Indonesia English
Senin, 08 Agustus 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, Peluang Usaha Masyarakat Desa

Selasa, 31 Mei 2016 19:49:11 wib - Komentar
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten Sigit Suwitarto.(dok Humas Banten).

SERANG,(Banten88.com): Rencana pembangunan Tol Serang-Panimbang dalam waktu dekat ini bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat desa. Setidaknya jika Tol tersebut dibanguan maka akan melalui satu kota dan tiga kabupaten yakni, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan peluang pelaku usaha ekonomi masyarakat desa dengan akan dibangunnya Tol Serang-Panimbang  semakin terbuka lebar. “Peluang usaha bagi masyarakat desa makin terbuka dengan adanya rencana pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang, anda bisa bayangkan jika sudah jadi, perputaran ekonomi akan meningkat,” kata Rano saat membuka acara pertemuan integrasi temu karya pelaku usaha ekonomi masyarakat desa, pembinaan KIE KB dan Jambore PPKBD tingkat Provinsi Banten tahun 2016 di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Senin (30/5).

Rano mengimbau kepada seluruh pelaku usaha ekonomi untuk dapat bersaing dengan meningkatkan produk supaya dapat bersaing di pasaran. “Para pelaku usaha saat ini dituntut untuk meningkakan produknya. Walaupun hal itu memerlukan waktu, tapi harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Diterangkan Rano Pemprov Banten juga menyediakan jaminan kredit daerah (Jamkrida) sehingga dapat membantu meningkatkan produk-produk dari para pelaku usaha di desa. “Kita lihat dari segi modalnya seperti apa, kita sudah punya Jamkrida jadi mudah-mudahan itu bisa membantu,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten Sigit Suwitarto mengatakan setidaknya terdapat 11.247 pelaku usaha yang dikelola oleh perempuan di Banten.

“Dari 11.247 kelompok simpatis perempuan di Banten pengurusnya merupakan berasal dari keluarga mampu dan anggotanya dari keluarga yang tidak mampu,” katanya.

Diterangkan Sigit bahwa embrio pengembangan ekonomi berawal dari keluarga. “Jadi mana kala keluarga itu mampu dalam pemberdayaan ekonominya maka keluarga tersebut dapat meningkatkan pendapatan,” jelasnya.(AZM).

KOMENTAR DISQUS :

Top