Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Peristiwa

Pernikahan Gay Bikin Heboh, Tokoh Adat Bali Bentuk Tim Penyelidik

Rabu, 16 September 2015 20:37:30 wib - Komentar
Foto Pernikahan Sejenis yang menghebohkan Masyarakat Bali. (dok.Facebook).

Denpasar, (Banten88.com) – Tanda-tanda ketuaan zaman semakin nampak, bunga akhir zaman semakin nyata. Kenapa tidak? Bayangkan di Bali, dari informasi yang diperoleh telah melegalkan perkawinan sesama jenis alias gay. Serangkaian foto pernikahan sepasang pria yang diduga digelar di sebuah lokasi di Bali menghebohkan media sosial. Dalam foto pertama, terlihat seorang pria yang kemungkinan besar adalah seorang warga negara asing berdiri di sebuah pelataran yang dikelilingi kolam.

Begitu jelas terlihat, pria itu mengenakan pakaian tradisional semacam beskap dan bawahan berupa kain berwarna biru serta mengenakan kalung rangkaian bunga. Sementara itu, di hadapannya, seorang pria lain dengan pakaian serupa tengah berlutut di hadapan sepasang suami istri berusia lanjut yang kemungkinan adalah bertindak sebagai orangtua pria tersebut.

Kemudian dalam foto kedua, terlihat dengan kemayunya kedua pria tersebut berpose mesra, berpegangan tangan, dan saling menempelkan dahi mereka begitu sayangnya. Bukan hanya itu, foto-foto itu juga disertai komentar yang isinya adalah ucapan selamat untuk pasangan yang tengah berbahagia dan diakhiri dengan tagar #loveknowsnolimits.

Parade foto yang menunjukan sebuah peristiwa sakral yang memicu isu pernikahan gay di Pulau Dewata membuat gerah para pengurus Bali Wedding Association (BWA). Pasalnya, BWA kerap menggelar pernikahan para wisatawan asing di Pulau Dewata. Karena itu, BWA merasa berkepentingan untuk meluruskan kabar pernikahan gay yang konon digelar di Ubud antara seorang pria warga asing dan warga setempat.

"Mudah-mudahan ini tidak meyesatkan, dan tidak pernah terjadi pernikahan gay disini. Kami menyikapi pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini di media sosial, media cetak, maupun media online mengenai pernikahan sesama jenis. Kami sudah mengeluarkan pernyataan resmi," kata Yano Sumampow, juru bicara BWA kepada wartawan, di Denpasar, Rabu (16/9).

Dikatakan Yano, sebagai satu-satunya organisasi resmi perkumpulan bisnis pengelola pernikahan di Bali dan Indonesia, BWA menyatakan dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti masalah ini sesuai undang-undang yang berlaku. “Ini persoalan serius, tidak benar di Bali melegalkan pernikahan sesame jenis, pemerintah harus hadir dan mengusut tentang adanya pernikahan gay di tempat kami,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Yano, BWA mengimbau anggotanya dan pelaku bisnis pengelola pernikahan di Indonesia agar mengikuti undang-undang yang berlaku. Dengan demikian, semua implikasi akibat pelanggaran undang-undang merupakan tanggung jawab pribadi pelaku bisnis. "Jika pelanggar undang-undang adalah anggota BWA, jangan ditanya kami tidak akan segan-segan memberi peringatan keras hingga pemecatan sesuai AD/ART organisasi dan menyerahkan kasusnya kepada penyidik agar diproses secara hukum," tukasnya.

Sementara Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali mengecam keras adanya isu tentang pernikahan gay di Bali. Untuk membuktkannya, mereka membentuk tim khusus untuk menelusuri munculnya kabar pernikahan sejenis di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Hal ini disampaikan oleh Ketua MUDP Bali Jero Gede Putus Suwena Upadesa, seperti dikutip  Kompas.com.

"Saya sudah menurunkan tim untuk menelusuri apakah benar adanya peristiwa itu (perkawinan sejenis). Kami turunkan dari Majelis Madya di Gianyar dan Majelis Alit yang ada di Ubud untuk mencari kebenaran berita tersebut," kata Ketua MUDP Bali Jero Gede Putus Suwena Upadesa di Denpasar, Rabu (16/9).

Suwena menambahkan, timnya sudah bekerja melakukan penyelidikan karena foto yang tersebar di media sosial tersebut menunjukkan lokasi resepsi digelar di Bali dengan berbagai ornamen khas dan beberapa orang perempuan penari Bali serta seorang pemuka agama yang mengenakan baju adat Bali.

Fakta-fakta inilah yang membuat MUDP melakukan langkah tegas. "Walaupun masalahnya masih diselidiki, kami sudah menyatakan sikap bersama dengan Parisada (PHDI) bahwa kalau benar terjadi, itu sudah merupakan larangan agama. Dilarang melakukan perkawinan sejenis," ujarnya.

Sementara itu, dalam foto yang tersebar di media sosial, terlihat seorang pemangku atau pemimpin agama yang hadir menyaksikan pernikahan itu. Kasus ini akan diserahkan ke Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali karena sudah menyangkut ranah agama.  Bahkan, MUDP juga menegaskan, meski tidak melibatkan warga Bali, pernikahan sejenis ini tetap harus diselesaikan sesuai hukum yang berlaku di tempat pernikahan sejenis itu digelar. Sanksi adat sudah jelas akan dikenakan bagi pelakunya. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top