Indonesia English
Senin, 25 Juni 2018 |
Pemerintahan

Pemprov Banten Dorong Pemenuhan Hak Untuk Disabilitas

Senin, 11 September 2017 22:57:53 wib - Komentar
Kepala DP3AKB, Sitti Ma'ani Nina

Serang, (Banten88.com): Pemprov  Banten akan mendorong program dari Pemerintah RI terkait pemenuhan hak-hak bagi anak yang berkebutuhan khusus (Disabilitas). Salah satunya fasilitas alat transportasi umum yang nyaman bagi Disabilitas.

Kepala Dinas Pemberdayaaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Sitti Ma'ani Nina mengatakan bahwa pada tahun 2017 ini ada sekitar 4.851 anak penyandang Disabilitas di Banten, namun mereka belum mendapatkan hak-haknya secara penuh, sehingga perlu adanya pelaksanaan program penyediaan alat tranfortasi khusus.

“Kita survei lapangan, nanti temuan di lapangan akan kita masukan kepada perencanaan yang nantinya akan menjadi kebijakan maupun pelaksanaan program, ini semua kan perlu masukan,” katanya kepada wartawan, Senin (11/09/2017).

Lebih lanjut dia mengungkapkan pihaknya akan mendorong kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) RI, untuk segera melakukan pendalaman mengenai program tersebut. 

“KP3A juga nanti akan minta dorongan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian lainnya agar bias menyediakan sarana transportasi,” ujarnya.

Menurut Nina, sebagian sarana bagi penyandang Disabilitas sudah ada, namun fasilitas tersebut belum dapat disesuaikan. “Misalkan mengarah pada destinasi wisata ramah anak, juga mengadop ramah anak berkebutuhan khusus, itu sebetulnya sarananya sudah ada, tinggal disesuaikan,” ungkapnya.

Dikatakan Nina, target adanya pengadaan alat transportasi belum dapat dipastikan, karena saat ini pihaknya masih melakukan pendataan, namun program ini harus dilakukan karena merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Kalau target harus ada, karena ini masuknya ke nawacita. Yaitu program Presiden, jadi terus dilakukan, kalau sudah ada masukan ke perencanaan, maka tinggal pelaksanaan, maka kita juga tinggal mengurai saja di Undang-Undangnya, spek-spek berkebutuhan khusus seperti apa saja nanti akan kita sampaikan,” ucapnya. (ERN)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top