Indonesia English
Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Seputar Banten

Pemprov Banten Gagas Pusat Informasi Sahabat Anak

Rabu, 09 Mei 2018 18:25:39 wib - Komentar
Sosialisasi Pembentukan PISA di Kota Serang,

SERANG,(Banten88.com):  Dalam kehidupan sehari-hari, saat ini masyarakat sudah sangat mudah mengaksess informasi. Informasi apa saja sudah tersedia hanya dengan mengandalkan sentuhan jari. Namun, tidak sedikit informasi yang tersedia mengandung konten negatif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten menggagas pembentukan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). “PISA merupakan upaya pemerintah untuk lebih membatasi dan memberikan perlindungan bagi anak dalam mendapatkan informasi,” kata Kepala Dinas DP3AKKB, Siti Ma’ani Nina dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Pembentukan PISA di Kota Serang, Rabu, 9 Mei 2018, yang dibacakan Kepala Seksi Pengarustamaan Hak Anak DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ulfah Fatimah.

Menurut Nina, PISA bertujuan untuk menyediakan informasi yang layak untuk anak, supaya bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, untuk secara khusus menyediakan lembaga yang mengintegrasikan berbagai informasi layak anak dalam satu wilayah, seperti menyediakan informasi dalam rangka mengembangkan kreatifitas dan inovasi serta masa depan anak, menyediakan informasi untuk meningkatkan wawasan anak terhadap kebangsaan dan cinta tanah air, menyediakan informasi untuk memperkuat karakter anak, sebagai wadah bersosialisasi bagi anak, dan alternative pemanfaatan waktu luang anak.

Anak merupakan potensi yang sangat penting sebagai generasi penerus masa depan bangsa yang akan menjadi pilar utama pembangunan Nasional. Untuk itu agar anak-anak mendapatkan akses terhadap informasi yang layak, sebagaimana dijamin oleh undang-undang, dan untuk menghindari pengaruh buruk terhadap proses tumbuh kembang dan masa depan anak. Pusat Informasi Sahabat Anak merupakan wadah untuk menyediakan informasi yang layak untuk anak dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

Kebijakan Informasi Layak Anak (ILA) sudah diamanatkan dalam pasal 56 (1) UU Perlindungan Anak, yang mewajibkan pemerintah untuk mengupayakan dan membantu anak agar dapat bebas menerima informasi baik secara lisan maupun tertulis.

Dalam acara sosialisasi ini diisi dua narasumber yakni,  Asisten Deputi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Dermawan, M.Si dengan membawakan materi mengenai Kebijakan Informasi Layak Anak (ILA).  Dermawan memaparkan tentang Pembentukan Model Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) di daerah-daerah.

Narasumber selanjutnya adalah Kepala Seksi kelembagaan dan Kemitraan Media pada Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Kusma Supriatna,S.Sos,.M.I.Kom. 

Kusma membawakan materi tentang materi pesan-pesan sahabat anak. Menurut Kusma, pada beberapa tahun ke depan Indonesia memasuki bonus demografi, yaitu komposisi penduduk terbesar adalah pada usia produktif antara 15 sampai dengan 64 tahun.

Bonus demografi tersebut akan dialami oleh penduduk Indonesia yang saat ini pada usia anak-anak. Karena itu, untuk meraih manfaat dari bonus demografi tersebut, anak-anak Indonesia harus dilindungi, terutama dari informasi-informasi yang mengandung konten negatif, yang saat ini membanjiri Indonesia.(HMS Banten).

KOMENTAR DISQUS :

Top