Indonesia English
Kamis, 02 April 2020 |
Advetorial

OGJ PERINGATI HAUL KE 6 ALM. MURRY KOES PLUS SANG KAISAR DRUM REPUBLIK INDONESIA

Kamis, 06 Februari 2020 17:06:24 wib - Komentar
MURRY, YON dan penulis. Moment berharga ini terjadi di halaman studio TVRI Pusat Jakarta kala Koes Plus promo album Pop Dangdut Nasib 1988.

Oleh : Seno Supono.

ADALAH Titi Kinasih koordinator group whats app Omah Gubug (OGJ) yang merupakan group w.a penggemar band Kus Bersaudara dan Koes Plus yang cukup eksis di Jakarta, akan menyelenggarakan Haul ke 6 musisi legendaris Murry drumer band legendaris Koes Plus.

Dalam keterangannya kepada Banten88.com, Titi Kinasih mengemukakan, tema Haul ke 6 drumer legendaris ini adalah Perwujudan Mimpi Dari Sebuah Mimpi Murry Koes Plus.

Acara akan diisi antara lain dengan penggalangan dana, bhakti sosial karena OGJ juga peduli panti jompo, tambah Titi.

Haul ke 6 sang legenda diselenggarakan di dua lokasi dengan waktu yang berbeda yakni Sabtu, 8 Februari 2020 mulai jam 13.00 sd 21.00 di Warwik, Jl. Raya Kranggan RT 004/RW 004, Jatisampurna, Bekasi dengan sajian hiburan band pelestari Kus Bersaudara dan Koes Plus serta pelestari Tembang Kenangan.

Sedangkan puncak acara Haul ke 6 Murry, akan diselenggarakan pada Sabtu, 20 Februari 2020 bertempat di Yayasan Alfajar Berseri, Jl. Kampung Pulo RT 04/037, Desa Sumur Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Demikian Titi Kinasih.

Seperti diketahui kawasan Bekasi adalah kawasan gemuk tempat bertenggernya fans Kus Bersaudara dan Koes Plus.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama OGJ dengan Rumah Sosial Murry, Rico Murry, Koes Bersaudara, OGJ Punya Gawe, OGJ Kreatif dan Warwik.

Nama OGJ sendiri diambil dari judul lagu Pop Jawa Koes Plus  Omah Gubug yang amat tenar pada 1973.

MEMBEDAH SOSOK MURRY KOES PLUS

Menurut Wasis Susilo, ketua komunitas Kus Bersaudara dan Koes Plus periode pertama bahwa kehadiran Murry dalam group Koes Plus telah memenuhi secara psikologi rasa haus Tonny Koeswoyo sebagai leader Koes Plus dalam bermusik. Sementara Yon Koeswoyo, pemain guitar rhythem dan vocalis utama Koes Plus mengatakan, kehadiran Murry telah membawa lompatan besar Koes Plus dalam bermusik.

Musik Kus Bersaudara yang semula manis, ketika berubah nama menjadi Koes Plus tampil gahar dan garang. Murry lah yang memasukan pukulan atraktif dan dynamis gaya drumer The Rolling Stones Charlie Wats pada lagu Dheg Dheg Plus dan Awan Hitam yang sangat meng Hard Beat itu. Sementara pada lagu Derita, Murry dengan gagah memasukan pukulan gamelan Jawa seperti sedang mengiringi Kera Hanoman membuang Sampur (selendang). Sedangkan pada lagu berjudul Bali di album Pop Jawa Volume 1, Murry memainkan drum persis seperti pemain gendang tari bali mengiringi penari. Untuk lagu Padang Mbulan, Murry memainkan gendang yang terus berputar di gamelan Jawa menghadirkan nuansa anak2 di di pedesaan bersuka ria betmain dihalaman rumah menyambut datangnya terang bulan.

Lagu Padang Mbulan ini merupakan puncak keberhasilan Koes Plus dalam mengawinkan musik bernada pentatonik dan diatonik selain lagu Nuswantoro milik Koes Bersaudara 1977.

