Indonesia English
Rabu, 17 Juli 2019 |
Ekonomi dan Bisnis

Pj Gubernur Nata Irawan Tanggapi Uji Kelayakan Bagi Komisaris PT BGD

Selasa, 09 Mei 2017 21:34:39 wib - Komentar
Pj Gubernur Banten Nata Irawan.

 SERANG,(Banten88.com):Keinginan Komisi III DPRD Banten agar melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi calon-calon komisaris dan direksi PT Banten Global Development (BGD). Mendapat tanggapan Pj Gubenur Banter Nata Irawan bahwa, yang berwenang melakukan uji tersebut adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Itu kewenangan OJK yang melihat sejauh mana orang itu punya kompetensi, tetapi kalau (dewan) diajak koordinasi ya enggak apa-apa, karena dewan juga kan mitra. Kalau fit and proper test tidak, kewenangannya ada di OJK. Jangan terlalu jauh masuk ke sana, nanti malah enggak jalan lembaganya, gitu loh,” kata Nata, kepada wartawan di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, kemarin.

Dijelaskan Nata, pihaknya akan mempertimbangkan masukan DPRD jika sebatas di luar formal. “Kalau mendiskusikan itu di luar bentuk formal saya kira bisa kita pertimbangkan, enggak apa-apa. Ya nanti dengan gubernur terpilih lah,” jelasnya.

Disinggung soal dua bos BGD yang pernah berstatus tersangka korupsi yakni Agus Ruswendi dan Entis Kushendar, ia pun kembali menegaskan bahwa keduanya difitnah.

“Jangan diplintir-plintir, itu dia orang baik, dosa loh. Itu kan orang kena fitnah. Kalau SP3 keluar berarti orang itu clearance,” ujarnya.

Menurutnya, semuanya sudah melalui proses di OJK. Ia juga meyakinkan bahwa komposisi BGD saat ini diisi orang-orang kompeten dan berhasil. “Dokumennya ada, kalau dia mau dicoret, ya OJK yang coret. Itu orang berhasil, jangan dicari-cari sisi lemahnya. Coba kita angkat sisi positifnya. Kalau kita sudutin terus kinerjanya enggak jalan, kasian Provinsi Banten udah 17 tahun,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten, M. Faizal mengatakan, fit and proper test komisaris dan direksi BGD di dewan sangat diperlukan. "Karena ini sebagai tanggung jawab moral kami sebagai wakil rakyat perlu mengetahui moralitas dan track record komisaris dan direksi yang akan dipilih nanti,” kata Faizal.(ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top