Indonesia English
Kamis, 02 April 2020 |
Advetorial

MURRY LEBIH KREATIF DIBANDING DRUMER BEATLES RINGO STARR

Jumat, 14 Februari 2020 17:52:15 wib - Komentar
KOES PLUS 78 - Dari kiri ke kanan Yok Koeswoyo, Murry, Tonny Koeswoyo dan Yon Koeswoyo.

Oleh : Seno Supono

TERKAIT dengan peringatan Haul almarhum Murry, drumer band legendaris Koes Plus ke 6, masih banyak sisi menarik yang layak dikedepankan dari sosok Murry, seniman multitalenta, Kaisar Drum Republik Indonesia yang rendah hati, ramah dan berpenampilan sederhana.

Suatu saat ketika diwawancarai majalah musik yang amat berpengaruh di era 70 an, yakni majalah musik Aktuil terbitan kota Bandung, ketika topik wawancaranya tentang band The Beatles, Murry mengatakan, Ringo Starr drumer The Beatles jika memukul drum tidak asal, ujar Murry.

Pernyataan Murry ini menarik untuk disimak. Karena saking hati - hatinya permainan drum Ringo Starr tampak statis dan tidak mengalami perubahan banyak. Coba simak lagu - lagu Beatles, nyaris permainan Ringo tidak ada yang menonjol. Justru permainan gitar John Lenon lah yang terdengar memimpin. Jika dibandingkan dengan permainan drum John Bonham dari Led Zeppelin yang atraktif pada lagu Black Dog, permainan Ringo belum sebanding.

BAGAIMANA DENGAN MURRY?

Jika dibandingkan dengan Ringo Starr, permainan Murry jauh lebih atraktif dan dynamis. Kaya bunyi - bunyian unique, antique, namun  mengena.

Tonny sebagai leader Koes Plus tahu benar keistimewaan Murry sehingga ia selalu diberi ruang untuk menyalurkan kreatifitasnya. Dan Itu terlihat bagaimana Murry mencurahkan totalitas jiwa raganya untuk menciptakan pukulan - pukulan kreatif pada lagu Tiba - tiba Ku Menangis, Malam ini dan Bunga Ditepi Jalan.

Pergerakan permainan drum yang terus berputar, dynamis dan sulit dimainkan lagi - lagi keistimewaan itu ditunjukan Murry pada lagu Aku Kembali di album Koes Plus Volume 12.

Sementara di lagu Nusantara V album Koes Plus Volume 11, Murry menunjukan kreatifitasnya yang luar biasa dengan  memukul drum tapi seperti klothekan (tetabuhan) anak - anak muda di gardu RW. Rofel drumnya terdengar aneh, unique dan antique tapi keren dan  sangat mengena dihati.

Inilah kekuatan seorang Murry selalu mencari dan menggali termasuk menggali musik etnik (Jawa dan Bali) demi kebaruan bunyi sehingga suara yang dihasilkan tidak monoton.

Seperti pada lagu Kereta Api Pagi di Album Koes Plus 78 pada saat suara Tonny Koeswoyo sampai pada reffreain :

Kusibuk sekali sampai kulupa tak sempat mandi/ Karena ku telah janji ku akan datang dihari ini/Lari aku lari oh oh oh/Lari aku lari.

Drum Murry lagi - lagi mengeluarkan suara suara antiq tidak umum namun tetap menyatu dan enak didengar.

Sementara Tonny Koeswoyo memainkan gitar seperti sedang betlari cepat mengejar kereta. Lagu ini menjadi salah satu lagu paten dan jadi andalan di album Koes Plus 78 yang amat melegenda itu.

MENYINDIR HALUS PARA NYINYIR

Tatkala Tonny dan Koes Plus mengguncang blantika musik pop dengan menampilkan album Koes Plus Pop Keroncong Volume 1 kemudian segera diekori oleh The Mercys, Trio Bimbo dan Dlloyd, para buaya keroncong mulai nyinyir dan nyindir mengatakan, keroncong Koes Plus bukan lagu keroncong karena musiknya telah lari dari pakem..

Namun siapa yang berani melawan kehendak pasar. Faktanya album keroncong ini laris manis. Semua lagu menjadi tenar seperti Penyanyi Tua, Andaikan, Demi Kasih Sayangnya, Senja Demi Senja, Kutunggu - tunggu, Aku Mencari hingga Lagu Kesayangan.

