Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Hukum dan Kriminal

Operasi Patuh, TNKB Tak Sesuai Spesifikasi Denda 500 Ribu

Sabtu, 14 Mei 2016 19:00:04 wib - Komentar
AKP Lucky Permana Putra, Kepala Satuan Lalulintas Polres Serang.

Serang,(Banten88.com): Kepolisian Republik Indonesia Korps Lalulintas, mulai Senin (16/5) hingga Minggu (29/5) serentak akan menggelar Operasi Patuh, tak terkecuali Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Serang. Operasi Patuh ini merupakan salah satu operasi cipta kondisi menjelang bulan puasa, yaitu Operasi Ketupat 2016. Tujannya menciptakan tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

AKP Lucky Permana Putra, Kepala Satuan Lalulintas Polres Serang mengatakan salah satu sasaran Operasi Patuh Kalimaya 2016 adalah meningkatkan penindakan terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Kami akan lakukan penindakan terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan TNKB yang tidak sesuai dengan spesifikasi," ungkap Kasat Lantas disela-sela pengawalan warga Baduy yang akan melakukan acara adat Seba di Gelanggang Olah Raga Stadion Ciceri Kota Serang, Sabtu (14/5).

Dikatakan AKP Lucky, berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan kendaraan bermotor yang menggunakan TNKB tidak sesuai dengan ketentuan. Sehingga, memberikan kesan petugas Polantas kurang profesional karena membiarkan atau tidak mampu menertibkan.

"Dari pantauan kami, masih ada pengendara yang menggunakan plat nomer kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Kalau dibiarkan ini memberikan kesan negatif, mulai Operasi Patuh dan selanjutnya akan kita ambil tindakan," tegas pria yang baru sebulan menjabat Kasatlantas Polres Serang ini.

Dijelaskan Kasat Lantas, TNKB yang tidak sesuai spesifikasi diantaranya, hurufnya diatur, angka dirubah supaya terbaca atau angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama. Kemudian, hurufnya dirubah seperti huruf digital. Selain itu juga pada TNKB ada yang ditempel stiker, logo, lambang kesatuan atau Instansi pada kendaraan pribadi, seolah-olah pejabat. Dan juga TNKB menggunakan huruf miring dan huruf timbul.

"Ditemukan juga TNKB yang dibuat diluar ukuran sehingga terlalu besar atau kecil. TNKB dirubah warna dan ditutup mika sehingga warna berubah. TNKB yang huruf angkanya sebagian ditebalkan dan sebagian dihapus dengan cat sehingga nomor asli tersamar warna catnya (sulit untuk dibaca)," lanjut Lucky.

Ditegaskan, pengendara yang melakukan pelanggaran ini akan dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam Pasal 280 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ancamannya, dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000," tegas Lucky. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top