Indonesia English
Minggu, 21 April 2019 |
Nasional

Panglima TNI : Santri Generasi Muda Terpilih Dan Unggul Untuk Membangun Bangsa Dan Negara

Kamis, 28 Maret 2019 23:32:27 wib - Komentar
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, melaksanakan kegiatan Do'a Bersama dengan Masyarakat Banten yang diselenggarakan di Eco Park P.T. Indonesia Power Suralaya Cilegon, Selasa malam (27/3).

Cilegon,(Banten88.com):Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, melaksanakan kegiatan Do'a Bersama dengan Masyarakat Banten yang diselenggarakan di Eco Park P.T. Indonesia Power Suralaya Cilegon, Selasa malam (27/3).

Kegitan Do'a bersama tersebut diselenggarakan dalam rangka Latihan kesiapsiagaan operasional Koarmada I di PLTU Suralaya yang dihadiri oleh sekitar 5.000 Orang Santriwan dan santriwati dari 20 Pondok Pesantren yang ada di Wilayah Banten. Adapun kegiatan tersebut mengusung tema " Melalui Istighosah Prajurit TNI dan Masyarakat Kita Wujudkan semangat kebersamaan, rasa kekeluargaan serta memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat dalam menjaga NKRI".

Do'a bersama ini dilaksanakan dengan tujuan agar Latihan yang diselenggarakan dapat terlaksana dengan aman dan lancar serta dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan sesuai dengan yang diharapkan.

Kegiatan Doa Bersama di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan sambutan dari Direktur Utama Indonesia Power Bpk. Hanafi   berharap kepada TNI dan Masyarakat sekitar PLTU Suralaya agar memberikan dukungan kepada PT. Indonesia Power, PLTU Suralaya yang berada di daerah Cilegon Banten yang merupakan penyuplai pasokan Listrik sejawa Bali.

Dengan adanya dukungan dari TNI dan Masyarakat serta komponen lainnya maka PLTU Suralaya dalam operasionalnya akan berjalan dengan lancar demi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Pada sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Nurtjahjanto, S.I.P,  menyampaikan, " dalam setiap kunker kemanapun saya selalu bersilaturahmi dengan para ulama dan para santri ke Pondok Pesantren, karena Pondok pesantren itu merupakan Samuderanya Ilmu ".

Selanjutnya kata Panglima TNI, " ada  3 unsur yang tidak dapat dipisahkan yaitu Ponpes, Pengasuh dan Santri yang harus selalu dijaga untuk keutuhan NKRI ",

" Santri merupakan Sumber Daya Manusia yang disiapkan untuk dijadikan sebagai generasi Muda terpilih dan Unggul untuk membangun Bangsa dan Negara sesuai dengan cita- cita bangsa Indonesia di tahun 2045 yang akan menjadi 4 Besar Dunia, " ucapnya.

" Sekarang kita sudah masuk dalam revolusi induatri 4.0, sehingga kehidupan kita akan menjadi mudah. Namun setiap perkembangan teknologi tentu akan menimbulkan dampak positip dan negatifnya. Dampak positif kita akan selalu dipermudah dalam segala hal, sedangkan salah satu dampak negatif yang paling menonjol yaitu mudahnya beredar berita Hoaxs atau berita bohong yang sangat mungkin akan dapat memecah belah bangsa, oleh karena itu kita harus bijak dalam menilai berita dan menggunakan medsos. Jangan mudah menerima berita, cek terlebih dahulu kebenaraannya sebelum kita menyebarkannnya, " imbuhnya.

Panglima TNI menambahkan, " Tugas TNI dan Polri adalah menjaga Keutuhan NKRI. Oleh Latihan yang akan dilaksanakan besok merupakan suatu pembekalan kepada Prajurit untuk memperyakin rakyat Indonesia bahwa TNI selalu siap menjaga keamanan NKRI, melindungi segenap masyarakat dan siap menangkal segala ancaman baik dari luar maupun dari dalam.

Panglima TNI mengajak kepada santriwan dan santriwati untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan kebhineka tunggal ikaan sebagai salah satu modal dasar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam setiap pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara, TNI selalu memegang teguh jati diri TNI yaitu, TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara profesional.

Panglima TNI berpesan agar selalu menghindari bahaya Narkoba, Perangi Narkoba karena Narkoba akan menghancurkan mental bangsa dan akan menjadi hal terburuk yang akan menghambat tercapainya Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan Do'a Bersama dan Iatighosah dengan masyarakat Banten dipimpin langsung oleh Tokoh Agama Banten K.H. Abuya Dimyati. Pada Intinya do'a tersebut ditujukan untuk kelancaran dalam pelaksanaan latihan kesiapsiagaan operasional Koarmada I di PLTU Suralaya. Serta pada umumnya semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat terwujud demi tetap tegaknya NKRI dan selalu siap dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Disela-sela rangkaian kegiatan tersebut, Panglima TNI memberikan bantuan sembako dan uang pembinaan kepada 20 Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Banten.(sumber : Pendam III/Siliwangi).

KOMENTAR DISQUS :

Top