Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Pengamen Cilik Babak Belur Dihajar Bosnya

Minggu, 05 Juli 2015 20:07:51 wib - Komentar
Ilustrasi pengamen cilik dianiaya.

Lebak,(Banten88.com): Rijal (12), seorang pengamen asal Kampung Ancol, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten babak belur dianiaya Cecep (42) gara gara telat setor uang hasil mengamen kepada bosnya. Sebelum dianiaya, Rijal juga  sempat disekap selama tujuh jam. Beruntung penganiayaan tidak berlanjut karena keburu diketahui oleh warga.

Dituturkan Rizal, penganiayaan yang dialaminya terjadi di sebuah kontrakan di Kampung Rancatimah RT 03/ RW 06, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung milik pelaku Cecep, pada Jumat (3/7/2015).

Rijal pun menceritakan proses penganiayaan yang dialaminya. Sebelum menganiaya korbanya  pelaku  mengikat kedua tangan dan memoleskan balsam di kedua matanya dan membuat mata korban hingga kini belum bisa melihat. Selain itu, pelaku pun memukul bibirnya hingga sobek dan membenturkan kepalanya ke dinding hingga mengalami pembengkakan parah.

“Saya disekap dari jam 11 sampai jam 6 sore Pak. Beruntung penganiayaan tidak berlanjut karena warga mengetahuinya,” ujar Rijal yang ditemui saat terbaring di ruang perawatan, sambil didampingi salah seorang relawan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lebak.

Dijelaskan Rijal, penganiayaan itu terjadi karena ia tidak menyetor uang hasil mengamen selama 11 hari kepada pelaku. Sebelumnya, pelaku sudah meminjamkan box musik kepadanya untuk mengamen.

Rijal mengaku bahwa box musik yang dipinjam pelaku ia pinjamkan kembali kepada temannya. Namun temannya belum mengembalikan kepada Rijal. Saat bertemu pelaku, Rijal langsung dipukul tanpa diberikan kesempatan untuk menjelaskan. “Saya tidak diberikan kesempatan  untuk menjelaskan dimana bok musiknya, saya langsung dipukul dibagian kepala dan mata saya dilumpuri balsem dan mengancam saya akan dibakar,” bebernya.

Saat kejadian, Rijal mengaku sempat meminta pertolongan kepada teman-teman pengamen lainnya. Namun teman seprofesi yang berada di tempat yang sama tidak ada upaya untuk menolong korban dan malah menertawakan dan ikut memukul korban.

“Saya meminta tolong kepada mereka namun bukan pertolongan yang saya dapat, tapi mereka menertawakan dan memukul saya, saya pun terus menerus meminta tolong agar terdengar oleh warga,” ujarnya dengan menahan rasa sakit.

Sementara, relawan LPA Kabupaten Lebak yang ditemui di ruang perawatan korban, Oman Rohmawan, mengecam keras aksi kekerasan yang dialami oleh Rijal. Ia pun meminta agar aparat hukum menindak tegas pelaku.  “Kami mengecam kepada siapapun pelaku kekerasan terhadap anak dan eksploitasi anak. Kami berharap pelaku di hukum yang setimpal sesuai UU Perlindungan Anak berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan eksploitasi anak,” ujar Oman. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top