Indonesia English
Kamis, 02 Februari 2023 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

PMII: Dinsos Banten Jadi Sarang Narkoba, Copot Nandy Sekarang Juga !

Rabu, 02 September 2015 18:25:03 wib - Komentar
Mahasiswa Banten melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Sosial Banten.

Serang, (Banten88.com) – Dinas Sosial Provinsi Banten dituding menjadi sarang narkoba. Pasca ditangkapnya Kasi jaminan Sosial Dinsos Banten, Budi Dharma, dinas tersebut mendapat predikat baru menjadi dinas narkoba. Buntutnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PKC PMII Banten, sekitar pukul 11.00 WIB, mengepung kantor Dinsos Banten untuk melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (2/9).

Dalam aksinya massa yang telah membuat fakta integritas untuk ditandatangani Gubernur Banten Rano Karno, meminta Gubernur untuk memecat Kepala Dinsos Banten, Nandy Mulya dari jabatannya karena dianggap sudah melindungi anak buahnya yang melakukan pesta narkoba di ruang kerjanya. Bukan hanya itu, massa juga meminta penyidik Polda Banten untuk memeriksa Nandy dalam kasus narkoba anak buahnya.

“Periksa Nandy, kita tidak ingin kantor pemerintahan dijadikan sarang narkoba. Kita minta agar gubernur berani memecat Nandy,” teriaknya.

Ketua Umum PKC PMII Banten, Mukhtar Ansori Attijani mengatakan, tindakan tidak bermoral yang dilakukan pejabat Dinsos Banten yang tertangkap dengan sejumlah barang bukti narkoba, menunjukan jika penggunaan narkoba yang dilakukan Budi Dharma sudah lama. Perbuatan Budi sangat memalukan dan memprihatinkan, karena sebagai PNS baik Gubernur Rano maupun Nandy sebagai atasannya langsung telah gagal melakukan pembinaan terhadap pegawainya.

“Dari pernyataannya Nandy seolah membela anak buahnya yang pekerja keras, mengindikasikan jangan-jangan dia juga sama,” katanya.

Selain dalam tuntutannya pecat Nandy, mereka juga mendesak agar aparat hukum Polda Banten  segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan realisasi Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2014, yang diduga telah disalahgunakan dalam pelaksanannya. Mereka menuding jika bantuan tersebut dikorupsi oleh oknum di dinas sosial dibawah Budi Mulya.  

Aksi PMII ini sempat memanas manakala sejumlah demonstrasn melempar pembalut wanita ke halaman kantor Dinsos Banten. Akibatnya, softex atau pembalut wanita terlihat berserakan di sudut halaman kantor. Aksi lempar pembalut wanita ini, tak lain sebagai bentuk kecaman atas prilaku yang dilakukan oleh sejumlah oknum di Dinsos yang dianggap selain dihuni oleh oknum pengguna narkoba juga sebagai sarang korupsi.

"Kami menduga dana RTLH di korupsi oleh oknum pejabatnnya, dan uangnya dipergunakan untuk membeli narkoba. Ayo lemparkan pembalutnya kawan-kawan, terus lemparkan ini bentuk keprihatinan kita," teriak massa aksi.

Koordinator aksi, Achmad Solahudin dengan lantang mengatakan, dugaan korupsi pada program RTLH tahun 2014 di Dinsos Banten terjadi pada proses pemberian bantuan. Menurutnya, banyak penerima bantuan yang menerima tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka terima. Dia menduga, karena pejabatnnya Budi Dharma, besar kemungkinan uang hasil korupsi dipergunakan untuk membeli sabu dan pil ekstasi seperti yang di dapat dari tangan Budi saat dilakukan penangkapan.

"Bisa jadi itu uangnya dari hasil korupsi. Dalam program RTLH kami menduga tidak tepat sasaran, ini terjadi dalam proses penerimaannya. Banyak penerima yang memperoleh barang tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka dapatkan, kita ada buktinya,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad Solahudin menguraikan, program RTLH dari awal sudah terlihat acak-acakan dengan dugaan adanya manipulasi data penerima serta adanya pemotongan bantuan yang dilakukan oleh oknum pelaksana di dinas kepada hampir semua penerima bantuan."Data yang kita dapat pemberian bantuannya tidak sesuai dengan semestinya, dari mulai potongan terhadap penerima sampai indikasi manipulasi nama penerima, ini kan keterlaluan,” pungkasnya.

Aksi yang dilakukan selama kurang lebih dua jam itu akhirnya berakhir dengan kesepakatan bahwa mereka mendesak kepada Gubernur Rano agar Nandy Mulya dicopot dari jabatannya. Penilaian mereka, karena selama ini Nandy dianggap tidak memiliki kinerja bagus selama menjadi Kadinsos Banten. " Rekomendasi kita, copot Nandy dari jabatan Kepala Dinsos Banten itu harga mati," tutupnya. (Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top