Indonesia English
Jumat, 19 Januari 2018 |
Politik

NENDI SUHENDI : BEDA PENDAPAT HAL WAJAR YANG TIDAK BOLEH JIKA TERJADI PERPECAHAN

Selasa, 05 Desember 2017 16:17:13 wib - Komentar
Nendi Suhendi kepala desa terpilih atau populer disebut Kuwu desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kuningan (Banten88.com):  BEDA pendapat yang ada dimasyarakat terkait soal pilihan calon pemimpin, dalam era demokrasi adalah hal yang wajar. Namun yang tidak boleh terjadi adalah  perpecahan yang mengancam persatuan. Demikian diungkapkan Nendi Suhendi kepala desa terpilih atau populer disebut Kuwu desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

" Mari kita bersatu kembali dan lupakan ketidak sinkronan antar pendukung cakades (calon kepala desa) karena kita harus bersama - sama mewujudkan masyarakat Cileleuy yang lebih sejahtera ", papar kuwu yang gemar membaca buku Bung Karno yang sangat legendaris berjudul " Dibawah Bendera Revolusi ".

Selanjutnya ia mengucap syukur Alhamdulillah jika saya terpilih sebagai kuwu, karena ada tangan Allah SWT yang bekerja. Oleh karena itu ia meminta kepada seluruh masyarakat Cileleuy untuk ikhlas atau bahasa populernya legowo menerima kehadirannya sebagai kepala desa yang baru ", ungkapnya.

Menjadi pemenang dalam pilkades Alhamdulillah, demikian pula jika kalah juga Alhamdulillah. Ini sudah takdir saya. Oleh karena itu ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghargai rejeki pemberian dari Allah SWT dan ini  sekaligu amanah yang harus diperjuangkan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Cileleuy, urainya lagi.

Dalam memimpin desa, Nendi memiliki filosofi  Pelayanan Adah Raja. Dengan demikian pihaknya meminta agar seluruh perangkat desa Cileleuy memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Meski baru sekitar 2 bulan memimpin,  ia telah mewujudkan program kemudahan pelayanan dengan menyediakan Mobil Desa Siaga (MDS) untuk memberi kemudahan kepada seluruh warga jika mengalami kesulitan transportasi  misalnya ada warga sakit atau ada yang mau melahirkan.

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD).

Terkait dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), saat ini pemerintah desa Cileleuy sedang membangun gedung Paud baru. Dibangun menggunakan dana desa dengan kualitas bahan bangunan yang baik. Ia sudah memberi" warning " siapa saja yang berani bermain - main dengan bestek, tak segan - segan Nendi akan menyikatnya.

Jika pembangunan gedung sudah selesai, maka Paud desa yang selama ini sudah beroperasi akan dipindahkan ke gedung baru." Karena lokasi Paud lama dipinggir jalur penghubung Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon sangat membahayakan bagi keselamatan anak - anak ", ungkap lebih lanjut.

Dikatakan adanya Paud milik pemerintah desa, adalah program kades lama yang ia teruskan. " Jangan mentang - mentang itu program kades lama lalu kita coret. Kalau memang program tsb bermanfaat untuk mencerdaskan anak - anak usia dini, tidak ada salahnya kita lanjutkan ", tegasnya.

Paud ini menampung anak - anak dari kalangan ekonomi sederhana dan merupakan salah satu program wujud keberpihakan kepada warga yang kurang mampu sesuai visi dan misi kepemimpinannya. 

BUMDES LUMBUNG KESEJAHTERAAN WARGA.

Guna mengantisipasi kedepan jika Dana Desa misalnya tidak dikucurkan lagi oleh pemerintah pusat, kini Pemerintah Desa sedang merintis usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) antara lain dengan pengembangan ke usaha pelatihan. Karena penggunaan dana desa alokasinya selain ke infrastruktur tapi juga bisa ke bidang usaha lainnya, terang Nendi Suhendi, pimpinan desa Cileleuy. Desa ini  terletak dikaki Gunung Ciremai dengan sumber air melimpah dengan sistem pertanian yang maju. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top