Indonesia English
Kamis, 07 Juli 2022 |
Pendidikan

Perpustakaan dan Kearsipan Banten, Gelar Banten Book Fair

Senin, 15 Mei 2017 21:51:51 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provisni Banten  Ajak Moelim mengatakan, salah satu cara mendekatkan bahan informasi kepada masyarakat adalah dengan menyelenggarakan “Banten Book Fair” atau pameran buku/bazar buku. Adapun tujuan kegiatan “Banten Book Fair 2017” ini adalah sebagai momentum bagi warga Banten mendapatkan bahan informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Pameran buku bisa menjadi salah satu upaya mengejar ketertinggalan dalam pencapaian indeks pembangunan manusia. salah satu parameter indeks pembangunan manusia ialah tingkat membaca pada masyarakat secara keseluruhan, dan sebagai sarana rekreasi edukasi bagi masyarakat pemustaka,” katanya, saat ditemui di sela-sela acara “Banten Book Fair” di Kantor DPK Provinsi Banten, di kawasan Pakupatan, Kota Serang, Senin, (15/5).

Dijelaskan Ajak, dalam kegiatan Banten Book Fair ini ada beberapa agenda kegiatan pada acara in antara lain bazar buku murah dari berbagai penerbit, bedah buku, pelatihan edukasi, lomba-lomba, donasi buku, berbagi buku, konsultasi perpustakaan dan kepustakawanan bersama ikatan pustakawan Provinsi Banten dan hiburan-hiburan. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat di Provinsi Banten. “Kegiatan ini kita selenggarakan selama lima hari yakni mulai 15-20 Mei,”katanya.

Ajak menerangkan, untuk di hari pertama diselenggarakan bedah buku “Origami Hati” dari penerbit Agro Media pembicaranya adalah Boy Chandra. Kemudian, pada Selasa, (16/5) acara pembukaan dan bedah buku “Tata Kelola Pemerintahan Desa Era UU Desa” karya Dr. Nata Irawan, S.H. M.Si sebagai pembicara  Prof. Dr. H. Soleh Hidayat, M.Pd. Kemudian, dilanjutkan Bedah Buku dengan tema Kiyai Haji. Syam’un (1883 – 1949 ) : Gagasan Dan Perjuangannya, Karya Dr. Rahayu Permana, S.Ag. M.Hum, sebagai pembicara Dr. Rahayu Permana, S.Ag. M.Hum. dan moderator H. Ali Mujahidin, S.H. Pada Rabu, (17/5) dilaksanakan Gebyar Banten Membaca dari Seksi  Pembinaan Perpustakaan DPK, kemudian  Kamis, (18/5) Seminar Parenting, Bedah Buku Bianglala, dan Pemutaran Film Nasional. Selanjutnya, Jumat, (19/5) Bedah Buku Pembelajaran Sejarah Berbasis Budaya Lokal Banten.

“Kemudian di hari terakhir, Sabtu, (20/5) kita akan selenggarakan Lomba Mewarnai Tingkat Paud/TK, Lomba Menggambar/Melukis Tingkat SD, Mendongeng atau storytelling dan pemutaran film nasional,” katanya.

Sementara itu, Boy Chandra narasumber  dalam acara bedah buku “Origami Hati” mengatakan, dalam membuat karya seperti buku novel tidak sembarang orang bisa melakukannya, hal tersebut harus memiliki keseriusan dan beberapa trik. Sebab menulis merupakan pekerjaan yang mudah sekali bahkan semua orang bisa melakukannya, karena hanya dengan perasaan saja semua orang bisa menulis.

“Saat kita dalam perasaan senang maupun sedih mulailah menulis, karena dengan cara itu kita bisa menulis, contoh saat kita sedih tulislah kesedihan kita dalam buku ataupun yang lainnya,” katanya.

Boy juga mengaku selain dari pada itu trik lainnya untuk menulis adalah memulainya dari pengalaman, baik itu pengalaman baik atau buruk dan pengalaman sendiri atau orang lain. “Jika kita ingin benar-benar menulis, pengalaman pun bisa kita tulis untuk membuat hobi ini, tak perlu kita ribet mencari hal lain untuk ditulis,”katanya.

Boy juga menambahkan harus ada penerus bangsa yang suka menulis, karena dirinya tidak akan selamanya menjadi penulis. “Suatu saat nanti harus ada yang bisa gantikan saya sebagai penulis, karena kemungkinan saat tua nanti saya tidak akan terus menulis, maka kalian lah bangsa yang bisa meneruskannya,” tambahnya.(ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top