Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

Nyampe Jakarta, Korban Pesawat Hercules Disambut Isak Tangis

Rabu, 01 Juli 2015 19:52:03 wib - Komentar
Bangkai Pesawat Hercules.

Medan, (Banten88.com)- Keluarga korban pesawat Hercules seperti tidak kenal lelah untuk mencari dan mengetahui nasib keluarganya. Meski sudah banyak yang teridentipikasi dari korban yang sudah dibawa ke RSUP Adam Malik, namun adapula yang masih mencari-cari karena mereka belum berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan sudah tidak utuh itu.

Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, diketahui membawa 101 penumpang. Hal ini disampaikan Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto, menyusul kesimpangsiuran soal jumlah penumpang di dalam pesawat tersebut. "Menurut manifest jumlahnya ada 101 orang," katanya.

Dikatakan Dwi, angka ini di luar para kru pesawat yang berjumlah 12 orang  Menurut Dwi, selain kru pesawat dan prajurit TNI, pesawat tersebut juga mengangkut penumpang yang merupakan keluarga dari prajurit TNI yang sedang bertugas di daerah-daerah yang rencananya akan dikunjungi oleh pesawat tersebut.

"Ini yang harus diklarifikasi, jadi bukan warga sipil, melainkan keluarga TNI. Karena suaminya mau tugas di Natuna, misalnya, ya sekeluarga harus ikut," tuturnya.

Selain membawa logistik sambung Dwi, pesawat ini juga membawa keluarga prajurit TNI yang akan menjalani rotasi piket di daerah-daerah dinas. Dwi menegaskan bahwa sah-sah saja bagi keluarga TNI untuk ikut serta dalam pesawat Hercules. "Dari dulu juga begitu, jadi statusnya legal, karena yang ikut kan keluarga TNI juga," ujarnya.

Dwi mengatakan, ada 50 jenazah yang sudah ditemukan, dari jumlah itu sudah ada 23 jenazah yang teridentifikasi. Sebelumnya diberitakan, pesawat Hercules C-130 jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa sekitar pukul 11.48 WIB. Pesawat jatuh setelah menghantam dua ruko dan merusak sejumlah bangunan lainnya.

Pesawat Hercules tipe C-130 yang jatuh di kawasan pemukiman di Medan, Sumatera Utara, dari hasil olah TKP untuk sementaa diduga mengalami kerusakan mesin. Dugaan itu diperoleh berdasarkan permintaan pilot untuk kembali ke pangkalan (return to base) beberapa saat setelah lepas landas atau take off dari Lanud Soewondo, Medan.

"Seperti yang dilaporkan, pilot minta kembali, pasti ada sesuatu kerusakan. Namun, pada saat handle kembali, ternyata tidak mampu, hingga terjadi kecelakaan," kata KSAU Marsekal TNI Agus Supriyatna.

Namun demikian kata Agus, keterangannya itu baru sebatas dugaan. Menurutnya, Penyebab jatuhnya pesawat baru bisa dipastikan setelah pemeriksaan lebih lanjut. "Saya belum bisa mengkonfirmasi kepada merekapihak yang terlibat, biasanya penyebabnya bisa kerusakan di salah satu mesin atau perangkat hidrolik,"  ujarnya.

Pesawat itu jatuh menimpa permukiman warga di Jalan Jamin Ginting. Hingga pukul 21.00, Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik telah menerima 74 kantong jenazah. Pesawat dengan nomor lambung A-1310 itu membawa 101 penumpang dan 12 awak pesawat.

Sementara, korban yang sudah berhasil tr-identifikasi sudah diserah terimakan kepada keluarga korban. Sebagian korban Hercules sore tadi sudah diterbangkan menuju Jakarta dan akan dibawa menuju kediaman rumah duka. Pesawat CN-295 yang membawa jenazah korban kecelakaan Hercules sudah tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Tak berapa lama, 1 pesawat Boeing-737 pun tiba dengan membawa 7 peti jenazah.

Pantauan di lokasi, pesawat Boeing tiba di pada pukul 17.50 WIB, Rabu (1/7). Hanya berselang 20 menit dari kedatangan pesawat CN-295 yang membawa 9 jenazah. "Kloter pertama sudah diterbangkan untuk dibawa ke rumah duka, pesawat Boeing bawa 7 jenazah," ujar salag seorang petugas Dispenau saat dikonfirmasi di Lanud Halim Perdanakusuma.

Berikut ke- 7 jenazah korban Hercules yang dibawa menuju Jakarta. Serka Lutif (TNI AD), Serka Nofik (TNI AD), Serka Joko (TNI AD), Serka Febri (TNI AD), Serma Bambang (TNI AU), Pelda Andi (TNI AU), Peltu Ibnu Kohar (TNI AU). Upacara penyerahan jenazah dilakukan usai buka puasa. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top