Untuk membungkam para nyinyir, Murry dengan kecerdikannya yang luar biasa menulis lagu dengan satire dan judul bombastis yakni Keroncong Asal Jadi di album pop keroncong Koes Plus Volume 3.

Murry juga piawai mengawinkan musik bernada pentatonik dan diatonik (musik Barat diaduk dengan ludruk Surabaya) pada lagu Jula Juli Surabaya di album Murrys Group Pop Jawa Volime 1. Itulah sosok Murry tetus mencari pembaruan agar warna musiknya kontemporer dan tidak monoton. Disinilah tetlihat kadar intelektual Murry dalam bermusik yang sangat mengagumkan.

LEMAH MANAGEMENT PEMASARAN

Ketika lagu Why Do You Love Me dari album Koes Plus mengguncang Australia dan merajai tangga lagu - lagu dikawasan tsb, ini artinya mega karya  Koes Plus sudah sejajar dengan The Beatles, The Bee Gees, The Rolling Stones, Led Zepelin, Carpenters dan super group dunia lainnya.

Sayangnya label besar Dimita dan labek raksasa dan terbesar se Asia Tenggara Remaco tidak mau memanfaatkan peluang emas tsb. Lagu - lagu Koes Plus dalam teks Bahasa Inggris cukup banyak seperti Tears a Feeling, We Say Hallo, Un Happy Shade, The Old Man, Why Do You Love dll bisa diedarkan ulang dalam satu album dan dijual ke Eropa dan Amerika. Sehingga nama keempat musisi Koes Plus benar - benar go international dan tentunya nama Murry bisa setara dengan pemain drum dunia seperti Ringo Starr (The Beatles), John Bonham (Led Zepelin), Charlie Wats (Rolling Stones) Ian Paice (Deep Purple), Roger Taylor (The Queen).

Majalah Aktuil menginfokan, album Pop Keroncong The Mercys sempat terlihat dijajakan ditoko piringan hitam Amsterdam Belanda tapi yang mengedarkan bukan Remaco namun para partikelir pecinta musik yang biasa bertandang ke negeri kincir angin tersebut. *

MENEMBUS BATAS

Ketika Koes Plus mengguncang blantika musik pop dengan menrampilkan album.Pop Keroncong, penulis masih kelas 2 SMP.

Penulis masih ingat, betapa orang - orang berbondong - bondong mengunjungi toko kaset Asri, yakni toko kaset terbesar dikota saya Salatiga berebut  untuk membeli album Koes Plus Pop Keroncong Volume 1. Peristiwa serupa juga terjadi pada moment dipasarkannya album Koes Plus Pop Jawa Volume 1 dan Koes Plus Pop Melayu Volume 1.

Hebatnya Koes Plus adalah band yang mampu menembus batas. Fans Koes Plus yang bukan orang Jawa hafal betul semua lagu - lagu Jawa milik Koes Plus seperti bang Ismadi putra Betawi yang tinggal di Perumnas 1 Tangerang. Ia tidak sekedar tahu lagu Jawa Koes Plus tapi fasih menyanyikannya. Meski arti lagu tsb ia tidak pahan sama sekali.

PUNCAK HAUL KE 6

Acara puncak Haul ke 6 musisi senior, musisi legendaris, sang Kaisar Drum Republik Indonesia alm.Murry Koes Plus menurut Titi Kinasih dari komunitas Omah Gubug Tjap Jempol (OGJ) yang merupakan wadah untuk mempererat  tali silaturahmi antar penggemar Kus Bersaudara dan Koes Plus, dilaksanakan pada Sabtu 29 Februari 2020 bertempat di Yayasan Alfajar Berseri, Jl. Kampung Pulo RT004/037 Desa Sumur Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. *

Komunitas OGJ dibidani oleh Rico Valentino putra almarhum Murry yang dikenal sebagai Rico Murry drumer band Junior juga Tjetjep Rosadi pegiat dan Ketua Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara periode 3 serta Yery Anwar dan Keke. OGJ eksis di facebook dan group whats app dengan jumlah anggota ratusan orang.

KOMENTAR DISQUS :

Top