Dalam menulis lagu, karya Murry memang tidak sebanyak milik Tonny, Yon dan Yok. Namun lagu ciptaan Murry meski dalam album hanya terdapat satu atau 2 lagu namun selalu meledak dahsyat. Misal lagu Desember (Volume 8), Kau Bina Hidup Baru (Volume 9), Bujangan serta Ayah dan Ibu (Volume 10), Kemana (Volume 11), Nusantara 7 (Volume 11), Cobaan Hidup (Volume 12), Kembalilah (Volume 13), Kapan Lagi (Volume 14). Pak Tani (Pop Jawa Volume 1), Mari Berjoget dan Oh Adikku (Pop Melayu Volume 1), Masa Muda dan Mobil Tua (Mega hits Koes Plus in Hard Beat Volume 1 dan 2), Lagu Kesayangan (Pop Keroncong Volume 1) dan Ya Allah dari album Qasidah Koes Plus Volume 1.

Kemampuan Murry dalam mengejawantahkan dan menginterpretasikan musik - musik Koes Plus menjadi musik milik masyarakat yang membumi dan disukai seluruh lapisan masyarakat, ini menunjukan kadar intelektual seorang Murry yang amat mengagumkan. Menurut penulis Murry tidak saja plus nya Koes tapi yang tepat adalah plus plusnya Koes dan layak memperoleh gelar terhormat dan bergengsi sebagai Kaisar Drum Republik Indonesia dijalur musik pop.

TETAP BERSINAR

Ketika blantika musik pop pada 1977 dikejutkan dengan strategi Remaco yang meluncurkan album Koes Bersaudara 77 dengan mega hits Kembali dan ditandai dengan bersatunya Nomo Koeswoyo kepangkuan Tonny, Yon dan Yok, Koes Plus tidak aktif. Murry lalu merekrut pemain band Yeah Yeah Boys (YYB) dari Surabaya untuk membentuk Murrys Group dengan personel Murry (Drum), Pius (Guitar Melody dan Organ), Uki (Bass) dan Bian (Rhythem). Namun di album ke 2 Murrys group, posisi Bian diganti Hari.

Menyambut kehadiran Murrys Group majalah musik Aktuil menurunkan tulisan berjudul " Murrys Group dan Koes Plus Bersaing Dalam Satu Type ".

Namun menurut penulis musik Murrys Group jauh lebih keras dibanding Koes Plus. Pengaruh Ritchie Blackmore sang dewa guitar dunia dari kugiran Deep Purple sangat merasuk di album Murrys Group. Gitar yang dimainkan Pius beradu tangkas dengan drum Murry menjadikan musik Murrys Group sangat nge rock. Coba simak lagu Palapa sangat kuat pengaruh lagu Child in Time nya Deep Purple. Demikian pula pada lagu Besi Tua yang popularitasnya nyaris menyamai lagu Mobil Tua, kental dengan nuansa rock. Bahkan sampai pada album Pop Melayu, Murrys Group membalut musiknya dengan sengatan gitar yang garang utamanya pada lagu Mari Berjoget 2 dan Shakila.

Menurut penulis formasi Murrys Group Mark 1 dan 2 adalah formasi paling paten. Super group van Remaco yakni Koes Bersaudara, The Mercys, Panbers, Trio Bimbo dan IIn, Dlloyd dan Favourites group mendapat saingan baru yakni Murrys Group dari Irama Tara yang telah berhasil mengguncang pasar kaset dengan mega hits berjudul Anak Cucu di album ke 3 Murrys Group.

Itulah sosok Murry sang legenda sesungguhnya namun selalu berpenampilan sederhana dan rendah hati. Murry memang ibarat mutiara yang selalu bersinar ditempatkan dimana saja. Baik semasa di Koes Plus maupun di Murrys Group atau saat bersolo karier.

BAGAIMANA DENGAN MUSIK KOES PLUS

Ian Antono guitaris God Bles mengatakan, lagu - lagu Koes Plus itu mau " dimacem - macemin " atau dibikin aneh bisa saja. Semua terserserah Yon mau atau tidak, ungkapnya.

Namun penulis betpendapat lagu - lagu Koes Plus (Kus Beraaudara) adalah lagu dengan aransemen baku. Sang penulis lagu yakni Tonny, Yon, Yok, Murry dan juga Nomo Koeswoyo sudah mempertimbangkan dengan masak dari sisi idealis dan komersil. Sehingga jika lagu Koes ini diaransemen ulang, dibikin aneh dan panjang - panjang akan terdengar asing, pegal dan melelahkan.

KOMENTAR DISQUS :

Top