Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Penambangan Pasir Laut, Nelayan Pulo Tunda Peroleh CSR

Kamis, 10 Maret 2016 08:53:40 wib - Komentar
Kapal Nelayan Pulo Tunda.

Serang,(Banten88.com): Warga dan nelayan di Pulo Tunda, Kabupaten Serang, Banten, mengaku senang dengan adanya aktivitas penambangan pasir laut yang dilakukan oleh Kapal Queen of Nederland di sekitar perairan Pulo Tunda. Dengan penambangan pasir laut yang dilakukan oleh Kapal Queen of Nederland, masyarakat Pulo Tunda mendapat penghasilan tambahan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari aktivitas penambangan pasir laut tersebut. 

Kapal Queen of Nederland melakukan penambangan pasir laut di sekitar Pulo Tunda sejak Jumat (4/3) lalu. Bagi masyarakat Pulo Tunda, penambangan pasir laut bukanlah sesuatu yang baru. Pasalnya, penambangan pasir laut di perairan Pulo Tunda sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Sehingga, kehadiran Kapal Queen of Nederland disambut baik oleh masyarakat Pulo Tunda. 

Pulo Tunda memiliki satu desa, yakni Desa Wargasara dengan jumlah penduduk 1.200 jiwa. Seluruh masyarakat Desa Wargasara mendapat bantuan CSR dengan jumlah yang bervariasi. Selain itu, masyarakat juga mendapat CSR dalam bentuk bea siswa, pembangunan tempat ibadah, kemalangan, honor guru, listrik dan pembangunan infrastruktur lainnya. Sehingga masyarakat Desa Wargasara merasakan manfaat dari adanya penambangan pasir laut. Apalagi penambangan pasir laut yang dilakukan Kapal Queen of Nederland memenuhi aturan yang berlaku. Penambangan dilakukan minimal dua mil dari bibir pantai, memiliki kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan izin dari pemerintah setempat. 

Menurut Kepala Desa Wargasara, Syamsul Bahri, masyarakat sangat diuntungkan dengan adanya penambangan pasir laut di sekitar Pulo Tunda.  Sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara hanya mengecap pendidikan sekolah dasar (SD). Namun, setelah adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara minimal berpendidikan SMA. Bahkan, banyak diantaranya yang sarjana. “Sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat hanya tamat SD saja, tapi sekarang sudah banyak yang sarjana, minimal tamat SMA,” ujar Syamsul, Kamis (10/3). 

Selain itu, tambah Syamsul, wajah Desa Wargasara mengalami kemajuan. Masayarakat Desa Wargasara kini dengan mudah mendapat listrik, jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar. “Kalau dibandingkan dulu dan sekarang, banyak kemajuan yang dialami Desa Wargasara. Dari pasokan listrik yang mudah, jalan-jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar,” tambah Syamsul. 

Sehingga masyarakat Desa Wargasara sangat mendukung adanya penambangan pasir yang dilakukan Kapal Queen of Nederland.  Kalau tidak ada penambangan pasir laut, kehidupan masyarakat Desa Wargasara akan seperti dulu lagi. Penghasilan sebagai nelayan sudah tidak mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka. “Penghasilan nelayan sudah tidak cukup, sehingga masyarakat sangat menggantungkan harapanya dari penambangan pasir laut,” ungkap Syamsul.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Wargasara, Yan Sawiyan, 63 tahun, mengatakan kehadiran Kapal Queen of Nederand di Perairan Pulo Tunda disambut baik oleh masyarakat. Karena dengan adanya penambangan pasir laut, masyarakat mendapat manfaat dari penambangan tersebut. Perubahaan yang dialami masyarakat dan Desa Wargasara diperoleh dari penambangan pasir laut. “Sejak adanya penambangan pasir laut, banyak perubahan yang dialami masyarakat Desa Wargasara. Masyarakat sudah tidak khawatir dengan kemiskinan dan kebodohan. Masyarakat sudah hidup seperti masyarakat lainnya,” ujar Sawiyan. 

Bahkan, Sawiyan berharap agar Kapal Queen of Nederland tetap terus melakukan penambangan pasir laut agar masyarakat Desa Wargasara bisa lebih sejahtera. “Kalau harapan kami sebagai masyarakat Desa Wargasara, agar penambangan di Pulo Tunda tetap terus dilakukan agar masyarakat lebih sejahtera,” ungkap Sawiyan.(YAN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top