itu, sementara nama Koes Plus pada 1976 itu sedang kompak - kompaknya, sedang top - top nya dan jadi idola remaja. Kisah exclusive itu terkuak dalam acara yang bertajuk " Exclusive Bincang - bincang Bersama Murry Koes Plus (audio) yang diunggah ke Youtube dan di apload oleh Parto Djojodihardjo. Acara bincang - bincang exclusive itu disponsori oleh Radio Lita Bandung yang mengudara digelombang 90,9 FM.Kelebihan radio ini adalah pada panjangnya waktu penyiaran acara Kus Bersaudara dan Koes Plus mencapai 3 jam. Sedangkan radio - radio lainnya seperti Sonora dan jaringannya hanya 2 jam saja. Radio Lita menyiarkan acara Koes Family setiap Sabtu pukul 19.00 hingga jam 22.00.

KOES BERSAUDARA & MURRYS GROUP

Lalu Tonny bertanya terus dik Murry bagaimana. Murry dengan tangkas menjawab " Urusan saya gampang ", tukas Murry pada Tonny. Keduanya lalu kerumah boss Remaco Eugene Timothy (Yujin) menginfokan rencana mengejutkan dan cukup exclusive dan juga bombastis itu. Ternyata Yujin mendukung ide tsb sehingga terbentuklah Koes Bersaudara 1977 dengan mega hits Kembali.

Murry lalu membentuk band Murrys Group dengan personel awal Murry (Drum), Pius (Guitar Melody dan Organ), Uki (Bas) dan Bian (Rhythem). Masih kisah Murry, personel yang memperkuat Murrys Group adalah musisi top band Yeah Yeah Boys dari Surabaya. " Saya songsong dan ajak mereka membentuk Murrys Group dan rekaman ", mereka sepakat sehingga berkibarlah band Murrys Group pimpinan Murry meledak dengan mega hits Papiku Mamiku, Palapa dan Kesunyian.

Majalah Aktuil menyambut kehadiran Murrys Group menurunkan tulisan berjudul " Murry dan Koes Plus Bersaing Dalam Satu Type ". Namun menurut penulis, dibanding Koes Plus, adonan musik Murrys Group terdengar garang. Sayatan guitar Pius yang dan hentakan drum Murry adalah ciri utama Murrys Group. Permainan gitar Pius kuat nian pengaruh Richie Blacmore dari Deep Purple. Murrys tidak hanya musiknya saja yang keras tapi cara menyanyinya juga sangat ngerock. Coba simak hits Palapa, Besi Tua dan Papiku Mamiku.

Waktu berjalan cepat dan tanpa istirahat. Koes Bersaudara 1977 menghasilkan 2 album Pop Indonesia, 1 album Pop Jawa dan 1 album Pop Keroncong. Sedang Murrys Group menghasilkan 3 album Pop Indonesia, album Pop Disco, Album Pop Melayu, Album Pop Jawa dan satu album lagu - lagu ciptaan Murry yang tenar saat dibawakan Koes Plus antara lain Masa Muda, Pelangi, Hidup Tanpa Cinta yang diaransemen ulang oleh Murrys Group dan hasilnya berbeda jauh dengan aransemen versi Koes Plus. Dari sini bisa kita lihat betapa seorang Murry memang kaya dengan ide dan gagasan. Maka wajar jika ada sebutan bahwa Murry tidak sekedar plus nya Koes namun plus plusnya Koes.

Dalam pengamatan penulis, pecahnya Koes Plus bisa jadi Remaco justru menangguk laba karena memiliki 2 band besar yakni Koes Bersaudara 1977 dan Murrys Group. Pemasaran album Koes Bersaudara 1977 dengan tajuk " Kembali " dan hadirnya album perdana Murrys Group dengan hits andalan " Papiku Mamiku ", kedua album milik super group fenomenal itu laris manis di pasar kaset.

Dalam wawancara tsb Murry berkisah bahwa 2 band tsb memiliki kesibukan yang luar biasa sehingga ia dengan Tonny, Yon dan Yok jarang berjumpa. Sampai pada suatu siang Murry mengunjungi Jalan Sabang Jakarta Pusat untuk membeli kaset. Tak disangka siang itu juga Tonny K dan isterinya Astrid Tobing juga sedang mencari kaset. Murry kaget karena ada yang menepuk pundaknya. Ternyata sang leader Koes Plus ada dihadapannya. Mereka lalu berbincang - bincang dan singkat kisah kata Murry, Tonny mengajak kerumah dikawasan komplek Koes Jl.H.Nawi 72 Jaksel. Setelah Murry menyambangi komplek Koes rupanya Tonny K sudah menyiapkan lagu - lagu baru. Disitu kisah Murry juga sudah hadir Yon dan Yok. Mereka lalu berlatih lagu - lagu yang kelak dirilis dalam album Koes Plus 1978 dengan hits - hits melegenda seperti Bersama Lagi, Kereta Api Pagi, Pilih Satu, Lama Sekali dan Rahasia Hatiku. Album ini meledak dahsyat namun Koes Plus sudah pindah recording dari Remaco ke Purnama Record. Album ini menandai bersatunya kembali Murry dengan Tonny, Yon dan Yok.  Dengan bendera Koes Plus 78 selanjutnya tercetak mega hits Melati Biru, Cubit - cubitan (Pop Melayu), Kelapa Hitam, Aku dan Kekasihku, Cinta, Malam Minggu, Berjumpa Lagi dll nya. Musisi Koes kini menyisakan Yok Koeswoyo tinggal di Jakarta dan Nomo Koeswoyo bermukim di Magelang (Jateng). Sedangkan Tonny Koeswoyo, Murry dan Yon Koeswoyo telah wafat. (Seno Supono). 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top