Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Pengedar Narkoba Digelandang Petugas, Satu Dilepas

Kamis, 10 September 2015 16:32:21 wib - Komentar
Ilustrasi Narkoba.

Serang, (Banten88.com) – Petugas serse unit narkoba Polres Serang berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pengedar sabu, sayangnya satu orang yang diketahui bernama Usup, saat ini menjadi Kepala Desa Cadasari, dari informasi yang diperoleh dilepaskan. Petugas serse hanya mengamankan dua orang saja, yakni Lutfiana (28), warga Desa Suka Indah, Kecamatan Baros, Serang dan Hasanudin (33), warga Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Penangkapan terhadap pengedar barang haram ini dilakukan pada hari Rabu, (9/9) dini hari. Mereka ditangkap di tempat berbeda, yaitu di kawasan sekitar Kompleks Mutiara Indah, Kelurahan Kaligandandu, Kota Serang. Saat dilakukan penangkapan, ketiganya tidak melakukan perlawanan, dan langsung di gelandang ke Mapolres Serang.

Kasat Narkoba Polres Serang, AKP Bambang Supeno ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika anggotanya sudah berhasil melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba yang biasa beraksi di daerah Serang.

"Ya berhasil kita amankan, keduanya satu jaringan dan kami tangkap di dua tempat berbeda. Dari tangan tersangkan didapatkan barang bukti berupa dua paket sabu siap edar," ujar AKP Bambang Supeno, Kamis (10/9).

Lebih lanjut Bambang mengatakan, saat anggota melakukan pengintaian, yang pertama saat dilakukan penngkapan itu Lutfiana. Dari keterangannya, diduga dia akan mengedarkan sabu di Kompleks Mutiara Indah. Saat dilakukan penggeledahan, dari dalam tas ukuran kecil yang melilit dipundaknya, ditemukan bungkusan rokok yang isinya ada dua plastik bening yang di dalamnya berisi kristal, setelah diteliti ternyata barang tersebut narkoba jenis sabu.

“Malam itu juga tersangka langsung digelandang ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui dua paket sabu tersebut miliknya yang diperoleh dari rekannya bernama Hasanudin. Paketan sabu itu kata tersangka akan dijual kepada pelanggan yang sudah memesannya," ujarnya. 

Dari pengakuan Luffiana, petugas Unit II yang dipimpin Aiptu Ritonga Maulana langsung bergerak menuju rumah Hasanudin. Namun saat petugas tiba di rumah Hasanudin, diketahui dia tidak berada di rumah. Mengetahui yang menjadi buruannya tidak ada di tempat, kemudian petugas melakukan pengintaian dengan cara bersembunyi di sekitar kampung untuk menunggu buruannya pulang. Benar saja, saat menjelang subuh tampak Hasanudin terlihat pulang dan hendak masuk rumah. Namun sebelum berhasil masuk, dia keburu disergap petugas.

"Saat dilakukan penangkapan, dari tangan Hasanudin tidak ditemukan barang bukti, namun diamengakui jika sabu yang ada di Lutfiana merupakan barang yang dibeli darinya," katanya.

Kepada petugas, Lutfiana mengaku dalam melakukan aksinya mendapatkan pasokan barang dari Hasanudin sebanyak dua kali. "Belum lama, saya baru dua kali beli barang itu dari Hasanudin. Selain untuk dijual, sisanya biasa saya pergunakan untuk sendiri. Saat dilakukan penangkapan, sebenarnya mau make di rumah teman, ya ngumpul temen lah," kata Lutfiana. 

Ditempat terpisah, Usro orang tua Lutfiana mengatakan, jika Lutfi saat dilakukan penangkapan bertiga bersama Usup yang juga di gelandang ke Polres. “Bareng sama lurah, tapi katanya lurah dilepas, saya tidak tahu karena saya belum dibolehkan untuk bertemu dengan Lutfi. Dari pagi sampai sore saya belum ketemu,” katanya. (Dang).


 

KOMENTAR DISQUS :

Top