Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Ekonomi dan Bisnis

Otoritas Jasa Keuangan Pantau Ketat Pasar Modal

Selasa, 15 November 2016 19:07:27 wib - Komentar
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad.

JAKARTA, (Banten88.com):Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tajam hingga enam persen dalam dua hari perdagangan menjadi perhatian bukan hanya para emiten, tetapi juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad pun pada Senin malam (14/11/2016) memanggil sejumlah emiten sektor jasa keuangan untuk merapat. Di sana hadir pula Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.

Usai pertemuan, Muliaman menyampaikan kepada wartawan, penurunan IHSG murni karena ekspektasi pasar dan bukan karena fundamental ekonomi. Namun, belum bisa dipastikan kapan IHSG akan rebound.

"Belum tahu, karena ini kan masih harus dilihat antara retorika kampanye dan realitasnya," kata Muliaman.

Meski begitu, ia berpesan kepada industri dan investor, perkembangan kondisi terakhir itu tidak mengganggu fundamental kondisi keuangan. OJK, sambung Muliaman, juga terus membantah pasar modal dari dekat secara ketat.

"OJK pantau saja, secara dekat, ketat. Karena semua aturan sudah cukup, tetapi tetap harus diawasi secara ketat," kata Muliaman.

Intervensi

Sementara itu, Tito menambahkan intervensi akan dilakukan sesuai protokolnya, yaitu apabila penurunan IHSG melorot drastis 10 persen. Namun ia tidak berharap hal itu terjadi.

Dihubungi terpisah, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, OJK bisa mempertimbangkan mengizinkan korporasi melakukan pembelian kembali tanpa RUPS untuk menetralisir tekanan.

"Kalau indeks di bawah 5.000, mungkin Otoritas perlu berfikir tentang hal itu," kata Hans kepada Kompas.com.(Sumber : kompas.com).

KOMENTAR DISQUS :

Top