Indonesia English
Minggu, 29 Mei 2022 |
Nasional

MUSISI LEGENDARIS KOES TERBIT DALAM EDISI PRANGKO & SAATNYA PEMERINTAH SEMATKAN GELAR PAHLAWAN MUSIK UNTUK TONNY KOESWOYO

Minggu, 23 Agustus 2020 20:37:10 wib - Komentar
DAMON Tonny Koeswoyo, Chicha Nomo Koswoyo, David Yon Koeswoyo dan Emil Diana, Ketua Harian Jiwa Nusantara pada peluncuran Prangko Kus Bersaudara 1962 dan Koes Plus 1969.

Jakarta (Banten88.com) : Empat Super Group yang amat berpengaruh di blantika musik pop di paruh 70 an, wajahnya ditampilkan dalam edisi Prangko.

Keempat super group itu yakni Kus Bersaudara 1962 dan Koes Plus 1969 dalam satu foto. Panjaitan Bersaudara (Panbers), Trio Bimbo dan Iin serta God Bless.

Diluar keempat super group itu, masih ada solois beken yang wajahnya juga diabadikan dalam prangko. Mereka adalah penyanyi Titik Puspa, Gombloh dan Gesang.

AHLI WARIS HADIR

Acara peluncuran prangko super group tenar dan artis papan atas yang pernah menggebrak jagat musik pop Indonesia, berlangsung di Kantor Kementerian Kominfo pada Rabu (19/8/2020). Peluncuran prangko dilakukan oleh Wakil Presiden Prof.Dr. Ma'ruf Amin selaku wakil pemerintah didampingi Menkominfo Johnny Gerard Plate.

TERIMAKASIH KE PEMERINTAH

Hadir dari pihak ahli waris musisi Kus Bersaudara dan Koes Plus adalah Damon putra Tonny Koeswoyo (Alm), leader/guitaris/keyboardis  Kus Bersaudara dan Koes Plus. Chicha putri Nomo Koeswoyo (Drumer Kus Bersaudara 1962) dan David Koeswoyo putra alm. Yon Koeswoyo (Guitaris dan vocalis) band Kus Bersaudara dan Koes Plus. Ketiganya hadir didampingi Emil Diana, Ketua Harian Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara yang juga pengasuh acara Album Koes Plus/Kus Bersaudara (AKP) Radio P2SC Jakarta.

Sementara Rico putra almarhum Murry drumer Koes Plus berhalangan hadir karena ada acara bersamaan.

Sementara itu, Kenny Koeswoyo putri sulung almarhum Tonny Koeswoyo lewat instagram pribadinya memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian khusus kepada musisi. Terimakasih pemerintah Indonesia, terimakasih untuk seluruh rakyat Indonesia. Terimakasih untuk semua sahabat pecinta Koes Plus di Nusantara. Tulis Kenny Koeswoyo via IG nya.

Senada dengan Kenny seluruh fans Kus Bersaudara dan Koes Plus di seantero Nusantara seperti Masruri Abdul Goni ( Pacitan), Wowo (Yogyakarta), Doni (Bandung), Kelo (Tangerang), Iwan (Bogor), Kholiq (Sumedang) dan Roland (Jateng), menyampaikan rasa terimakasih dan bangga karena musisi Kus Bersaudara dan Koes Plus diterbitkan dalam edisi prangko.

" Jempol untuk pemerintah," tutur Wowo Sastro, Ketua Komunitas Koes Bersaudara dan Koes Plus Yogyakarta kepada Banten88.com.

" Alhamdulillah terbit prangko Koes Plus," ungkap Doni bersyukur.

DESAIN KURANG MANTAP

Terkait dengan foto musisi Kus Bersaudara dan Koes Plus yang terbit di prangko dalam nominal Rp.3000,- fans Kus Bersaudara dan Koes Plus memberikan kritik dan masukan kepada Tim PT. Pos Indonesia  karena dinilai kurang memperhatikan aspek artistik dalam pemasangan foto.

Tim PT.Pos Indonesia hanya mengkroping foto Nomo Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Murry lalu disatukan.

Jadi kesannya foto tidak focus dan kaku. Apalagi foto Yok Koeswoyo yang terkenal dengan kegantengannya. Namun saat tampil di prangko aura tampannya kurang terlihat.

Padahal banyak foto artistik tentang Kus Bersaudara dan Koes Plus yang artistik selama di label Remaco atau foto keren dan gagah ketika Koes Plus dikontrak Purnama Record.

Kus Bersaudara dan Koes Plus adalah band yang berbeda dan lagu - lagu yang diproduksi juga tidak sama. Seharusnya diterbitkan perangko masing - masing yang berbeda pula fotonya tidak digabung menjadi lima orang.

Karena Kus Bersaudara 1962 personelnya : Tonny Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo. Sedangkan Koes Plus digawangi Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Murry.

Sehingga antara Koes Plus dan Kus Bersaudara meminjam istilah Wasis Susilo, Ketua Komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara periode 1 bahwa Kus Bersaudara dan Koes Plus adalah entitas yang berbeda dan pencapaiannya berbeda pula.

Wasis juga memberikan penilain bahwa foto Koes Plus dalam desain perangko kurang sip.

Senada dengan Wasis, fans fanatik Koes Plus dari kota Solo, Marcus Penta mengatakan foto Koes Plus dalam prangko terkesan asal comot. Kasihan pula mas Nomo Koeswoyo seperti salah costum. Ibarat yang lain mau pergi ke pesta, mas Nomo malah mengenakan baju mau berburu, ungkap Marcus dengan keprihatinan mendalam.

GELAR PAHLAWAN

Kini saat yang ditunggu adalah penyematan gelar Pahlawan Nasional Bidang Musik untuk leader Koes Plus Tonny Koeswoyo.

Tonny selama berkarya melalui lagu serial Nusantara konsisten pentingnya menyerukan dan merawat 4 pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dan itu terasakan dan terlihat nyata antara lain pada lagu serial Nusantara terdapat di album ke 5 Koes Plus, album ke 8 hingga album ke 14.

Juga pada lagu Jiwa Nusantara, Hujan di Nusantara, Nusantara Nusa Laut Biru, Ibu Jangan Menangis dan Koperasi Nusantara.

Disisi lain Wasis Susilo menambahkan dengan mencipta banyak lagu bertema Nusantara dan cinta tanah air, Tonny Koeswoyo pantas disejajarkan dengan WR. Supratman dan Ismail Marzuki.

SATYA LENCANA TONNY KOESWOYO

Masih papar Wasis Susilo bahwa atas usaha keras para penggemar Koes Plus pentingnya Tonny Koeswoyo mendapat penghargaan atas kiprah kesenimanannya, pada 2010 pemerintah menganugerahkan Satya Lencana Kebudayaan kepada almarhum Tonny Koeswoyo.

Dan kini yang kita nanti adalah upaya dari berbagai pihak guna mendorong pemerintah agar berkenan menyematkan gelar pahlawan nasional.bidang musik untuk almarhum Tonny Koeswoyo leader Kus Bersaudara 1962 dan Koes Plus 1969. (Seno Supono).

KOMENTAR DISQUS :

Top