Indonesia English
Jumat, 22 Maret 2019 |
Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Banten Dorong Produksi Cabai Lokal

Kamis, 26 Mei 2016 19:01:14 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno dan Walikota Serang Haerul Jaman panen Cabai lokal.

KOTA SERANG,(Banten88.com): Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian & Peternakan Banten akan terus mendorong produksi cabai lokal untuk memenuhi  kebutuhah di Provinsi Bantenn pada tahun 2016. Kebutuhan konsumsi masyarakat Banten terhadap komoditas cabai sebesar 2,49 kg per kapita per tahun atau sebesar 30.399 ton per tahun dari total penduduk Banten. Demikian dikatakan  Gubernur Banten H. Rano Karno, S.IP.

“Pada tahun 2016 ini saja Banten masih membutuhkan 19.735 ton atau sebesar 64,89 persen,” kata Gubernur Banten pada acara Gebyar Temu Lapangan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Hortikultura dan Panen Cabai merah di Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Kamis (26/05/2016). 

Maka dari itu, Gubernur Banten mengajak kepada para petani di Banten untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Menurutnya, pemerintah akan mendorong dan membantu para petani agar mampu meningkatkan hasil panen.  

“Para petani akan kami bantu, salah satunya melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu,” ujarnya. 

Melalui dinas terkait, kata Gubernur, sekenario rancangan peningkatan produksi cabai telah disusun dan disosialisasikan ke Kabupaten dan Kota dan dengan berbagai asumsi input produksi yang diharapkan.  

“Semoga rancangan ini dapat dicapai apabila diikuti dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari semua pihak terkait. Kepada petani ayo kita bangun provinsi ini dengan kemampuan yang kita miliki,” ajak Gubernur. 

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat memberikan tambahan produksi cabai tahun 2016 ini, diantaranya dengan adanya program pengenbangan kawasan aneka cabai seluas 347 hektar serta bantuan sarana produksi budidaya cabai yang tersebar di seluruh wilayah provinsi banten.  

“Dengan program pengembangan kawasan budidaya cabai ini diharapkan adanya peningkatan produksi cabai pada tahun ini sebesar 3.553 ton,” sebutnya. 

Gubernur menilai, untuk kebutuhan hari keagamaan dan nasional terutama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, konsumsi cabai cenderung meningkat bahkan mengalami kenaikan harga. Padahal komoditas cabe merah dan hasil pertanian lainnya dapat dihasilkan oleh para petani di Banten.  

“Tiap jelang Ramadhan harga cabe merangkak naik.  Dengan pertanian seperti ini kita upayakan untuk menekan kenaikan harga cabe supaya masyarakat bisa membeli. Kita sama-sama menanamnya,” kata Gubernur. 

Untuk menekan harga pasar ini, kata Gubernur, Presiden telah mengintruksikan kepada seluruh Provinsi untuk mengupayakan menekan harga pasar melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).   “Untuk menekan harga tersebut kita upayakan dengan terpenuhinya ketersediaan hasil pertanian kita,” terangnya.

Ia juga menyampaikan kepada para walikota dan bupati di Banten agar tetap menjaga lahan pertanian dari derasnya perkembangan industri. “Jangan sampai industri menggeser lahan pertanian yang tersedia. Semua harus seimbang,” ucapnya.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengimbau kepada kelompok tani di Kota Serang agar bijak menggunakan pupuk kimia pestisida dan memperhatikan kualitas hasil panen agar dapat bersaing di pasaran. “Petani kita harus cerdas dalam menanan,” ujar Jaman. Ia pun berharap para petani bisa memanfaatkan program pemerintah yaitu sekolah lapang pengendalian hama terpadu. Dengan sekolah ini, petani bisa lebih pintar dalam bertani. “Petani harus memiliki pengetahuan agar hasil panennya juga maksimal,” ujarnya.(AZM).

KOMENTAR DISQUS :

Top