Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Advetorial

P2SC RADIO LEGENDARIS KONSISTEN UDARAKAN LAGU-LAGU KOES PLUS SEJAK 1978

Minggu, 17 Mei 2020 19:43:48 wib - Komentar
PENYIAR AKP Emil Diana dari Radio P2SC (kiri atas) pengasuh acara AKP dIantara foto sang legenda KUS BERSAUDARA dan KOES PLUS.

WARGA DKI JAKARTA yang kini usianya diatas 45 tahun, rasanya tak ada yang tak mengenal Radio Puspa Dwi Suara Cipta atau beken disebut sebagai Radio P2SC yang mengudara di Gelombang AM 936 KHZ. AKP memiliki kredo atau tagline

" Selalu Dihati Selalu Dinanti ".

Radio legendaris ini memiliki acara yang sangat digemari dari masa ke masa yakni AKP atau Album Koes Plus.

Acara ini digelar pada 1978 ketika band Koes Plus sedang dipuncak ketenaran di blantika musik pop Indonesia.

Ditahun 1978 itu ditandai dengan dirilisnya 3 album Koes Plus yakni 2 album Pop Indonesia BERSAMA LAGI dan MELATI BIRU serta sebuah album Pop Melayu CUBIT CUBITAN. Ketiga album tersebut laris manis dan meledak meletus di pasar. Dan eloknya personel Koes Plus yakni Yon, Yok dan Murry tampil diacara siaran langsung AKP. Tentu suasana atas hadirnya personel Koes Plus membuat siaran semakin mantap dan menggairahkan.

Berikut ini petikan wawancara dengan penyiar ke 10 AKP yang berwajah menawan dan bersuara merdu Emil Diana.

Selain sebagai penyiar acara legendaris, Emil merupakan  pengurus komunitas Kus Bersaudara dan Koes Plus Jiwa Nusantara sebagai Ketua Harian periode 2016 - 2019 dan 2019 - 2022.

Banten88.com : AKP adalah acara yang sangat melegenda hingga kini. Kapan awal siaran ?.

Emil : AKP atau Album Koes Plus adalah sebuah " callsign " program radio. Dimulai sejak 1978.

Banten88.com : Sebutkan nama - nama  penyiar senior sejak program AKP diudarakan ?.

Emil : Joko Kuswanto (1978), Suprapto, Otong Saputra, Lanti, Ari Mardiati, Edy Sonatha, Yusuf Ade, Suparni, Tora, Emil Diana (2010  sampai sekarang).

Banten88.com : AKP mengudara setiap hari apa dan jam berapa ?.

Emil : Hari Rabu mulai jam 17.30 hingga pukul 20.00 dan hari Minggu jam 10.30 sampai jam 13.30.

Banten88.com : Konsep siaran AKP bentuknya seperti apa ?.

Emil : Membaca artikel tentang Koes Plus, Karaoke Udara, putar album, quis seputar program yang disiarkan dan tebak lagu Koes Plus. Juga menyelenggarakan  live musik on air merupakan ajang pertemuan penggemar dan band pelestari lagu - lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus bertempat di studio Radio P2SC.

Banten88.com : Banten88.com : Lagu Koes Plus yang diputar di AKP dalam bentuk PH, kaset atau digital ?

Emil : Dalam bentuk digital MP 3.

Banten88.com : Apakah P2SC memiliki seluruh lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus ?.

Enil : Saat sekarang P2SC memiliki semua lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus yang telah dirilis pada jamannya dalam bentuk MP3.

Banten88.com : Banten 88.com : Saat AKP mengudara berapa jumlah lagu yang diputar ?.

Emil : 30 judul lagu selama 3 jam siaran.

Banten88.com : Lagu Koes Plus yang disuka public Jakarta dari album mana saja ?.

Emil : Album Koes Plus Volume 1 hingga volume 14.

Banten88.com : Siapa saja personel Koes Plus yang pernah siaran di AKP ?.

Emil : Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Murry dan Totok AR. Itu terjadi tahun 1980 an.

(Catatan Redaksi : Totok AR atau Totok Aji Rahman adalah musisi yang memainkan bas untuk rekaman Koes Plus Volume 1 bertitle " Dheg dheg Plus " pada 1969 di perusahaan rekaman PT. Dimita Moulding. Totok AR adalah saudara kandung Lies AR dan Titik AR pemain band wanita paruh 60 an yang amat melegenda, Dara Puspita).

Emil menambahkan, jika siaran off air, semua personel Koes Plus hadir.

Banten88.com : Banten88.com : Siapa rekan siaran mbak Emil Diana saat mengudarakan AKP ?

Emil : Bram Agoeng.

Banten88.com : Ketika Koes Plus sedang tenar - tenarnya di tahun 1978. Berapa usia mbak saat itu ?.

Emil : Saya berusia 12 tahun.

Tahun 1978 itu penulis sudah duduk di bangku SMAK Salatiga (Jateng) kelas 3 IPS menjadi salah satu saksi hidup kedahsyatan Koes Plus di blantika musik pop. Seluruh Radio di republik ini dengan gegap gempita mengudarakan lagu - lagu Koes Plus. Bahkan lagu Koes Plus berjudul Rahasia Hatiku dari album Koes Plus 78 terdengar hingga desa Thekhelan. Desa tertinggi di lereng Gunung Merbabu tempat para pendaki beristirahat sebelum naik ke puncak Merbabu.

Penulis bersama rekan Johny yang saat itu bersiap mendaki puncak Merbabu, mendengar suara khas mas Tonny Koeswoyo yang serak - serak keren dari radio transistor yang dibawa Johny.

Lagu tsb diputar oleh salah satu Radio dikota Magelang.

Saat mas Tonny melantunkan mega hits Rahasia Hatiku.

Suasana  memang sedang sunyi senyap namun terasa magis, juga ada perasaan haru dan sedih saat mendengarkan lagu Koes Plus. (Seno Supono).

KOMENTAR DISQUS :

Top