Indonesia English
Rabu, 26 September 2018 |
Pemerintahan

Pemprov Banten Akan Dorong ASN Terlibat Langsung Atasi Persoalan Daerah

Selasa, 13 Februari 2018 19:47:22 wib - Komentar
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat seminar nasional yang dihadiri oleh mahasiswa pasca sarjana Universitas Pasundan, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintaha Provinsi Banten (KP3B), Curug, Selasa (13/02/2018).

Serang, (Banten88.com): Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengungkapkan pemerintah pusat telah berupaya memecah disparitas antar wilayah di Tangerang raya dan Banten selatan, salah satunya dengan akan membangun jalan tol Serang-Panimbang, pemerintah daerah dengan melakukan perbaikan sejumlah infrastuktur jalan yang menjadi kewenangannya. 

Selain itu, kata Andika, pihaknya juga tengah mempertimbangkan untuk melibatkan para ASN di Provinsi Banten secara langsung dalam upaya penanganan persoalan di daerah, seperti yang dilakukan Pemkab Serang dengan meminta ASN-nya membeli karya kerajinan rakyat di daerah tersebut. 

Hal tersebut diungkapkan Andika Hazrumy dalam seminar nasional yang dihadiri oleh mahasiswa pasca sarjana Universitas Pasundan, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintaha Provinsi Banten (KP3B), Curug pada Selasa (13/02/2018). Dalam seminar nasional yang mengusung tema Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Daerah itu, Andika memberikan pemaparan terkait Provinsi Banten sebelum secara resmi membuka acara yang juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang tersebut.  

Dalam paparanya Andika mengakui bahwa terjadi disparitas antar wilayah di Tangerang raya dan Banten selatan. Oleh karenanya Pemerintah Provinsi Banten melakukan sejumlah upaya agar dapat memecah perbedaan tersebut. Pemprov Banten telah membagi wilayah kerja terkait pembangunan infrastruktur, yakni wilayah kerja 1 meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang; kemudian wilayah kerja 2 meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon; dan wilayah kerja 3 meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.  

"Wilayah kerja ini agar dapat mempermudah meningkatlan potensi yang ada di daerah masing-masing," paparnya. 

Upaya konkret memecah disparitas itu, lanjutnya, yaitu dengan pembangunan dan perbaikan infrastuktur yang menghubungkan setiap wilayah, dimana pada tahun 2018 akan dilakukam ground breaking jalan tol Serang - Panimbang, sehingga diharapkan dapat meningkatkam perekonomian masyarakat apabila akses jalan lebih baik.  

"Tol Serang-Panimbang sangat menguntungkan di mana saat itu ketika Banten ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus, tidak dibangun infrastruktur penunjang, oleh karenanya dengan adanya jalan ini diharapkan dapat memecah disparitas," lanjutnya. 

Pada tahun 2018, lanjutnya, Pemprov akan memperbaiki jalan sepanjang 100 km yang menjadi tupoksi Pemerintah Provinsi Banten yang tersebar di 8 Kabupaten/Kota. "Tahun ini 100 km, dari total 760 Km yang menjadi tupoksi pemprov," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga tampil sebagai salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah isu strategis yang ada di Kabupaten Serang salah satunya adalah soal kemiskinan.  

"Untuk itu, kita lakukan berbagai upaya melalui sejumlah program keroyokan seperti dari dinas koperasi perdagangan, dinas sosial, DKPP dan DPMD," ujar Tatu. 

Salah satu kebijakannya adalah dengan meningkatkan UMKM di Kabupaten Serang. Bukan hanya pada program pembinaan dan permodalan namun Pemkab Serang juga memberikan arahan khusus bagi para ASN untuk mendukung program tersebut. 

"Seperti UMKM batik, batik dari pengusaha UKM kita wajibkan dibeli oleh para ASN untuk dipakai pada hari tertentu, dan itu sudah berjalan," pungkasnya. (Ern)

KOMENTAR DISQUS :

Top