Indonesia English
Jumat, 14 Desember 2018 |
Hukum dan Kriminal

Polda Banten Ringkus 7 Penyebar “Hoax”

Jumat, 02 Maret 2018 20:13:02 wib - Komentar
Polda Banten bekerja sama dengan Mabes Polri mengamankan 7 (tujuh) orang pelaku pembuat hoax atau berita bohong di wilayah hukum Polda Banten.

Serang, (Banten88.com): Pasukan Cyber Troops dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Banten bekerja sama dengan Mabes Polri mengamankan 7 (tujuh) orang pelaku pembuat hoax atau berita bohong di wilayah hukum Polda Banten. Demikian dikatakan Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Drs. Abdul Karim. Jumat (2/3/2018).

Menurut Kombes Pol Drs. Abdul Karim, Modus operandi para pelaku penyebar isu hoax yaitu dengan cara membuat konten isu PKI yang dipersenjatai untuk membantai ulama dengan menggunakan latar belakang tentara Philipina seolah-olah di Indonesia berdampak sangat meresahkan masyarakat Indonesia khususnya Banten.

Selain itu masih menurut Abdul Karim,  ada juga dengan melakukan ujaran kebencian seolah-olah antek-antek PKI telah menyamar sebagai orang gila dengan bayaran Rp. 5jt akan membunuh para ulama di Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang dan ujaran kebencian lainnya.

Ketujuh pelaku yang sudah ditangkap yaitu berasal dari Lebak dengan inisial YHA, Cilegon dengan inisial WK dan IT, Pandeglang inisal Z dan AB, Serang inisial S, Tangerang inisial AH. Ketujuh pelaku tersebut dikenakan  Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 42 Ayat (2) UU ITE yang diancam dengan hukuman penjara selama 6 (enam) tahun dan atau Pasal 14 Ayat (1) UU RI No 1 Tahun 1946 yang diancam dengan hukuman penjara 10 (sepuluh) tahun.

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Banten, agar jangan sekali-kali menyebarkan berita bohong/hoax, menyebarkan ujaran kebencian, atau provokasi yang berbau Sara karena disamping dilarang oleh agama (fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan) juga ada ancaman UU ITE maupun UU lainnya yang sangat berat dimana pelakunya diancam dengan hukuman penjara diatas 6 tahun.

“Mari kita bijaksana dan cerdas dalam menyikapi atau mengamati berbagai isu yang beredar dimasyarakat yang belum dijamin kebenarannya. Tanyakan kepada ahlinya, konfirmasi kepada pihak kepolisan atau aparat terkait daripada ikut menyebarkan isu hoax tersebut. Hal ini karena pasukan Cyber akan terus memantau selama 24 jam dimedia sosial. Jika kita ikut menyebarkan berita hoax malah nanti ditangkap. Cukup tujuh orang pelaku ini saja yang bisa kita jadikan pelajaran berharga,” kata Zaenudin. (Sumber Humas Polda Banaten).

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top